1. News
  2. Berita
  3. Review Matchweek 13 Liga Inggris: Pergeseran Ritme

Review Matchweek 13 Liga Inggris: Pergeseran Ritme

review-matchweek-13-liga-inggris:-pergeseran-ritme
Review Matchweek 13 Liga Inggris: Pergeseran Ritme

Matchweek 13 Liga Inggris menghadirkan pekan yang terasa seperti sebuah cerita pendek tentang keberanian dan konsistensi. Tidak semua laga tersorot. Namun, layaknya liga paling kompetitif ini, setiap laga tersebut punya intensi dan ceritanya masing-masing.

Liga Primer Inggris ini memang tidak selalu memiliki cerita yang mengejutkan, tetapi setiap laga melahirkan cerita bagaimana semangat tim medioker mampu “melukai” tim besar yang pada akhirnya menggeser ritme liga secara keseluruhan. Yang jelas, ketegangan masih berlangsung dan tetap sulit ditebak.

Di tengah persaingan yang makin rapat, hasil di pekan ini menunjukkan pentingnya detail dalam setiap pertandingan. Mulai dari kemenangan tipis, kebangkitan mendadak, maupun kemampuan menjaga momentum. Namun, EPL bukanlah liga yang ramah statistik di atas kertas. Satu momen bisa mengubah keseluruhan perjalanan setiap tim.

Ulasan MW 13

Brentford 3 – 1 Burnley 

Brentford menang meyakinkan dengan cara khas tim ini, yaitu bermain rapi, sederhana, dan cerdik memanfaatkan kesalahan lawan. Pertandingan ini sekali lagi menjadi ajang pembuktian dari Igor Thiago. Dua gol dalam waktu 10 menit dari Thiago di pengujung pertandingan membawa Brentford mengungguli Burnley dengan skor akhir 3-1. Gol dicetak oleh Igor Thiago pada menit ke 81 lewat penalti dan menit ke-86. Sempat diimbangi lewat gol Zian Flemming pada menit ke-85, sebelum dituntaskan oleh Dango Ouattara pada menit ke-92.

Manchester City 3 – 2 Leeds United

City menegaskan bahwa siapapun yang main bisa membawa kemenangan. Bukan Haaland kali ini yang menjadi bintang, melainkan Phil Foden yang menjadi pembuka dan penutup gol di pertandingan ini (menit ke-1 dan 91). Gol lainnya dicetak oleh Josko Gvardio pada menit ke-25. Sementara, Leeds mencetak gol lewat Dominic Calvert-Lewin (49′) dan Lukas Nmecha (68′). Guardiola masih harus membuktikan kekuatan pertahanannya karena cukup rapuh di babak kedua.

Sunderland 3 – 2 Bournemouth

Sebuah comeback yang penuh haru. Tertinggal dua gol dari Bournemouth yang dicetak oleh Amine Adli (7′) dan Tyler Adams (15′), Sunderland menghentak di kandang. Sang pemain kunci Enzo Le Fee’ menjadi pembuka keran gol Sunderland di menit ke-30 lewat penalti. Kemudian, Bertrand Traore (46′) dan Brian Brobbey (69′) menuntaskan perlawanan The Cherries. Sunderland menunjukkan grit dan mentalitas baja, menunjukkan sebuah pernyataan bahwa mereka menolak untuk degradasi kembali.

Everton 1 – 4 Newcastle

Everton tak berkutik menahan laju gempuran The Magpies di kandangnya sendiri. Ndiaye dan kawan-kawan seperti pemula di depan pendukungnya sendiri. Bintang malam ini adalah Malick Thiaw lewat brace-nya di menit ke-1 dan 58. Dua-duanya lewat tandukan. Nick Woltemade sekali lagi membuktikan kontribusinya dan bisa saja membuat pendukung Newcastle melupakan Isak.

Tottenham 1 – 2 Fulham

Spurs menunjukkan ada masalah internal yang harus segera dibereskan. Dua gol cepat Fulham di awal pertandingan dari Kenny Tete (4′) dan Harry Wilson (6′) menjadi pembeda di sisa pertandingan ini. Spurs hanya bisa membalas satu gol lewat bintang Ghana Mohammad Kudus pada menit ke-59. Spurs harus tercecer di peringkat ke-12 klasemen.

Crystal Palace 1–2 Manchester United

United tidak tampil memukau, tapi kemenangan ini memperlihatkan bahwa kualitas pemain-kunci seperti Bruno Fernandes masih bernyawa. Selain Bruni, Mason Mount membuktikan bahwa dia belum habis. Dua gol dari Joshua Zirkzee (54′) dan Mount (63′) menuntaskan perlawanan Palace yang sempat memimpin lewat Jean-Phillipe Mateta (36′) lewat penalti.

Aston Villa 1 – 0 Wolverhampton

Villa menang tipis lewat gol spektakuler Boubacar Kamara yang bukan hanya soal teknik, tapi timing dan naluri. Laga ini memperlihatkan bagaimana satu momen individual bisa menutup pertandingan yang berlangsung seimbang. Wolves sendiri masih kesulitan mengkonversi dominasi jadi gol.

Nottingham Forest 0–2 Brighton

Brighton kembali efektif sebagai unit serang yang matang. Gol-gol di akhir tiap babak, Maxim De Cuyper (45’+1) dan Stefano Tzimas (88′), menunjukkan disiplin penempatan dan sense of occasion yang tajam. Brighton menjaga momentum bagus dalam mengeksekusi momen kunci. Forest tidak mampu mengonversi dominasinya di dalam permainan menjadi sebuah gol.

West Ham 0–2 Liverpool

Alexander Isak membuka rekening golnya di liga musim ini bersama Liverpool. Seharusnya ini bisa memberikan efek psikologis besar baginya. Liverpool tidak sempurna tapi Isak plus Cody Gakpo (gol penutup) memberi tanda bahwa respons kolektif dan finishing yang tajam bisa menjadi obat pada periode sulit. Ajang ini juga menjadi panggung bagi Wirtz yang tampil ciamik. Tanpa Salah, Liverpool bisa baik-baik saja.

Chelsea 1–1 Arsenal

Laga utama di pekan ini berakhir antiklimaks. Chelsea sebagai tuan rumah tidak bisa menumbangkan dominasi The Gunners yang bercokol di puncak. Chelsea yang bermain hampir satu jam dengan 10 orang, karena kartu merah yang kontrovesial kepada Caicedo di menit ke-38. Namun, Chelsea justru sempat memimpin lewat Trevoh Chalobah pada menit ke-48. Walaupun demikian, Arsenal menunjukkan karakter juaranya lewat determinasinya. Adalah Mikel Merino yang mampu menyamakan skor pada menit ke-59. Chelsea menunjukkan kualitasnya, sementara Arsenal menunjukkan kesabarannya dengan menguasai permainan.

Simak ulasan Liga Inggris selengkapnya di siniar Youtube Halftime Break

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Review Matchweek 13 Liga Inggris: Pergeseran Ritme
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us