1. News
  2. Berita
  3. Dongeng Nusantara Bertutur, Gawat, Rumah Opung Kebanjiran!

Dongeng Nusantara Bertutur, Gawat, Rumah Opung Kebanjiran!

dongeng-nusantara-bertutur,-gawat,-rumah-opung-kebanjiran!
Dongeng Nusantara Bertutur, Gawat, Rumah Opung Kebanjiran!

Aku melambaikan tangan pada mobil sedan hitam yang semakin menjauh. Dengan senyum lebar dan hati yang riang gembira, aku memasuki rumah Opung sambil memeluk boneka lumba-lumba kesayanganku. Sementara itu, Opung Doli sibuk mengangkat koper dan barang bawaanku. 

Meski hujan lebat sejak semalam dan ibu bilang untuk tak usah dulu ke rumah Opung, aku tetap bersikeras untuk pergi.

“Opung Boru!”

“Udah datang rupanya cucu Opung ini.”

Aku berlari memeluk erat Opung Boru yang sedang sibuk di dapur. Opung mengusap rambutku lembut. 

“Opung masak pisang goreng, ya?”

“Iya, ayo, kita makan sama-sama.”

Opung segera menyalin pisang goreng yang baru saja matang ke atas piring. Lalu, membawanya ke ruang tamu. Aku mengekori dari belakang.

“Cuci tanganmu dahulu Bima, baru kau makan pisang goreng Mamakku itu,” Udak Doni yang baru keluar dari kamar mengagetkanku.

“Iya Udak.” Aku segera berlari menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan. 

Aku menikmati pisang goreng buatan Opung Doli. Sungguh ini liburan yang sangat dinantikan. Aku bebas menonton televisi lalu nanti siang akan pergi ke kebun dan kolam ikan Opung Doli. 

Tapi, hujan belum juga berhenti. Aku jadi gelisah tidak dapat pergi bermain di luar. Aku memandangi hujan dengan perasaan sedih.

“Sudah tidur saja dulu kau, Bim, hujannya masih lama berhenti,” Udak Doni menghampiriku yang termenung di depan pintu. Mungkin ada benarnya, aku lebih baik tidur daripada bersedih karena hujan.

Sebelum terlelap ke alam mimpi, aku justru dikagetkan oleh teriakan Opung Boru. “Sudah masuk rumah, angkat dahulu kulkasnya.”

Aku segera berlari keluar kamar dan menyadari rumah Opung sudah kebanjiran, kira-kira sebatas lututku. Airnya berwarna keruh dan banyak sampahnya. Semua orang di rumah tampak kalang kabut menyelamatkan barang berharga.

Baru bisa istirahat dua jam kemudian, airnya sudah surut setengahnya. Aku bersama Opung dan Udak Doni duduk di kursi depan sambil menikmati sisa pisang goreng tadi pagi.

“Kenapa rumah Opung bisa kebanjiran, ya?”

“Begitulah Bim, akibat alam tidak dijaga, hutan di ujung sana kan digunduli, jadi air tanah tidak meresap. Terus saluran air juga dipenuhi sampah yang dibuang sembarangan. Hujan deras juga tidak berhenti dua hari ini,” Udak Doni menjelaskan sambil mengunyah pisang goreng.

“Kalau begitu, penyebabnya dari alam dan ulah manusia, ya Udak?”

“Iya, makanya kita harus menjaga dan menyayangi alam.”

Aku mengangguk setuju dengan nasihat Udak Doni, alam memang harus dirawat dan disayangi, jangan sampai alam marah dan terjadi bencana.*

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Nurhidayah Tanjung
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dongeng Nusantara Bertutur, Gawat, Rumah Opung Kebanjiran!
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us