Wartapalaindonesia.com, Aceh Tengah — Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala Se-Indonesia bersama Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala se-Indonesia menggelar Aksi Kemanusiaan Tanggap Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. (11/01/2025).
Dalam aksi tersebut, PKN dan PKD Mapala Se-Indonesia mendirikan Posko Kemanusiaan Mapala se-Indonesia sebagai pusat komando dan koordinasi penanganan bencana di lapangan.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan tim Mapala dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, relawan gabungan, serta masyarakat setempat. Selama masa tanggap darurat, tim menjalankan empat program utama, yakni Search and Rescue (SAR), penyaluran logistik, pembersihan fasilitas umum, dan penanganan medis.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, kegiatan difokuskan pada sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Linge (Desa Pantan Nangka, Penarun, Jamat, Reje Payung, Kute Reje, dan Delung Sekinel), Kecamatan Bintang (Desa Kelitu, Sintep, Syiah Utama, dan Kala Segi), Kecamatan Kebayakan (Desa Jongok Meluem), serta Kecamatan Ketol (Desa Bah).
Koordinator Pusat PKN Mapala se-Indonesia menyampaikan bahwa kehadiran Mapala tidak hanya ditujukan untuk merespons kondisi darurat, tetapi juga membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Mapala Se-Indonesia hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi memastikan proses penyelamatan, pemulihan, dan edukasi kebencanaan berjalan secara terpadu. Posko ini kami dirikan sebagai pusat koordinasi agar seluruh potensi relawan dan bantuan dapat bekerja secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan empat program tersebut, Tim Mapala Se-Indonesia berhasil menyalurkan sekitar 20 ton bantuan logistik yang terdiri atas kebutuhan pangan, perlengkapan penerangan, peralatan darurat, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak banjir dan longsor.
Selain bantuan fisik, tim juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak, khususnya yang sedang menjalani masa libur sekolah. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif, permainan, pendampingan psikososial, serta pemutaran layar tancap berhadiah guna membantu pemulihan kondisi mental anak-anak dan masyarakat pascabencana.
Pada sektor lingkungan dan fasilitas umum, tim melakukan pembersihan masjid serta jalan dari material lumpur dan longsor. Kegiatan tersebut sekaligus membuka jalur evakuasi dan menetapkan titik kumpul warga sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Aceh Tengah.
Tim medis Mapala se-Indonesia juga melakukan pemeriksaan kesehatan, penanganan medis ringan, serta pemberian obat-obatan kepada masyarakat terdampak.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga lebih siap menghadapi potensi bencana ke depan. Edukasi mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul menjadi bagian penting dari kerja kemanusiaan kami,” tambah Koordinator PKN Mapala Se-Indonesia.
PKN dan PKD Mapala se-Indonesia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur serta pihak yang telah mendukung aksi kemanusiaan ini. Dukungan tersebut dinilai sangat berarti bagi relawan dan masyarakat terdampak.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti peran strategis Mapala se-Indonesia sebagai kekuatan relawan berbasis kampus dalam penanggulangan bencana nasional, dengan mengedepankan nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kontributor || PKN Mapala
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)