Memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya memang bisa terasa menegangkan, terutama saat membahas soal gaji. Banyak fresh graduate merasa ragu untuk melakukan negosiasi karena takut dianggap terlalu menuntut atau bahkan kehilangan kesempatan kerja. Padahal, negosiasi gaji adalah hal yang wajar dilakukan selama kamu menyampaikannya dengan sopan, realistis, dan profesional.
Perusahaan umumnya memahami bahwa kandidat ingin mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab pekerjaan. Namun, tentu ada cara yang tepat agar negosiasi tetap terlihat profesional dan sopan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu pahami sebelum mencoba negosiasi gaji sebagai fresh graduate.
Apakah Fresh Graduate Boleh Negosiasi Gaji?
– Fresh graduate tetap punya nilai jual
– Cari tahu standar gaji terlebih dahulu
– Pilih waktu yang tepat
– Gunakan bahasa yang profesional
– Jangan takut ditolak
Agar lebih percaya diri saat menghadapi proses tersebut, berikut beberapa cara negosiasi gaji yang bisa kamu terapkan sebagai fresh graduate.
6 Cara Negosiasi Gaji bagi Fresh Graduate
1. Lakukan Riset Gaji Terlebih Dahulu
.jpg)
(Berbagai cara negosiasi gaji bagi fresh graduate. Foto. Dok. Tima Miroshnichenko/ Pexels)
Sebelum membicarakan nominal gaji, kamu perlu mencari tahu standar gaji untuk posisi yang dilamar. Kamu bisa memanfaatkan situs lowongan kerja, komunitas profesional, atau bertanya kepada alumni dan teman yang bekerja di bidang serupa. Dengan riset yang matang, kamu akan memiliki gambaran realistis mengenai kisaran gaji dan lebih mudah menentukan angka yang sesuai.
2. Pahami Nilai yang Kamu Miliki
Meski belum memiliki banyak pengalaman kerja, bukan berarti kamu tidak memiliki nilai jual. Pengalaman organisasi, magang, sertifikasi, kemampuan bahasa asing, hingga keterampilan teknis tertentu bisa menjadi keunggulan. Saat negosiasi, jelaskan kemampuan yang relevan dengan posisi yang kamu lamar agar perusahaan melihat potensi yang kamu miliki.
3. Jangan Terburu-buru Menyebut Angka
.jpg)
(Berbagai cara negosiasi gaji bagi fresh graduate. Foto. Dok. Edmond Dantès/ Pexels)
Ketika recruiter menanyakan ekspektasi gaji, kamu tidak harus langsung memberikan satu angka pasti. Kamu bisa menyebutkan kisaran gaji berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan. Cara ini menunjukkan bahwa kamu memahami standar industri sekaligus tetap fleksibel untuk berdiskusi lebih lanjut.
4. Gunakan Bahasa yang Profesional
Cara menyampaikan negosiasi sangat memengaruhi kesan perusahaan terhadap kamu. Hindari nada yang terlalu memaksa atau membandingkan perusahaan dengan tempat lain. Gunakan kalimat yang sopan dan profesional, misalnya dengan menyampaikan bahwa kamu terbuka untuk berdiskusi berdasarkan tanggung jawab pekerjaan dan benefit yang diberikan.
5. Pertimbangkan Benefit Selain Gaji
.jpg)
(Berbagai cara negosiasi gaji bagi fresh graduate. Foto. Dok. Tima Miroshnichenko/ Pexels)
Sebagai fresh graduate, kamu juga perlu memperhatikan benefit lain selain nominal gaji pokok. Tunjangan kesehatan, uang transportasi, bonus, peluang pelatihan, hingga jenjang karier bisa menjadi nilai tambah yang penting untuk perkembangan karier jangka panjang. Jangan hanya fokus pada angka besar di awal.
6. Tetap Percaya Diri dan Realistis
Percaya diri bukan berarti memasang ekspektasi terlalu tinggi. Sesuaikan permintaan gaji dengan kemampuan, posisi, dan kondisi industri. Sikap realistis akan membuat perusahaan melihat kamu sebagai kandidat yang profesional dan mudah diajak bekerja sama.
(Baca juga: Surat Lamaran Kerja Bagi Fresh Graduate)
Negosiasi gaji bukanlah sesuatu yang harus ditakuti oleh fresh graduate. Dengan persiapan yang matang, komunikasi yang baik, dan pemahaman mengenai nilai diri sendiri, kamu bisa mendapatkan penawaran yang lebih sesuai tanpa mengurangi profesionalisme. Yang terpenting, tetap percaya diri dan tunjukkan bahwa kamu siap berkembang bersama perusahaan.
(Penulis: Sania Zelikha)