Peringatan untuk mematikan atau tidak menggunakan ponsel saat mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sangat sering kita temui. Sebagian besar orang percaya bahwa sinyal seluler atau radiasi dari ponsel bisa memicu percikan api dan menyebabkan kebakaran hebat. Namun, apakah anggapan tersebut benar secara ilmiah?
Mitos Sinyal Seluler dan Risiko Kebakaran
Banyak narasi yang beredar menyebutkan bahwa gelombang radio atau sinyal seluler yang dipancarkan oleh ponsel dapat bereaksi dengan uap bensin di udara. Secara teori fisika dan energi, gelombang radio dari ponsel pintar memiliki daya yang sangat rendah sekitar 0,6 hingga 3 Watt, dan tidak memiliki energi yang cukup untuk memantik uap bahan bakar menjadi api.
Berbagai lembaga riset otomotif dan keselamatan internasional telah melakukan serangkaian pengujian. Hasilnya menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti nyata atau insiden kebakaran di SPBU yang murni disebabkan oleh paparan sinyal seluler.
Penyebab Sebenarnya: Listrik Statis dan Baterai
Meskipun sinyal seluler aman, penggunaan ponsel di area pompa bensin tetap memiliki potensi bahaya lain yang bukan berasal dari sinyalnya. Potensi bahaya terbesar di SPBU sebenarnya berasal dari pelepasan listrik statis (electrostatic discharge). Saat pengendara keluar-masuk kendaraan atau bergesekan dengan jok mobil, listrik statis dapat terkumpul di tubuh. Jika jari menyentuh ujung nozel bensin sebelum listrik statis terbuang, percikan api kecil bisa tercipta dan menyambar uap bensin.
Penyebab selanjutnya bisa dari baterai cacat atau terjatuh. Ponsel yang terjatuh hingga baterainya terlepas atau menggunakan baterai rakitan yang tidak sesuai standar memiliki potensi memicu percikan listrik akibat korsleting. Bertelepon atau bermain ponsel saat mengisi bahan bakar membuat pengemudi atau petugas tidak fokus. Hal ini meningkatkan risiko bensin meluap, nozel tersenggol, atau kendaraan melaju sebelum proses pengisian selesai..
Baca Juga : Smartphone Bisa Berfaedah, Bisa Juga jadi Bencana
Mengapa Larangan Tetap Diberlakukan?
Pengelola SPBU tetap memberlakukan aturan ketat terkait larangan penggunaan ponsel di area dispenser bahan bakar. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah mitigasi risiko untuk meminimalkan potensi kelalaian pengemudi akibat terdistraksi ponsel saat berada di area yang kaya akan uap mudah terbakar. Bahkan seiring dengan meningkatnya penggunaan transaksi non tunai via ponsel, SPBU kini memperbolehkan penggunaan ponsel di area aman yang sudah ditetapkan. Namun meski begitu, bukan berarti kita bisa berponsel ria di area SPBU ya. Ancaman bahaya bisa saja tetap terjadi.