Caption foto : Barisan aksi longmarch dari Tugu Kuda ke Gedung DPRD dan Gubernur Jawa Tengah. (WARTAPALA INDONESIA / Nur Colis).
WartapalaIndonesia.com, SEMARANG – Aksi demo mahasiswa di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis 22 Agustus 2024 berlangsung ramai. Pusat Koordinasi (PKD) Mapala Jawa Tengah melancarkan aksi dengan mengajak Mapala se-Jawa Tengah,
Ketua PKD Mapala Jateng, Rizky Mubarok menerangkan, pihaknya sudah berkonsolidasi dan telah membaca situasi politik saat ini. Bagi mereka penting untuk mengawal putusan MK atas kesewenang-wenangan rezim Jokowi dan birahi oligarki. Keputusan yang akan dibuat hari ini akan berpengaruh terhadap demokrasi dan lingkungan di esok hari.
“Track record kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh oligarki sudah banyak terjadi. Kemudian mereka dengan cara apapun ingin mewariskan kerusakan demokrasi yang pastinya akan berpengaruh terhadap kebijakan lingkungan lewat putusan yang sewenang-wenang dengan pemimpin boneka ke depannya,” tegas Rizky.
Bergabung dalam barisan massa aksi lainnya yang berjumlah ribuan yang terdiri dari BEM kampus se-Semarang, ormawa, organisasi ekstra — PMII, GMNI, HMI, PMKRI, GMKI, KAMMI — dan jaringan organisasi masyarakat sipil lainnya.
Aksi diawali dengan longmarch dari Tugu Kuda, Pleburan berjalan menuju ke Gedung DPRD dan Gubernur Jawa Tengah.
Awal aksi berjalan lancar, mahasiswa yang berorasi di depan Gedung DPRD Jateng berjalan lancar. Beberapa orang menyampaikan orasi dengan khidmad dan berkobar-kobar.
Dilanjutkan aksi simbolik untuk menyegel DPRD Jateng dan aksi ini sebagai bentuk bahwa hati nurani DPR telah mati, kemudian tidak ada keberpihakan kepada rakyat di mana hari ini tadi DPR RI sedang membahas dan ingin mengesahkan UU Pilkada meskipun sore tadi sidang ini ditunda. Namun tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari, revisi UU Pilkada akan ditetapkan.
Mahasiswa sudah berusaha masuk secara damai. Namun, polisi menghalang-halangi massa aksi yang ingin masuk gedung. Hingga pada akhirnya mahasiswa merobohkan gerbang besi gedung belakang DPRD Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang.
Massa dari ribuan mahasiswa yang menolak Revisi UU Pilkada oleh DPR itu, kemudian memaksa masuk halaman DPRD. Tetapi diblokade oleh petugas Dalmas Polrestabes Semarang dan Polda Jateng.
Aksi berakhir ricuh dengan pembubaran massa dengan ditembakkan gas air mata berkali-kali dan water connon. Tak hanya itu, Dalmas mengejar mahasiswa hingga menembakkan gas air mata di sepanjang jalan dan paling parah di dalam SMK N 4 Semarang.
Tercatat 18 mahasiswa mengalami sesak napas, dan pingsan hingga dilarikan ke 4 RS di Semarang. (nc)
Kontributor || Nur Colis, WI200057
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)