1. News
  2. Mojok
  3. 3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

3-tradisi-manten-paling-unik-di-tulungagung.-terdengar-aneh-bagi-pendatang,-tapi-normal-bagi-warlok
3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Mendengar kata manten, apa yang pertama kali terlintas di kepala kalian? Kebanyakan orang pasti membayangkan pasangan manusia yang duduk di pelaminan lengkap dengan riasannya. Akan tetapi, di Tulungagung, manten tidak hanya sebatas itu.

Urusan manten tidak selalu melibatkan manusia. Tradisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun sehingga dianggap wajar oleh warlok. Namun, bagi pendatang, saya yakin kebanyakan akan mengernyitkan dahi.

Walau terlihat aneh bagi orang luar, tradisi manten Tulungagung ini nyatanya penuh makna dan harapan baik. Menariknya lagi, sebagian tradisi ini masih bisa dijumpai sampai sekarang. Bahkan, berubah menjadi bagian dari identitas budaya Tulungagung.

#1 Mengarak kucing sebagai ritual minta hujan yang sudah mendunia

Pertama ada manten kucing. Sesuai namanya, ritual ini melibatkan sepasang kucing jantan dan betina. Keduanya diperlakukan layaknya pengantin. Kucing-kucing tersebut diarak dalam sebuah prosesi adat sebelum akhirnya dimandikan di sumber air atau telaga yang ada di desa.

Tujuan utama ritual ini bukan untuk mencarikan jodoh kucing. Masyarakat melaksanakannya sebagai doa agar hujan segera turun ketika kemarau panjang melanda wilayah mereka. Tradisi ini lahir dari cerita turun-temurun tentang leluhur desa yang dipercaya berhasil mendatangkan hujan setelah memandikan kucing saat masa kekeringan.

Yang menarik, suasana ritual ini biasanya berlangsung meriah. Ada arak-arakan, doa bersama, kesenian tradisional, hingga selametan warga. Jadi bukan sekadar acara simbolis, melainkan juga ajang mempererat hubungan sosial masyarakat desa.

Bagi orang luar, mungkin tradisi ini terdengar lucu. Namun, bagi warga lokal, manten kucing adalah warisan budaya yang sarat makna. Tradisi ini juga sudah menjadi bagian penting dari identitas desa mereka. Dan, jangan salah, tradisi dari Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat ini sudah dikenal lumayan luas di tingkat nasional lho.

#2 Manten pari sebagai wujud rasa syukur petani terhadap alam

Kalau Manten Kucing berkaitan dengan hujan, manten pari lebih dekat dengan kehidupan para petani. Tradisi ini lahir dari penghormatan masyarakat agraris terhadap padi yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Di dalam budaya Jawapadi sering dikaitkan dengan sosok Dewi Sri yang dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Karena itulah, menjelang panen atau setelah panen berhasil, sebagian masyarakat menggelar prosesi simbolis yang dikenal sebagai manten pari.

Pada ritual ini biasanya dipilih dua ikat padi terbaik. Kemudian, dihias menyerupai pasangan pengantin. Keduanya diarak atau ditempatkan di lokasi khusus sebelum dibawa ke lumbung. Prosesi tersebut menjadi simbol penyatuan harapan agar hasil pertanian tetap melimpah pada musim berikutnya.

Bagi masyarakat desa, padi bukan sekadar tanaman. Padi adalah sumber makan, sumber penghidupan, sekaligus penopang ekonomi keluarga. Karena itulah penghormatan terhadap padi diwujudkan melalui berbagai ritual tradisional, termasuk manten pari.

Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Ada tanah, air, cuaca, dan kerja keras petani yang semuanya saling terhubung. Lewat manten pari kita diajak tetap menghargai alam yang selama ini memberi kehidupan.

Meski tidak sepopuler manten kucing, tradisi ini masih dapat dijumpai dalam beberapa kegiatan adat pertanian di wilayah pedesaan Tulungagung dan menjadi bagian dari budaya agraris masyarakat setempat.

#3 Kirab pengantin tebu, cara warlok Tulungagung menandai dimulainya musim giling

Manten tebu berkembang di kawasan industri gula. Tradisi ini menjadi salah satu ritual yang masih rutin dilaksanakan menjelang musim giling tebu di Tulungagung.

Salah satu bukti pelaksana tradisi ini adalah pabrik gula Modjopanggoong di Tulungagung. Setiap menjelang musim giling, pihak pabrik gula mengadakan prosesi kirab pengantin tebu

Tujuan tradisi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar proses produksi berjalan lancar. Dalam ritual tersebut terdapat sepasang boneka pengantin yang disebut sebagai manten tebu. Boneka ini diarak layaknya pengantin sungguhan lengkap dengan rombongan pengiring, sesaji, seserahan, dan alunan musik tradisional Jawa.

Prosesi kirab biasanya dimulai dari kawasan permukiman menuju area pabrik gula. Setelah sampai di lokasi penggilingan, boneka pengantin tersebut dibawa menuju stasiun giling sebagai simbol dimulainya musim produksi gula.

Tradisi ini menyimpan berbagai harapan. Mulai dari agar petani memperoleh hasil panen yang baik, pabrik dapat beroperasi tanpa hambatan, hingga seluruh pihak yang terlibat mendapatkan keberkahan selama musim giling berlangsung.

Itulah, 3 tradisi manten paling unik di Tulungagung. Sekilas, manten kucing, manten pari, dan manten tebu memang terdengar aneh. Namun, ketika dilihat lebih dekat, ketiganya menyimpan pesan yang sama. Ada doa untuk hujan, rasa syukur atas hasil panen, serta harapan akan rezeki yang terus mengalir.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us