
REPUBLIK mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Armada Sumud Global di perairan internasional.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasionalprinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina Dari Gaza.
“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” kata Andi dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (18/5).
Ia mengatakan, dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Menurut dia, kedua jurnalis tersebut tengah menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan dalam pelayaran tersebut.
“Keselamatan mereka adalah perhatian serius kami,” katanya.
Republika juga menyatakan berdiri bersama para relawan kemanusiaan internasional serta menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya perhatian dunia terhadap upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza di tengah situasi konflik dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. (Cah/P-3)