1. News
  2. Berita
  3. Dongeng Nusantara Bertutur, Maca dan Biji Mangrove

Dongeng Nusantara Bertutur, Maca dan Biji Mangrove

dongeng-nusantara-bertutur,-maca-dan-biji-mangrove
Dongeng Nusantara Bertutur, Maca dan Biji Mangrove

Suatu pagi di hutan mangrove di Pulau Kamujan, Karimunjawa, Jawa Tengah, seekor monyet ekor panjang bernama Maca melompat-lompat di antara akar-akar bakau. Ia adalah monyet yang senang bermain dengan teman-temannya, yaitu Nila si ikan kecil dan Krebi si kepiting.

Di tempat itu, para hewan sedang mencari pemimpin baru karena seekor monyet tua yang selama ini menjadi pemimpin, merasa dirinya sudah tidak pantas lagi memimpin.

Monyet tua lalu berkata kepada rakyatnya, “Wahai rakyatku, berkumpulah kemari! Semua hewan bergegas berkumpul untuk mendengarkan pengumuman dari monyet tua.

“Sekarang, aku sudah tua, sudah saatnya ada pemimpin baru menggantikanku. Pemimpin harus jujur dan amanah. Aku akan menguji kalian dengan memberi masing-masing satu buah biji mangrove. Rawatlah biji itu selama satu tahun. Siapa yang dapat merawatnya dengan baik, dialah yang pantas menggantikanku sebagai pemimpin.”

Semua hewan senang mendapatkan biji mangrov, termasuk Maca, Nila, dan Kreb. Setiap hari, Nila sering memamerkan biji mangrovenya. “Lihatlah, tanamanku subur. Pasti aku yang akan menjadi pemimpin nanti,” kata Nila bangga.

“Lihatlah, bijiku juga sudah tumbuh daun yang lebat dan akarnya pun panjang. Aku yang pantas jadi pemimpin,” timpal Krebi.

Sementara itu, Maca sering menyirami biji itu dan membersihkan potnya. Namun, bijinya tetap kering dan tidak pernah tumbuh.

“Ah, Maca. Lihatlah biji mangrovemu kering!” ejek Nila.

“Maca, sepertinya potmu akan menjadi rumah semut. Ha-ha-ha,” Krebi menimpali sambil tertawa.

Namun, Maca tetap sabar merawat biji mangrove itu selama satu tahun.

Tibalah hari ketika semua hewan kembali berkumpul di depan monyet tua guna menunjukkan hasil kerja kerasnya merawat biji mangrove.

Dengan bangga, Nila membawa pohon mangrove dengan daun hijau yang rimbun. Krebi membawa mangrove yang subur dengan akar yang panjang. Sementara Maca, ia hanya membawa pot berisi biji kering.

Semua hewan menertawakan Maca. Namun, monyet tua itu berdiri dan tersenyum.

“Rakyatku, setiap biji yang aku berikan kepada kalian adalah biji yang sudah aku rebus dan tidak mungkin bisa tumbuh menjadi pohon. Banyak dari kalian yang tidak jujur menggantinya dengan biji lain agar terlihat berhasil.”

Kata-kata monyet tua itu membuat hewan-hewan terkejut. Nila dan Krebi menunduk malu melihat pohon mereka.

“Hanya satu yang jujur, yaitu Maca. Ia tidak takut mengakui bahwa bijinya tidak tumbuh. Oleh karena itu, Maca yang pantas menggantikanku menjadi pemimpin baru di hutan Mangrove. Kejujuran lebih bernilai daripada menunjukkan kesuksesan palsu.”*

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Fajar Irawati
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dongeng Nusantara Bertutur, Maca dan Biji Mangrove
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us