1. News
  2. Berita
  3. Ryan Adriandhy Jelaskan Alur Pembuatan Film Na Willa: Semua Kru Baca Naskah

Ryan Adriandhy Jelaskan Alur Pembuatan Film Na Willa: Semua Kru Baca Naskah

ryan-adriandhy-jelaskan-alur-pembuatan-film-na-willa:-semua-kru-baca-naskah
Ryan Adriandhy Jelaskan Alur Pembuatan Film Na Willa: Semua Kru Baca Naskah

Ryan Adriandhy Jelaskan Alur Pembuatan Film Na Willa: Semua Kru Baca Naskah


Ryan Adriandhy ialah komedian yang mulai menempatkan namanya di industri hiburan Indonesia setelah mengikuti kompetisi lawakan tunggal (stand up comedy), Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) yang ditayangkan Kompas TV pada 2011 lalu. Tak sekadar berpartisipasi, pria lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) ini mendapat predikat juara.

Nama Ryan pun terkatrol setelahnya. Ia tampil dalam serial televisi Malam Minggu Miko dan sejumlah program tv yang lain.

Ryan lalu vakum dari dunia industri hiburan Indonesia untuk menimba studi animasi di Institut Teknologi Rochester. Sekembalinya ke Indonesia, ia kemudian terjun ke perfilman sebagai sutradara dan animator.

Kini Ryan terbilang sebagai sutradara yang sukses. Pada 2025 lalu, film animasi Jumbo yang digarapnya menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa.

Sukses dengan Jumbo, Ryan kembali menyutradarai film lain yaitu Na Willa yang baru saja tayang pada pertengahan Maret 2026 ini. Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo, Ryan mengaku tertarik mengangkat kisah tersebut karena dirasanya memiliki kedekatan dengan keluarga di Indonesia.

Cerita Relevan Lintas Zaman

Ryan kembali meyakinkan banyak khalayak bahwa dirinya pantas menjadi salah satu sutradara pendatang baru kawakan. Setelah kesuksesan film Jumbo, ia kembali merilis film bertemakan anak-anak berjudul Na Willa.

Dari animasi ke live action, Ryan mengaku bahwa apapun formatnya yang terpenting ialah segi ceritanya. Baginya Na Willa memiliki konsep cerita menarik yang dirasa pantas ditampilkan dalam format live action.

“Aku seorang storyteller, jadi merasa bukan medium yang nentuin cerita tapi cerita yang nentuin medium. Jadi bukan kayak, ‘ah, udah animasi sekarang nyoba live action’,” ucap Ryan kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Bagi Ryan sendiri Na Willa memiliki cerita yang mendalam dan lekat dengan keluarga-keluarga di Indonesia. Meskipun latarnya tahun 1960-an, ia yakin kisahnya tetap relevan untuk tiap keluarga di segala zaman.

“Menurut sangat relevan dengan keluarga di Indonesia ini adalah adaptasi novel NaWilla. Di dalamnya banyak sekali momen dan peristiwa yang mengajak aku kembali ingat masa kecil. Real banget perasaannya tuh, dan menurutku pesan dan rasa yang disampaikan cerita novel Na Willa relevan lintas zaman,” ungkapnya.

Bebas Asap Rokok

Film Na Willa melibatkan banyak aktor dan aktris cilik masa kini yang bertalenta. Ryan pun mengakui banyak menghadapi tantangan memandu mereka yang memiliki pola pikir berbeda dengan para kru film dan tokoh Na Willa yang memakai setting anak tahun 1960-an.

“Ketika aku berkenalan sama mereka dan menjelaskan karakter mereka, aku mencoba mencari apa hal yang bisa aku samain dengan keseharian mereka atau pengalaman yang mereka alami di kehidupan nyata sama karakter. Misalnya Luisa yang jadi Na Willa, ‘Kamu punya bestie di sekolah?’, ‘Suka apa aja?’,” ungkap Ryan.

Pengerjaan syuting Na Willa sendiri dibuat ramah anak. Selain para aktor dan aktris cilik diberi jam tidur siang, area syuting juga didesain bebas asap rokok.

“Kita di lokasi syuting itu bebas rokok. Jadi kru enggak boleh ada yang ngerokok. Kalau ada yang ngerokok ada areanya, tapi jauh banget dari lokasi syuting,” kata Ryan lagi.

Alur Pembuatan Film

Membuat film tidak bisa sepekan dua pekan jadi, dan tidak bisa sembarang shoot pemeran dengan angle berbeda. Sebelum proses syuting dilakukan, Ryan menjelaskan tahapan yang harus ditempuh seluruh kru film Na Willa.

Dimulai dari script conference atau pembacaan naskah bersama-sama. Di sini seluruh kru diajak mendalami naskah berisikan narasi dan dialog dalam film agar mengetahui jalan ceritanya.

“Jadi begitu draft naskahnya lock itu semua orang baca. Benar-benar semua sampai driver, orang catering baca semuanya. Jadi tahu gitu,” ucap Ryan.

Setelah pembacaan naskah selesai, maka dilanjutkanlah ke tahap meeting produksi dan proses syuting. Ryan mengaku dibantu sejumlah asisten saat proses syuting yang memiliki tanggung jawab masing-masing.

“Asisten sutradara satu dia ngebagi jadwal syuting, asisten sutradara dua ngecekin waktu mau take si aktonya udah mau ready belum secara make up, asisten sutradara tiga ngaturin ekstras di pasar. Semuanya berawal dari script conference dan meeting praproduksi, harus ngelotok itu,” ujarnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Ryan Adriandhy Jelaskan Alur Pembuatan Film Na Willa: Semua Kru Baca Naskah
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us