Bola.com, Jakarta – Kendal Tornado FC menjadi klub yang semakin ramai dibicarakan karena menorehkan prestasi mentereng pada musim 2026/2027. Terbaru, klub berjulukan Laskar Badai Pantura ini sukses menghempaskan perlawanan Persebaya Surabaya di ajang League Cup, Selasa (3/11/2026).
Kemenangan Kendal Tornado FC atas Persebaya Surabaya jadi pencapaian yang membanggakan bagi peserta Pegadaian Championship 2026/2027 itu. Mereka sempat tertinggal, lalu bisa berbalik unggul dan akhirnya menang 3-2.
Hasil ini menjadi anomali tersendiri di League Cup 2026/2027. Sebab, saat sebagian besar peserta kasta kedua bertumbangan menghadapi klub-klub BRI Super League, Kendal Tornado FC sukses mencatatkan hasil positif.
Selain itu, tim kasta kedua lainnya yang sukses mengukir tiga poin menghadapi peserta kasta tertinggi ialah Persela Lamongan yang menggulung Persijap Jepara dua gol tanpa balas. Bedanya, Persijap saat ini berstatus sebagai penghuni dasar klasemen di BRI Super League.
Jika membedah penampilan Kendal Tornado FC sepanjang awal musim ini, klub asal Jawa Tengah ini tentu layak diikuti kiprahnya, termasuk peluang merebut tiket promosi ke kasta tertinggi.
Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Belum Tersentuh Kekalahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391122/original/080844300_1793872981-Patrick_Cruz.jpg)
Sejak bergulirnya kasta kedua musim ini, Kendal Tornado FC mampu menjaga konsistensinya saat bersaing di Grup Timur.
Selangkah demi selangkah, Laskar Badai Pantura berhasil merangsek ke papan atas klasemen.
Bahkan, sejauh ini Kendal Tornado FC berstatus sebagai satu-satunya klub yang belum tersentuh kekalahan di Pegadaian Championship 2026/2027. Dari delapan laga, mereka sukses mengukir empat kemenangan dan empat imbang.
Sebetulnya, mereka bisa mengoleksi 16 poin untuk menyamai perolehan dua tim teratas di Grup Timur, Persela Lamongan dan Barito Putera.
Sayangnya, mereka terkena sanksi pengurangan -1 poin karena persoalan club licensing. Salah satu catatan statistik yang patut dibedah dari tim asuhan Stefan Keeltjes ini rekor kebobolannya.
Mereka sejauh ini hanya kemasukan empat gol, dan berstatus sebagai tim yang paling minim kebobolan di kasta kedua.
Komposisi Skuad Oke
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391123/original/095582700_1793872981-Stefan_Keeltjes.jpg)
Penampilan impresif Kendal Tornado FC musim ini tak terlepas dari racikan Stefan Keeltjes yang tak berubah banyak sejak musim lalu.
Laskar Badai Pantura tetap mempertahankan pemain-pemain lamanya, sehingga tak butuh banyak waktu untuk mendapatkan chemistry.
Laskar Badai Pantura masih diperkuat pemain-pemain lamanya seperti Try Hamdani, Agung Prasetyo, Dimas Sukarno, Akbar Firmansyah, Ibnu Hajar, Ryan Apriyanto, Yudha Alkanza, hingga striker asing, Patrick Cruz.
Mereka sudah bermain untuk Laskar Badai Pantura sejak musim 2025/2026. Khusus pemain bernama Ryan Apriyanto, dia merupakan satu-satunya pemain tersisa yang ikut membawa klub ini promosi dari kasta ketiga pada musim 2024/2025.
Sisanya, Kendal Tornado FC mendatangkan pemain-pemain muda yang kini memperkuat Timnas Indonesia U-20 seperti Irpan Siregar, Er Deva Aulia, hingga Ousmane Camara. Ketiganya paling sering tampil sebagai starter untuk mengisi kuota pemain regulasi.
Komposisi semacam ini diperkuat dengan kedalaman skuad yang mumpuni. Sebab, di bangku cadangan, mereka masih punya sederet pemain berpengalaman di kasta tertinggi seperti Syaeful Anwar, Birrul Walidain, Fatchu Rochman, Fredyan Wahyu, Andre Oktaviansyah, Rizky Dwi, hingga Rifal Lastori.
Didukung Fasilitas Mumpuni
Meskipun berstatus sebagai tim kasta kedua, Kendal Tornado FC tampaknya menjadi tim yang punya fasilitas yang paling mumpuni. Modal ini tak terlepas dari dukungan pemiliknya, Junianto atau yang akrab disapa Ebes Anto.
Sebagai informasi, Ebes Anto merupakan sosok yang namanya lekat dengan PSIS Semarang. Pengusaha asal Kendal yang memimpin Wahyu Agung Group itu sempat memiliki saham di klub berjuluk Mahesa Jenar itu.
Setelah tak lagi muncul bersama PSIS, Ebes Anto kemudian fokus membesarkan Kendal Tornado FC.
Sebelum diakuisisi, klub ini awalnya bernama Tornado FC Pekanbaru. Menariknya, Ebes Anto sudah menyediakan infrastruktur yang oke untuk operasional klub ini sehari-hari.
Salah satunya yakni Charlie Sport Center, sebuah lokasi pemusatan latihan yang berada di Limbangan, Kendal.
Training center ini dibekali lapangan latihan, pusat kebugaran (gym), lapangan futsal, hingga lapangan bulutangkis. Mes untuk tempat tinggal pemain juga terletak di kompleks yang sama.
Berpeluang Promosi ke Kasta Tertinggi
Dengan berbagai catatan mentereng semacam ini, Kendal Tornado FC jelas menjadi tim yang tak boleh dipandang sebelah mata musim ini.
Mereka punya peluang yang besar untuk bisa merebut tiket promosi ke kasta tertinggi.
Stefan Keeltjes tentu punya tugas yang tak enteng untuk bisa menjaga timnya menjaga konsistensi ini.
Namun, yang juga harus menjadi catatan, Laskar Badai Pantura harus lebih cermat dalam merekrut pemain asing.
Sebab, satu-satunya pemain asing yang bisa berkontribusi musim ini hanyalah Patrick Cruz dengan catatan tiga gol dan empat assist.
Sedangkan dua amunisi impor lain, Diego Dalloca dan Yushi Yamaya, masih belum berdampak.
Dua pemain ini lebih banyak absen karena mengalami cedera.
Bukan tidak mungkin, perubahan komposisi pemain asing bakal ditempuh Laskar Badai Pantura pada bursa transfer nanti demi menambal lubang yang dihasilkan dua pemain tersebut.