
Mitos Patung Bayi Sakah di Gianyar Bali, Bisa Menangis dan Menoleh di Malam Hari
Bali menjadi salah satu daerah di Indonesia yang dikenal memiliki nuansa spiritual tinggi. Keberadaan budaya yang masih melekat erat di tengah masyarakat makin menambah suasana yang dapat dirasakan ketika berkunjung ke Pulau Dewata tersebut.
Tidak heran ada beberapa mitos yang berkembang di tengah masyarakat Bali terkait beberapa objek yang ada di sana. Salah satunya adalah mitos terkait Patung Bayi Sakah yang ada di daerah Gianyar, Bali.
Patung ini memiliki beberapa kisah yang terkesan menyeramkan di dalamnya. Namun di sisi lain, patung ini juga dihormati dan dipercaya bisa memberikan keberkahan bagi masyarakat.
Bagaimana mitos seputar keberadaan Patung Bayi Sakah yang ada di daerah Gianyar, Bali tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Sekilas tentang Patung Bayi Sakah di Gianyar, Bali
Patung Bayi Sakah adalah salah satu objek yang bisa Kawan datangi saat berkunjung ke Bali. Patung yang memiliki tampilan bayi raksasa ini lebih tepatnya berada di Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Dinukil dari artikel Ni Putu Dharmadita Nareswari, dkk. “Mitos Patung Bayi Sakah dalam Pengembangan Eksistensi Wisata Budaya” dalam Jurnal PARIS, patung ini dulunya dibuat pada masa Bupati Gianyar Tjokorda Raka Dherana periode 1983-1993. Patung ini mengambil konsep dari Sang Hyang Brahma Lelare.
Nama Sakah sendiri merujuk pada pertigaan tempat patung tersebut berdiri. Kata “Sakah” ini berasal dari “Sake Ah” yang berarti lingga yoni.
Kata ini merujuk pada Tuhan yang universal. Hal ini membuat Patung Bayi Sakah bisa dikunjungi oleh siapa saja.
Mitos Terkait Patung Bayi Sakah
Bentuknya yang mencolok di pertigaan jalan serta tampilan fisik yang besar membuat beberapa mitos beredar terkait keberadaan Patung Bayi Sakah tersebut. Mitos yang beredar ini tidak hanya soal menyeramkan saja, tetapi ada juga yang dianggap bisa memberikan keberkahan bagi setiap orang yang mengunjungi.
Adapun beberapa mitos yang beredar terkait keberadaan Patung Bayi Sakah tersebut adalah.
1. Bisa Menoleh dan Menangis
Mitos pertama yang umum beredar terkait keberadaan patung ini adalah bisa menoleh dan menangis saat malam hari. Ada beberapa cerita yang mengatakan jika seseorang melintasi Patung Bayi Sakah, maka dia akan mendengarkan tangisan dari objek tersebut.
Tangisan ini dipercaya berasal dari Patung Bayi Sakah yang tidak diupacarai oleh orang yang lewat begitu saja. Hal itulah yang membuat orang yang melewati begitu saja objek ini bisa mendengarkan tangisan dari patung tersebut.
Selain itu, Patung Bayi Sakah juga dipercaya bisa menoleh pada malam hari. Sama seperti suara tangisan, patung itu akan menoleh ke orang-orang yang melewati objek mistis tersebut pada malam hari.
Adanya cerita yang terkesan menyeramkan ini makin menambah aura mistis dari objek yang berukuran raksasa tersebut.
2. Pemberi Keturunan
Patung Bayi Sakah tidak hanya dikenal dengan cerita mistisnya yang menyeramkan. Ada juga hal baik yang didapatkan oleh masyarakat dari keberadaan objek tersebut.
Salah satunya adalah adanya anggapan jika Patung Bayi Sakah bisa mengabulkan permohonan orang-orang yang bersembahyang di sana. Apalagi orang yang bersembahyang tersebut meminta doa agar diberi keturunan.
Selain itu, ada juga orang yang bersembahyang di sana dengan tujuan meminta keselamatan. Meskipun tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, kepercayaan ini tetap berkembang dan diwariskan di tengah masyarakat secara turun temurun hingga saat ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor