1. News
  2. Berita
  3. Sate Lembut, Makanan Tradisional Khas dari Betawi yang Muncul pada Momen Tertentu

Sate Lembut, Makanan Tradisional Khas dari Betawi yang Muncul pada Momen Tertentu

sate-lembut,-makanan-tradisional-khas-dari-betawi-yang-muncul-pada-momen-tertentu
Sate Lembut, Makanan Tradisional Khas dari Betawi yang Muncul pada Momen Tertentu

20 Oktober 2026 11.00 WIB • 2 menit

Sate Lembut, Makanan Tradisional Khas dari Betawi yang Muncul pada Momen Tertentu

images info

Sate Lembut, Makanan Tradisional Khas dari Betawi yang Muncul pada Momen Tertentu | Wikimedia Commons/boo licious


Banyak kuliner khas Betawi yang patut Kawan nikmati. Salah satu makanan tradisional khas Betawi yang memiliki cita rasa unik adalah sate lembut.

Secara tampilan, sate lembut berbeda dengan sate pada umumnya. Bahkan sate lembut memiliki kemiripan dengan sate lilit yang ada di Bali.

Perbedaan antara sate lembut dengan sate lain pada umumnya disebabkan oleh proses pembuatannya yang berbeda. Selain itu, makanan tradisional khas dari Betawi ini juga menggunakan daging khusus sebagai bahan dasarnya.

Bagaimana pembahasan lengkap seputar sate lembut tersebut? Simak ulasan terkait makanan tradisional khas dari Betawi yang satu ini dalam artikel berikut.

Sate Lembut, Makanan Tradisional Khas dari Betawi

Disitat GNFI dari buku Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita, sate lembut menjadi salah satu kuliner khas yang berasal dari masyarakat Betawi. Nama dari kuliner yang satu ini diambil dari tekstur makanan tradisional tersebut.

Seperti namanya, sate lembut memiliki tekstur daging yang benar lembut. Kunci dari kelembutan tersebut berasal dari pemilihan daging serta proses pembuatannya.

Untuk membuat sate lembut, daging sapi yang dipilih adalah bagian yang tanpa lemak saja. Nantinya daging tersebut akan dicincang terlebih dahulu hingga seratnya halus.

Setelah itu, daging cincang tersebut akan diaduk bersama bahan tambahan lain, seperti kelapa parut sangrai, gula merah, dan racikan bumbu lainnya. Selanjutnya, daging yang sudah halus ini kemudian dililitkan di tusuk sate dan dibakar hingga setengah matang.

Sate lembut dimasak setengah matang dengan tujuan agar daging yang digunakan tidak mudah hancur dan berantakan. Dengan demikian, bentuk dari sate lembut tetap bisa bertahan dan tidak hancur saat disajikan.

Biasanya sate lembut disantap bersama lontong dan ketupat. Pada penyajiannya, sate lembut akan disiram dengan menggunakan bumbu kacang.

Dari perpaduan inilah, Kawan akan mendapatkan cita rasa manis dan gurih saat menikmati sate lembut. Cita rasa ini makin lengkap dengan tekstur lembut dari daging sate tersebut, sehingga tidak memerlukan usaha lebih saat memakannya.

Sudah Jarang Dijumpai

Meskipun menjadi salah satu makanan tradisional khas Betawi, kuliner yang satu ini sudah jarang dijumpai di tengah masyarakat. Tidak banyak penjual yang menjadikan sate lembut sebagai salah satu makanan yang disajikan untuk para pengunjungnya.

Walau begitu, sate lembut masih bisa dijumpai di beberapa momen tertentu di tengah masyarakat Betawi. Biasanya makanan tradisional ini menjadi salah satu hidangan di rumah saat momen Lebaran tiba.

Proses pembuatan sate lembut yang cukup rumit menjadi salah satu alasan mengapa kuliner yang satu ini sulit dijumpai. Apalagi proses pembuatan sate lilit yang memakan waktu lama membuat seseorang mesti memiliki usaha lebih untuk membuat kuliner tradisional tersebut.

Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Keberadaan sate lilit tidak hanya terbatas sebagai makanan tradisional saja. Kuliner yang satu ini juga jadi bagian budaya yang tidak terpisahkan di tengah masyarakat Betawi.

Pada 2019 silam, sate lembut ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Penetapan ini berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dengan Sertifikat Nomor No SK: 362/M/2019 yang terbit waktu itu.

Meskipun menjadi salah satu kuliner langka yang sudah jarang dijumpai, keberadaan sate lembut tentu tidak  bisa dilupakan begitu saja. Semoga makanan tradisional khas Betawi ini masih bisa tetap bertahan di tengah masyarakat dan diwariskan pada generasi berikutnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Sate Lembut, Makanan Tradisional Khas dari Betawi yang Muncul pada Momen Tertentu
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us