Bvlgari kembali menegaskan keunggulannya dalam dunia high jewelry dengan merilis Polychroma, sebuah koleksi yang menjadikan warna sebagai pusat dari segala narasi. Diperkenalkan dalam suasana penuh kemegahan, Polychroma menjadi wujud nyata eksplorasi kreatif rumah mode asal Roma ini dalam menggabungkan budaya, arsitektur, dan seni dalam bentuk batu-batu mulia berkarakter kuat.
Dengan lebih dari 600 karya, termasuk 250 desain terbaru dan 60 mahakarya bernilai jutaan dolar, koleksi ini menjanjikan pengalaman visual yang memukau, sekaligus emosional.
Lima Mahakarya, Satu Galeri Keajaiban

(Kalung Celestial Mosaic dari koleksi Bvlgari Polychroma. Foto: Dok. Bvlgari)
Salah satu sorotan utama dari koleksi ini adalah Gallery of Wonders, yang terdiri dari lima perhiasan luar biasa. Kalung Cosmic Vault menampilkan safir 123,35 karat yang menjadi penghormatan kepada arsitektur Roma dan sejarah bintang film Elizabeth Taylor. Sementara Celestial Mosaic menghadirkan spinel 131,21 karat yang dipadukan dengan emerald, onyx, dan tourmaline—menyatukan pengaruh seni Timur Tengah dengan warisan Italia.

(Kalung Polychromatic Bloom dari koleksi Bvlgari Polychroma. Foto: Dok. Bvlgari)
Kalung Polychromatic Bloom, yang disebut sebagai simbol dari koleksi ini, menampilkan harmoni rubellite, peridot, dan tanzanite, mencerminkan semangat joie de vivre yang menjadi ciri khas Bvlgari.
Warna yang Menyatu dalam Waktu dan Gaya

(Koleksi Nuvole Preziose dari Bvlgari Polychroma. Foto: Dok. Bvlgari)

(Koleksi Nuvole Preziose dari Bvlgari Polychroma. Foto: Dok. Bvlgari)
Tak hanya perhiasan, Polychroma juga memperluas visinya ke dalam lini jam tangan mewah. Setiap jam tidak hanya mengusung fungsi, tetapi juga menyampaikan cerita. Nuvole Preziose mengambil inspirasi dari langit Roma, sementara Notte Stellata Diva menggambarkan malam berbintang dengan sentuhan artistik lewat berlian, safir, dan desain trembler yang dinamis.

(Koleksi Notte Stellata Diva dari Bvlgari Polychroma. Foto: Dok. Bvlgari)
Sebagian besar jam tangan dalam koleksi ini dilengkapi Piccolissimo—mekanisme jam mikro terkecil di dunia yang menunjukkan kepiawaian Bvlgari dalam dunia horologi.
(Baca juga: UNESCO Anugerahi Era Soekamto atas Pelestarian Budaya)
Aksesori dan Wewangian yang Menghidupkan Estetika Perhiasan

(Koleksi tas ikonis dari Bvlgari Polychroma. Foto: Dok. Bvlgari)
Dalam semangat multidisipliner, Bvlgari juga memperkenalkan tas, kacamata, dan parfum sebagai bagian dari Polychroma. Di bawah arahan Mary Katrantzou, tas-tas dalam koleksi ini tampil dengan kulit eksotis dan penutup perhiasan yang bisa dipakai sebagai liontin. Kacamata Serpenti hadir dalam bentuk skulptural bertatah berlian, sementara tiga parfum istimewa dituang dalam botol Murano dengan bros permata yang bisa dilepas dan dikenakan.
(Baca juga: Selain Hitam & Putih, Ini 6 Rumus Perpaduan Warna yang Modis!)
Komitmen pada Keindahan yang Beragam
_11zon.jpg)
(Koleksi Bvlgari Polychroma yang memikat. Foto: Dok. Bvlgari)
Melalui Polychroma, Bvlgari tak hanya mempersembahkan keindahan visual, namun juga menyampaikan pesan kuat tentang keberagaman dan keunikan. “Koleksi ini mencerminkan jiwa kami yang penuh warna,” ungkap CEO Bvlgari, Jean-Christophe Babin. “Setiap karya adalah selebrasi akan karakter, warisan, dan impian tanpa batas.”
Bagi para pencinta perhiasan, Polychroma bukan sekadar koleksi. Ia adalah pengalaman—sebuah dunia tempat warna, bentuk, dan cerita hidup berdampingan dalam harmoni.