1. News
  2. Berita
  3. Politeknik Kirana, Kampus Penerbangan dengan Peluang Kerja Jadi Teknisi Pesawat di Lion Air Group

Politeknik Kirana, Kampus Penerbangan dengan Peluang Kerja Jadi Teknisi Pesawat di Lion Air Group

politeknik-kirana,-kampus-penerbangan-dengan-peluang-kerja-jadi-teknisi-pesawat-di-lion-air-group
Politeknik Kirana, Kampus Penerbangan dengan Peluang Kerja Jadi Teknisi Pesawat di Lion Air Group

Politeknik Kirana, Kampus Penerbangan dengan Peluang Kerja Jadi Teknisi Pesawat di Lion Air Group


“Dengan berdirinya politeknik ini, itu kita merubah yang tadinya hanya pelatihan tapi kita juga mendirikan namanya perguruan tinggi,” kata Taufik Hidayat.

Pernyataan dari Direktur Utama Politeknik Kirana, Taufik Hidayat, itu menandai perubahan cara industri penerbangan, terkhusus Lion Air Group menyiapkan tenaga kerjanya.

Selama ini, banyak teknisi pesawat lahir dari jalur pelatihan. Model ini memang cepat. Namun pendekatan tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Dengan kata lain, kebutuhan industri tidak lagi berhenti pada keterampilan teknis. Tapi juga kemampuan berpikir, membaca sistem, dan mengambil keputusan.

“Sehingga mereka tidak hanya terampil… tapi juga sistematik, analitik sehingga dia bisa mengembangkan profesinya,” lanjut Taufik.

Dari Training Center ke Pendidikan Tinggi

Perubahan utama yang dilakukan oleh Lion Air Group adalah menggabungkan pelatihan dengan sistem pendidikan tinggi melalui pendirian Politeknik Kirana.

“Jadi mungkin bisa mengaca seperti seorang dokter yang harus pendidikan dulu selesainya di dunia profesi,” ujar Taufik.

Artinya, jalur menjadi teknisi pesawat mulai diarahkan seperti profesi lain yang membutuhkan dasar akademik kuat sebelum masuk ke dunia kerja.

Model ini diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi juga mampu berkembang dalam jangka panjang.

Politeknik Kirana menerapkan program Sarjana Terapan (D4) dengan durasi empat tahun. Yang membedakan adalah komposisi pembelajarannya.

Pada tahun terakhir, sekitar 75% kegiatan nantinya diisi oleh praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga masuk ke lingkungan yang menyerupai industri.

Selain itu, kurikulum yang digunakan mengacu pada CASR Part 147.

CASR Part 147 adalah standar pelatihan teknisi pesawat yang digunakan di industri penerbangan. Standar ini memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Dengan standar tersebut, proses belajar tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga langsung terhubung dengan kebutuhan lapangan.

Tiga Program Studi Utama

Berlokasi di kawasan Talaga Bestari, tepatnya di Komplek Perkantoran Lion Air, Desa Wana Kerta, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Politeknik Kirana membuka tiga program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri penerbangan.

Pertama, Teknologi Rekayasa Perawatan Pesawat Udara. Prodi ini berfokus pada perawatan, inspeksi, dan memastikan pesawat dalam kondisi layak terbang.

Kedua, Teknologi Rekayasa Avionik yang mempelajari sistem elektronik pesawat. Avionik mencakup sistem navigasi, komunikasi, hingga kontrol otomatis yang berperan penting dalam keselamatan penerbangan.

Ketiga, Logistik Industri Penerbangan. Prodi ini berfokus pada manajemen rantai pasok dan distribusi suku cadang. Dalam industri penerbangan, ketesediaan suku cadang menjadi hal yang krusial, Keterlambatan satu komponen saja dapat mengganggu jadwal operasional pesawat.

Peluang Kerja dan Akses Global

Lulusan Politeknik Kirana memiliki peluang untuk bekerja di ekosistem Lion Air Group, termasuk unit perawatan dan logistik.

“Anak-anak Indonesia yang sekolah di sini kemungkinan besar kita akan karyakan buat negara,” kata Founder Lion Group, Rusdi Kirana.

Namun, jangkauannya tidak hanya di dalam negeri. Terbuka pula peluang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Kita juga bekerja sama dengan pabrik-pabrik pesawat kayak Boeing, Airbus, Honeywell, dan Goodridge. Nanti mereka akan kita kirim ke Amerika, Eropa untuk melanjutkan sekolahnya,” imbuh Rusdi.

Kerja sama ini membuka akses bagi lulusan untuk masuk ke ekosistem industri global.

Kawan GNFI, model seperti ini menunjukkan bahwa industri mulai ikut membangun jalur pendidikannya sendiri. Bukan hanya merekrut tenaga kerja, tapi menyiapkannya sejak awal.

Di sisi lain, ini juga membuka peluang baru bagi anak muda yang ingin masuk dunia penerbangan dengan jalur yang lebih jelas dan terstruktur.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Politeknik Kirana, Kampus Penerbangan dengan Peluang Kerja Jadi Teknisi Pesawat di Lion Air Group
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us