1. News
  2. Otomotif
  3. Strategi Pindahan Gudang UMKM agar Operasional Lancar

Strategi Pindahan Gudang UMKM agar Operasional Lancar

strategi-pindahan-gudang-umkm-agar-operasional-lancar
Strategi Pindahan Gudang UMKM agar Operasional Lancar

Tips Pindahan Gudang UMKM Tanpa Ganggu Operasional

featured image

Ringkasan:

  • Pindahan gudang UMKM perlu dilakukan secara terencana agar pemenuhan pesanan tetap berjalan. Pemindahan bertahap memungkinkan stok yang jarang terjual dipindahkan lebih dulu, sementara produk utama tetap tersedia selama masa transisi.

  • Pengelompokan stok berdasarkan tingkat penjualan, ukuran, dan kebutuhan penyimpanan membantu menentukan prioritas pemindahan serta mengurangi gangguan pada proses pemenuhan pesanan.

  • Pemilihan waktu di luar jam sibuk dan penentuan batas waktu pemindahan membantu memastikan stok penting sudah tersedia di gudang baru ketika operasional dimulai.

  • Pemilihan armada perlu mempertimbangkan volume barang, dimensi muatan, akses jalan, dan kebutuhan bongkar muat. Mitra Bisnis Lalamove dapat menjadi opsi untuk mendukung kebutuhan pengangkutan selama proses pindahan gudang.

Pindahan gudang sering bikin pelaku UMKM panik karena takut pengiriman mengganggu operasional. Di tengah kesibukan pindahan, ada stok yang perlu diproses selama masa transisi ini. Agar tak mengganggu operasional harian, berikut ini strategi pindahan gudang untuk pelaku UMKM.

Cicil Pindahan Secara Bertahap

Lakukan pemindahan barang secara bergelombang agar sebagian besar operasional tetap berjalan normal. Mulai proses ini dengan memindahkan barang yang jarang laku atau prioritasnya rendah ke gudang baru.

Sementara itu, tinggalkan stok cadangan untuk barang-barang yang paling laris di gudang lama Anda. Cara ini memastikan Anda tetap bisa melayani pesanan dari dua tempat sekaligus dan mengirimkan barang dari lokasi yang paling siap. Hasilnya, suplai produk ke pelanggan tidak akan mengalami gangguan.

Kelompokkan Stok Berdasarkan Prioritas

Tidak semua barang harus dikirim bersamaan selama proses pindahan. Sebelum angkut barang, kelompokkan inventaris menjadi tiga kelompok:

  • Barang dengan perputaran tinggi: tetap tersedia di gudang lama selama masa transisi atau menjadi prioritas untuk segera dipindahkan ke gudang baru.

  • Barang dengan perputaran sedang: dapat dipindahkan setelah area penyimpanan utama di gudang baru siap.

  • Barang dengan perputaran rendah: bisa menjadi kelompok pertama yang dipindahkan karena tidak terlalu memengaruhi pemenuhan pesanan harian.

Selain berdasarkan penjualan, pertimbangkan ukuran dan karakter barang. Barang berukuran besar mungkin perlu dipindahkan lebih awal karena membutuhkan ruang penyimpanan khusus, sedangkan barang kecil lebih mudah ditempatkan sementara.

Pilih Waktu di Luar Jam Operasional

Lakukan proses pindahan saat bisnis sedang tidak sibuk untuk menekan risiko gangguan. Seperti setelah jam kerja atau akhir pekan sangat efektif untuk menjaga jam operasional.

Tentukan juga cut-off time untuk setiap tahap pemindahan. Misalnya, stok produk tertentu harus sudah berada di gudang baru sebelum operasional dimulai pada hari berikutnya.

Baca juga: Strategi Efektif Mengoptimalkan Last Mile Delivery untuk Bisnis UMKM hingga ke Luar Kota

Pilih Armada Sesuai Kebutuhan

armada untuk kebutuhan bisnis

Kendaraan yang digunakan perlu disesuaikan dengan jumlah serta ukuran barang yang dipindahkan. Menggunakan kendaraan terlalu kecil dapat membuat perjalanan menjadi terlalu banyak, sedangkan kendaraan yang terlalu besar belum tentu efektif jika akses menuju gudang terbatas.

Pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum menentukan armada:

  • Volume barang: semakin banyak barang, semakin besar kapasitas kendaraan yang dibutuhkan atau semakin banyak perjalanan yang perlu dijadwalkan.

  • Ukuran barang: barang besar seperti rak, meja, atau peralatan operasional membutuhkan ruang muat yang cukup.

  • Akses jalan: periksa lebar jalan, tinggi portal, serta area untuk kendaraan bermanuver di gudang baru.

  • Jumlah perjalanan: bandingkan kebutuhan beberapa kali perjalanan dengan penggunaan kendaraan berkapasitas lebih besar.

  • Kebutuhan bongkar muat: jika terdapat banyak barang berat atau berukuran besar, siapkan tenaga tambahan agar proses pemindahan tidak mengandalkan tim operasional yang sama.

Untuk gudang yang berada di area dengan akses terbatas, misalnya kendaraan besar tidak dapat mencapai pintu gudang, pemindahan juga dapat dilakukan dalam beberapa tahap menggunakan kendaraan yang lebih sesuai dengan kondisi jalan.

Kalau masih bingung memilih jenis armada, baca artikel Panduan Memilih Ukuran dan Jenis Sewa Truk yang Tepat untuk Pindahan.

Manfaatkan Layanan Logistik Khusus Bisnis

Urusan logistik saat pindahan tentu membutuhkan kendaraan yang sesuai dengan volume barang dan akses jalan. Jika dilakukan secara bertahap, kebutuhan armada juga bisa berbeda-beda.

Misalnya, stok ringan mungkin cukup diangkut menggunakan blind van. Sementara untuk perabotan besar atau stok banyak, butuh sewa truk CDE atau CDD.

Mitra Bisnis Lalamove

Agar hal ini tidak menambah beban pikiran, gabung jadi Mitra Bisnis Lalamove untuk kebutuhan bisnis rutin, tak terkecuali untuk kebutuhan pindahan.

Selain armadanya fleksibel, layanan Akun Bisnis Lalamove menawarkan berbagai keuntungan, seperti prioritas pengiriman, akun yang bisa dipakai banyak tim, cashback bulanan, hingga pembayaran yang fleksibel.

Jadi, pindahan gudang UMKM tidak harus membuat seluruh aktivitas bisnis berhenti. Caranya adalah dengan mengatur prioritas stok, menyiapkan lokasi baru, memilih waktu pindahan yang tepat, dan memastikan armada mampu memenuhi kebutuhan pengangkutan. Dengan begitu proses pindahan jadi berjalan lancar tanpa khawatir mengganggu operasional.

Gabung Mitra Bisnis Lalamove Sekarang!

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Strategi Pindahan Gudang UMKM agar Operasional Lancar
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us