1. News
  2. Adventure
  3. Ekosentrisme : Seni Merawat Lingkungan Lewat Akal

Ekosentrisme : Seni Merawat Lingkungan Lewat Akal

ekosentrisme-:-seni-merawat-lingkungan-lewat-akal
Ekosentrisme : Seni Merawat Lingkungan Lewat Akal

Pohon adalah puisi yang ditulis bumi di atas langit” — Khalil Gibran.

Oleh : Rizki Mubarok
Enviromental Enthusisast

Wartapalaindonesia.com, EDUKASI Berdasarkan data yang diambil Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK, hasil pemantauan hutan Indonesia tahun 2019, luas lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 94,1 juta ha atau 50,1% dari total daratan.

Konvensi yang dilaksanakan United Nations Convention on The Law of the Sea (UNCLOS) pada tahun 1982, menobatkan Indonesia sebagai negara kepulauan. Selain itu, Amerika Serikat dan Singapura menjuluki Indonesia sebagai ‘paru-paru dunia’.

Hal itu didasarkan atas letak geografis yang diapit oleh wilayah perairan dan laut yang luas, kekayaan sumber daya alam flora dan fauna yang melimpah.serta hutan tropis yang ada di Indonesia berperan sebagai penopang udara bersih di dunia.

Sehingga masyarakat Indonesia memiliki peran penting untuk bisa menjaga kekayaan alam yang melimpah tersebut. Sebagaimana yang tertera di dalam pasal 67 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Undang-Undang Lingkungan Hidup yang berbunyi:

“Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup”

Akan tetapi, letak geografis dan kekayaan sumber saya alam yang sangat melimpah ini, kurang bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga semakin tahun luas wilayah hutan yang ada di Indonesia mengalami pengurangan lahan atau yang biasa disebut deforestasi alam. Guiness Book of The Record bahkan sampai menganugrahi Indonesia sebagai negara yang laju kerusakan hutannya tercepat di dunia.

Faktor utama deforestasi itu sebenarnya ada banyak. Bisa karena adanya pembakaran lahan dengan sengaja yang tujuannya adalah konversi atau pengalihan lahan dari kawasan hutan menjadi kawasan sawit. Bisa juga terjadi karena adanya penambangan secara ilegal yang membuat pepohonan dibabat habis.

Deforestasi menjadikan wilayah hutan di Indonesia mengalami kerusakan yang menyebabkan terjadi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kaburnya satwa dari hutan ke pemukiman warga, kekurangan air bersih, peningkatan emisi gas karbon, pemanasan global, dan mengurangi biodiversitas.

Memaknai Hutan
Menjaga hutan sama saja menjaga kelestarian alam. Sebelum kita beranjak lebih jauh tentang bagaimana cara menjaga hutan, tindakan apa yang bisa dilakukan atau sebagainya, hal yang perlu di ketahui adalah makna hutan bagi manusia itu sendiri.

Secara definisi, hutan diartikan sebagai lahan lapang yang di dalamnya terdapat kumpulan biotik dan abiotik yang didalamnya terdapat ekosistem yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Lebih jauh lagi, Black Law Dictionary mendefinisikan hutan sebagai daerah yang tanahnya ditumbuhi pepohonan tempat hidup segala binatang.

Terlepas dari banyaknya definisi, pemahaman yang perlu ditanamkan tentang hutan adalah hutan adalah bagian kita. Sebab, jika hutan hanya dianggap sebagai ladang penghasil kekayaan atas sumber daya alam, manusia kerap kali menjadi tokoh antagonis yang serakah terhadap lingkungan.  Hal inilah yang menjadikan hutan tidak dianggap penting.

Padahal, hutan merupakan makhluk hidup juga, sama seperti manusia yang perlu dijaga dan dirawat. Oleh karena itu, hutan bukan hanya ‘tempat mati’ saja melainkan bagian dari manusia itu sendiri. Pemikiran itulah kemudian disebut dengan pemikiran ekosentrisme.

Ekosentrisme
Ekosentrisme merupakan suatu paham dari perkembangan paham biosentrisme. Jika biosentrisme merupakan paham yang menitikberatkan pada subjek ekosistem biotik yang bernilai, ekosentrisme menitikberatkan keseimbangan ekologis antara manusia dengan lingkungan sebagai dua subjek yang sama bernilainya dan keduanya perlu dijaga. Karena keduanya saling berkaitan dan saling membutuhkan di kehidupan sehari hari. Ekosentrisme juga tidak menitikberatkan satu nilai dengan nilai lainnya yang saling bertumpukan, karena secara fundamental juga keduanya sama sama memiliki nilai yang sangat berharga.

Tak di pungkiri, setiap tahunnya populasi manusia di dunia akan selalu bertambah. Hal ini pasti berdampak pada kawasan yang ada di tengah-tengah kita. Penggunaan sumber daya alam pun akan semakin banyak, oleh karena itu perlu adanya pengerem dari tindakan yang akan dilakukan manusia untuk mencapai kebutuhan dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, pegiat lingkungan sering menyebutnya dengan pembangunan keberlanjutan yang adil. Dalam arti, meskipun kebutuhan manusia itu banyak, akan tetapi wilayah hutan yang di pergunakan hanya seperlunya saja, dan apabila wilayah tersebut sudah dibabat maka perlu adanya penanaman kembali, supaya pohon-pohon yang ditebang bisa tumbuh di kemudian hari.

Bagi saya pribadi, paham Ekosentrisme menjadikan pondasi awal bagi anak-anak dalam menjaga lingkungan. Tanamkan pada kawan-kawan sekitar juga tentang esensi tersebut, sebab jika hutan terus dibabat habis, tanah terus dikeruk, dampaknya akan kita rasakan juga

Bayangkan saja, hampir segala produk yang ada di tengah-tengah kita berasal dari alam. Sandang, pangan dan papan, semuanya pasti bersinggungan langsung dengan alam. Bahkan secanggih apa pun teknologi, sumber daya alam pasti tetap terpakai dan dibutuhkan.

Paham Ekosentrisme juga memiliki beberapa tujuan. Dari segi pandangan etis, adanya paham ini mendorong manusia secara moral untuk bisa melestarikan alam dan menjaga ekosistem di lingkungan sama seperti dia merawat dirinya sendiri. Secara filosofisnya, Ekosentrisme membuka pikiran manusia untuk bisa memposisikan ekosistem yang ada di alam seperti manusia.

Selain itu, Ekosentrisme bertujuan sebagai patokan manusia dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. (rm).

Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Ekosentrisme : Seni Merawat Lingkungan Lewat Akal
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us