1. News
  2. Berita
  3. Kisah Naga di Teluk Balikpapan, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Kisah Naga di Teluk Balikpapan, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

kisah-naga-di-teluk-balikpapan,-cerita-rakyat-dari-kalimantan-timur
Kisah Naga di Teluk Balikpapan, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

5 November 2026 15.00 WIB • 2 menit

Kisah Naga di Teluk Balikpapan, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

images info

Kisah Naga di Teluk Balikpapan, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur | Magnific AI


Ada sebuah cerita rakyat dari Kalimantan Timur yang berkisah tentang dua ekor naga yang mendiami daerah Teluk Balikpapan. Dulunya kedua naga ini diyakini menjaga daerah tersebut dalam waktu lama.

Bahkan pertempuran antarnaga juga pernah terjadi di sana dulunya. Pertempuran ini terjadi karena ada naga lain yang mendatangi Teluk Balikpapan.

Kehadiran naga lain ini membuat kedua naga tersebut marah. Mereka tidak ingin naga tersebut menguasai daerah yang sudah lama ditinggali oleh kedua naga tersebut.

Alhasil pertempuran para naga ini pun pada akhirnya terjadi. Walau begitu, para naga yang saling berhadapan ini memiliki kesaktian yang sama antara satu sama lainnya.

Bagaimana kisah dari naga yang mendiami wilayah Teluk Balikpapan dulunya? Simak cerita rakyat dari Kalimantan Timur ini dalam artikel berikut ini.

Kisah Naga di Teluk Balikpapan, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Dinukil GNFI dari buku Serpihan Cerita Rakyat Kalimantan Timur, alkisah pada zaman dahulu daerah Balikpapan hanya berupa hutan belantara. Belum banyak manusia yang menghuni daerah tersebut dulunya.

Walau begitu, ada hewan mistis yang menjaga daerah Balikpapan. Konon ada dua ekor naga yang menjaga daerah tersebut dulunya.

Kedua naga ini membuat sebuah liang di Teluk Balikpapan. Di sanalah mereka berdiam dan menjaga daerah di sekitarnya dari berbagai bahaya yang mengancam.

Kedua naga ini sendiri konon tidak berasal dari sana. Kedua naga ini diketahui datang dari Paser ke Teluk Balikpapan tersebut.

Setelah tiba di sana, kedua naga tersebut memutuskan untuk tinggal dan menetap di teluk tersebut. Alhasil kedua naga itu pun menjaga daerah tersebut bersama.

Pada suatu masa, Kerajaan Kutai tengah mengadakan upacara erau. Upacara ini pun berlangsung dengan sangat meriah.

Pada upacara ini, Kerajaan Kutai pun melepaskan naga milik mereka. Naga Kutai ini kemudian dilepas ke Sungai Mahakam dalam upacara tersebut.

Naga Kutai ini pun menyusuri Sungai Mahakam hingga ke laut. Setelah itu, mereka pun menyusuri lautan dan sampai ke Teluk Balikpapan.

Setibanya di sana, Naga Kutai sudah disambut oleh kedua naga yang menjaga Teluk Balikpapan. Mereka merasa terganggu dengan kedatangan Naga Kutai tersebut.

Pertempuran antara para naga ini akhirnya tidak terelakkan. Baik Naga Kutai maupun kedua naga penjaga Teluk Balikpapan bertarung dengan sengitnya.

Tidak hanya di lautan, para naga ini bertarung hingga ke daratan. Akibatnya pohon-pohon yang ada di hutan pun bertumbangan akibat pertempuran para naga tersebut.

Walaupun menghadapi dua naga sekaligus, Naga Kutai memiliki kesaktian yang mumpuni. Hal yang sama juga dimiliki oleh kedua naga penjaga Teluk Balikpapan.

Akibatnya pertempuran dari para naga ini berlangsung dengan seimbang. Kekuatan mereka sama kuat sehingga tidak ada yang mendominasi antara satu sama lainnya.

Pertempuran itu pun berlangsung sangat lama. Hingga akhirnya tidak ada satupun pemenang yang keluar dari pertempuran tersebut.

Naga Kutai akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana. Naga Kutai pun kembali menyusuri lautan dan pergi ke Sungai Mahakam.

Kedua naga penjaga Teluk Balikpapan berhasil menjaga wilayahnya dengan baik. Walau begitu, mereka memutuskan untuk tidak lagi menetap di sana.

Kedua naga ini kemudian bertapa di sebuah gunung yang ada di daratan Balikpapan. Setelah itu, kedua naga tersebut moksa dan menghilang dari sana selamanya.

Sejak saat itu kedua naga tersebut tidak pernah terlihat kembali. Naga Kutai yang kembali ke Sungai Mahakam pun tidak pernah datang ke Teluk Balikpapan setelahnya.

Ikuti GNFI agar tak ketinggalan kabar baik

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kisah Naga di Teluk Balikpapan, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us