
Legenda Lintah Raksasa Jelmaan Pangeran Tampan, Cerita Rakyat dari Lampung | Pexels/Optical Chemist
Legenda lintah raksasa jelmaan pangeran tampan merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Lampung. Legenda ini berkisah tentang seekor lintah jelmaan pangeran yang menikah dengan putri bungsu seorang ibu yang dia jumpai di hutan.
Berikut kisah lengkap dari legenda lintah raksasa jelmaan pangeran tampan tersebut.
Legenda Lintah Raksasa Jelmaan Pangeran Tampan, Cerita Rakyat dari Lampung
Dikutip GNFI dari buku Letti S. dan Maman S. Mahayana yang berjudul Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan, alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang ibu yang menjadi orang tua tunggal. Dirinya berusaha seorang diri membesarkan tujuh anak perempuannya.
Setiap hari sang ibu akan pergi ke hutan untuk mencari kebutuhan mereka sehari-hari. Apa saja akan dia lakukan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya.
Pada suatu hari, sang ibu pergi ke dalam hutan seperti biasa. Dirinya membawa semua perlengkapan yang dibutuhkan sebelum berangkat dan bekerja di sana.
Ketika sedang asik bekerja, tiba-tiba ada seekor lintah raksasa yang menggigit kakinya. Lintah tersebut memiliki ukuran yang sangat besar dari biasanya.
Sang ibu berusaha melepaskan gigitan lintah tersebut dari kakinya. Namun usaha yang dia lakukan tidak membuahkan hasil.
Akhirnya sang ibu membuat perjanjian dengan lintah tersebut. Dia berkata akan menikahkan lintah raksasa itu dengan salah satu anak perempuannya.
Begitu berkata demikian, lintah itu langsung melepaskan gigitannya. Dia pun langsung ikut bersama sang ibu kembali ke rumahnya.
Ketika tiba di rumah, sang ibu memanggil anak bungsunya yang bernama Putri. Sang ibu berkata jika Putri akan dinikahkan dengan lintah raksasa yang ikut bersamanya.
Pada awalnya, Putri tentu menolak permintaan ibunya. Dirinya tidak sudi memiliki seorang suami yang merupakan seekor lintah.
Namun Putri juga sadar jika sang ibu sudah membuat kesepakatan dengan lintah tersebut. Akhirnya dia bersedia untuk menikah dengan lintah tersebut.
Pernikahan Putri dan lintah raksasa tersebut akhirnya digelar. Sejak saat itu, mereka pun tinggal bersama.
Walaupun bukan manusia, lintah tersebut tetap bisa bertanggung jawab pada istrinya. Setiap hari dia selalu ke sungai untuk mencari ikan.
Nantinya ikan tersebut dia serahkan pada istrinya, Putri. Setiap hari dirinya selalu melakukan hal yang sama.
Meskipun dicukupi secara kehidupan, ternyata Putri masih berharap jika suaminya adalah seorang manusia. Dia pun berusaha menerima keadaan yang sudah dialaminya.
Ada satu hal unik yang selalu dikerjakan oleh lintah raksasa tersebut sebelum pergi ke sungai. Dia selalu melepaskan kulitnya dan menyimpannya di tempat yang aman.
Perilaku ini ternyata lambat laun membuat Putri curiga. Dia bertanya-tanya mengapa suaminya selalu melepaskan kulitnya tersebut sebelum berangkat.
Pada satu kesempatan, Putri pun mengambil kulit milik suaminya tersebut. Ketika lintah raksasa itu pulang, dia pun tidak bisa menemukan kulit yang disimpan sebelumnya.
Dia pun bertanya pada Putri di mana kulitnya berada. Pada saat itu juga, Putri mengeluarkan kulit lintah raksasa yang dia simpan.
Lintah raksasa ini meminta Putri untuk mengembalikan kulitnya. Namun Putri menolaknya.
Bukannya mengembalikan kulit tersebut, Putri justru membakarnya. Tiba-tiba terjadi satu hal aneh di tubuh lintah raksasa tersebut.
Mendadak tubuhnya berubah menjadi seorang pangeran yang tampan dan rupawan. Ternyata selama ini dirinya menjelma dalam tubuh lintah raksasa tersebut.
Alangkah bahagianya Putri melihat hal tersebut. Akhirnya impiannya memiliki suami seorang manusia bisa tercapai saat itu juga.
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor