1. News
  2. Berita
  3. Persaingan di Kantor

Persaingan di Kantor

persaingan-di-kantor
Persaingan di Kantor

Semenjak kecil, kita sudah mengenal persaingan. Bersaing menjadi juara kelas, mendapatkan peran penting dalam acara-acara di sekolah, bahkan antarsaudara pun bisa muncul sibling rivalry. Sumber daya, kesempatan yang terbatas mau tidak mau memang menciptakan persaingan.

Persaingan juga terjadi dalam kehidupan berorganisasi. Sesama management trainee dalam angkatan yang sama bersaing satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan penetapan yang lebih cepat. Struktur organisasi berbentuk segitiga dengan kesempatan kian sedikit untuk posisi yang lebih tinggi, mau tidak mau menciptakan persaingan.

Para peneliti menyebut itu sebagai struktur scarcity by design ketika tidak cukup kursi tersedia untuk semua orang. Dalam struktur seperti ini, orang belajar membaca peluang, menghitung risiko, dan kadang tanpa sadar membaca rekan kerja seperti membaca pesaing.

Persaingan tidak selalu berarti negatif. Dalam versi yang sehat, persaingan dapat membuat kita terpacu, bukan terancam. Kita belajar lebih cepat, bekerja lebih tekun, dan menciptakan ruang untuk berkembang tanpa saling menyingkirkan.

Namun, persaingan yang tidak sehat membuat suasana terasa sengit dalam ruangan kecil. Energi yang seharusnya diarahkan pada pekerjaan justru habis untuk bertahan.

Di titik itulah emosi memainkan peran besar. Persaingan bisa melahirkan benign envy, bentuk iri yang membuat kita ingin mengembangkan diri agar tidak ketinggalan dari yang lain. Namun, bisa pula mencetuskan lahirnya bentuk lain yang disebut malicious envy, ketika kita diam-diam berharap orang lain tersandung.

Bentuk pertama meningkatkan kapasitas, bentuk kedua merusak hubungan. Keduanya sama-sama manusiawi, tetapi tidak sama dalam konsekuensinya.

Persaingan kadang menguntungkan

Dalam dunia budi daya perikanan, kita mengenal praktik biomanipulation ketika petambak ikan bandeng/nila memasukkan sejumlah kecil ikan gabus atau lele. Dengan zona hidup yang berbeda, ikan predator akan memangsa ikan-ikan yang lemah dan sakit, sementara ikan-ikan yang sehat akan semakin aktif bergerak untuk menghindari para predator ini. Hasilnya, petambak bisa mendapat panen ikan yang sehat dengan manipulasi alami ini.

Dalam organisasi, persaingan yang sehat dapat memberikan dopamin kompetitif yang dibutuhkan tim untuk menjadi lebih fokus, kreatif, dan menghasilkan banyak inovasi. Sebagaimana tambak tadi, petambak harus menjaga ekosistem, jangan sampai populasi ikan predator tidak terkontrol sehingga menimbulkan stres patologis. Organisasi pun perlu menjaga atmosfer persaingan agar tetap berada pada tingkat stres yang adaptif.

Persaingan juga dapat membantu organisasi mengidentifikasi siapa yang siap memimpin. Ketika tekanan meningkat, kemampuan mengambil keputusan, memengaruhi stakeholders, dan menuntaskan pekerjaan menjadi lebih terlihat.

Persaingan menjadi alat diagnosis yang menguji ketahanan psikologis, bukan hanya kompetensi teknis. Persaingan juga membantu mempercepat pembelajaran. Karyawan yang memiliki benign envy cenderung belajar lebih cepat, mengambil kursus, mencari mentor, dan memperbaiki cara kerja. Kehadiran pesaing dapat membuat kita mengatur ulang standar diri yang sebelumnya tidak disadari terlalu rendah.

Harga persaingan

Ahli biologi evolusioner William Muir mencoba bereksperimen menciptakan kawanan ayam paling produktif. Ia membuat dua kelompok ayam.

Kelompok pertama adalah ayam-ayam super produktif. Sementara dalam kelompok kedua, ia memilih ayam berdasarkan kinerja kelompok terbaik, bukan individual. Setelah beberapa generasi, hasilnya mengejutkan. Hanya tiga ayam dari kelompok super yang bertahan hidup, sisanya saling mencabuti bulu dan membunuh satu sama lain sehingga produktivitas pun menurun drastis.

Fenomena itu disebut sebagai super-chicken model ketika mereka menjadi produktif karena menghalangi ayam lain makan dengan menyerangnya. Sementara dalam kelompok kedua populasi tetap stabil dan produktivitas meningkat secara konsisten.

Kita mungkin pernah melihat versi organisasi untuk model ayam super ini ketika performa individu naik, tetapi kinerja organisasi menurun. Di sisi lain kita juga mengenal istilah survival of the kindest ketika kelompok kerja di organisasi unggul karena saling membantu, bukan saling membunuh.

Kindness tidak sekadar bermanis-manis, tetapi juga bagaimana berbagi informasi, meluangkan waktu membantu yang lain, memperingatkan bahaya, maupun berbagi kredit. Produktivitas kolektif lahir dari konsistensi ini.

Kerugian lain dari persaingan adalah penyimpangan etis. Dalam organisasi yang menonjolkan loss framing, ketika kekalahan memberikan konsekuensi kerugian, karyawan cenderung mengambil jalan pintas. Berbeda ketika organisasi menonjolkan gain framing, dengan memberikan reward, karyawan cenderung berinovasi. Inilah excitement vs anxiety pathway yang harus disadari pemimpin, yang satu menuju kreativitas, yang lain menuju kecemasan dan manipulasi.

Jangan lupa ada harga sosial yang juga harus dibayar, yaitu keretakan sosial. Ketika kantor berubah menjadi turnamen, rasa percaya menjadi komoditas langka. Informasi ditahan, kolaborasi ditunda, dan masing-masing mulai menghitung siapa yang mendapat kredit lebih banyak.

Energi akhirnya habis untuk berpolitik daripada pekerjaan substantif. Banyak organisasi kehilangan talenta terbaiknya bukan karena konflik terbuka, melainkan hilangnya rasa aman psikis untuk bekerja.

Bersaing dengan sehat

Yang harus dilakukan bukan menghapus persaingan, melainkan bagaimana mengembangkan cara berkompetisi yang tidak mengorbankan kesehatan psikologis, hubungan, maupun reputasi.

Bonus dan promosi yang dikaitkan dengan kinerja tim akan mendorong tim menyusun strategi sebagai kelompok, bukan sebagai serigala tunggal. Kriteria persyaratan jabatan dipaparkan sejelas mungkin sehingga individu bisa melihat sendiri sejauh mana pencapaiannya dan mempersiapkan area pengembangannya.

Organisasi juga bisa mengembangkan sistem institutionalized dissent untuk menciptakan psychological safety sehingga perbedaan pendapat tidak dianggap pembangkangan, tetapi justru penyempurnaan keputusan.

Sebagai pribadi, kita juga bisa membangun reputasi kolaboratif sebagai orang yang aman untuk bekerja bersama, ketimbang reputasi sebagai orang yang paling pintar. Kita bisa menang bersama, bukan hanya menang sendiri.

Dan, mungkin, di sini kita memahami sesuatu yang sering terlewat dalam diskusi tentang persaingan: dalam organisasi yang baik, nilai tambah tidak datang dari siapa yang tercepat memanjat tangga, tetapi dari siapa yang mampu membuat tangga itu lebih kokoh untuk semua orang.

Baca juga: Basa-basi yang Terlupakan

EXPERD

HR CONSULTANT/KONSULTAN SDM

Eileen Rachman & Emilia Jakob

Character Building Assessment & Training EXPERD

EXPERD (EXecutive PERformance Development) merupakan konsultan pengembangan sumber daya manusia (SDM) terkemuka di Indonesia.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Persaingan di Kantor
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us