1. News
  2. Berita
  3. Panser Rel: Inovasi Tempur di Atas Rel Kereta yang Pernah Lindungi Indonesia

Panser Rel: Inovasi Tempur di Atas Rel Kereta yang Pernah Lindungi Indonesia

panser-rel:-inovasi-tempur-di-atas-rel-kereta-yang-pernah-lindungi-indonesia
Panser Rel: Inovasi Tempur di Atas Rel Kereta yang Pernah Lindungi Indonesia

banner

15 Juli 2025 14.00 WIB • 2 menit

Panser Rel: Inovasi Tempur di Atas Rel Kereta yang Pernah Lindungi Indonesia

images info

Panser rel salah satu inovasi persenjataan yang berhasil diwujudkan dalam kondisi singkat. Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dibuat oleh PT Pindad ini pernah mewarnai pertempuran di Indonesia, salah satunya dalam melawan pemberontak DI/TII di Jawa Barat.

Mengenal apa itu Panser Rel?

Inovasi panser rel sebenarnya muncul pertama kali oleh prajurit Belanda saat agresi militer tahun 1947-1948. Ketika itu pasukan pribumi banyak menanam ranjau di sepanjang jalur kereta api.

Dua lokomotif uap bernomor C 2853 dan D 1418 hingga terguling keluar dari lintasan relnya. Karena itu Belanda memutar otak dengan memodifikasi panser Braat milik KNIL supaya bisa dioperasikan dari atas rel kereta.

Belanda kemudian menyebutnya Armoured Railcar ini sebagai Schietwagen (Shooting Wagon). Sementara warga pribumi menyebutnya Panser Rel.

Panser rel tanpa mesin ini kemudian diletakkan di antara bantalan kereta tanpa gerbong (flat car) dan lokomotif uap. Flat car berfungsi sebagai penyerap energi ledakan ranjau yang tergilas roda besi. 

Di atas Panser Rel dimuati tentara bersenjata yang selalu awas terhadap jalur depan rel dari kemungkinan adanya ranjau terpasang. Sementara sebagian lainnya mengawasi keadaan sekeliling di sisi samping kiri dan kanan untuk mengantisipasi adanya serangan dadakan dari para pejuang pribumi.

Diharapkan, lokomotif dan rangkaian gerbong kereta yang ditariknya tetap aman di jalurnya alias tak terpelanting keluar lintasan. Panser Rel ini dilengkapi dengan penutup kanvas untuk melindungi awak dari sengatan matahari dan lemparan granat tangan. 

Panser rel buatan Indonesia 

Setelah tahun 1950, panser rel milik KNIL akhirnya diambil alih oleh TNI. Ketika itu TNI melakukan modifikasi panser rel itu untuk menciptakan panser rel V16.

Panser rel ini disokong mesin diesel Ford VBA65HI. Karena punya tenaga sendiri, panser rel V16 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 80 km per jam.

Belum diketahui berapa level ketebalan lapis baja pada Panser Rel V16, nampak dipersenjatai senapan mesin ringan pada sisi depan dan belakang. Tidak lupa, sebagai ranpur panser ini juga telah dilengkapi perangkat komunikasi berupa radio. 

Sementara pada sisi kiri dan kanan lambung panser ini dilengkapi lubang intip. Diatasnya terdapat palka yang dapat dibuka untuk sirkulasi udara, dan tentunya bantuan tembakkan dari awak bila diperlukan.

Debut dalam pertempuran DI/TII

Panser Rel V16 debut pertama kali dalam masa konflik DI/TII di daerah Jawa Barat pada periode 1955 – 1962. Sebagai ranpur lapis baja, sudah barang tentu operatornya adalah Satuan Kavaleri Kodam VI Siliwangi (sekarang Kodam III). 

Saat itu TNI menggunakan Panser Rel untuk mengawal kereta api dari Ciawi ke Cicalengka (PP) yang sering mendapat gangguan oleh gerombolan DI/ TII. Sabotase terhadap perjalanan kereta api penumpang yang pernah dilakukan gerombolan DI/TII terjadi di Gadobangkong wilayah Padalarang pada tahun 1953 yang menyebabkan lokomotif D 2080 dan rangkaiannya terlempar keluar jalur.

Penggambaran suasana mencekam ketika itu bisa dilihat dari tahun 1948 sampai 1962, di mana bila kalian ingin berangkat dari Jakarta harus berangkat pagi dan yakin 4 sore sudah sampai di Bandung.

Tetapi bila di Bandung ada kendaraan yang berangkat keluar kota pada waktu agak sore, di perbasan kota, tentara akan melarang Anda untuk meneruskan perjalanan karena tidak aman.

Masa penuh teror ini akhirnya berakhir pada tahun 1962 setelah Pasukan Siliwangi menyergap pimpinan DI/ TII Sekarmaji Maridjan Kartosoewirjo di Gunung Geber Majalaya di selatan Kota Bandung. Semenjak itu KA ke Bandung berangsur aman dan tidak perlu lagi dikawal oleh panser.

Diabadikan di Museum

Bersamaan dengan ini, tunai pula tugas yang diemban kedua Panser Rel hingga akhirnya dipurnabaktikan. Supaya mengenang jasanya, dua Panser Rel Veteran ini diabadikan di museum.

Panser Rel tak bermesin dipajang di halaman luar Museum Satria Mandala jalan Gatot Subroto, Jakarta. Sedangkan Panser Rel dua muka dipajang di Museum Mandala Wangsit Siliwangi jalan Lembong, Bandung, Jawa Barat.

Sumber:

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editor arrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Panser Rel: Inovasi Tempur di Atas Rel Kereta yang Pernah Lindungi Indonesia
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us