1. News
  2. Opinion
  3. Posisi Netral Terancam, Oman Jawab Peringatan Keras Trump terkait Iran

Posisi Netral Terancam, Oman Jawab Peringatan Keras Trump terkait Iran

posisi-netral-terancam,-oman-jawab-peringatan-keras-trump-terkait-iran
Posisi Netral Terancam, Oman Jawab Peringatan Keras Trump terkait Iran
Posisi Netral Terancam, Oman Jawab Peringatan Keras Trump terkait Iran
Ilustrasi. (Agung)

POSISI netral yang selama ini menjadi ciri khas diplomasi Oman kini berada di titik nadir. Setelah berhasil menjadi perantara komunikasi rahasia antara Teheran dan negara-negara Teluk di awal konflik AS-IranMuscat kini justru menghadapi tekanan hebat dari Washington untuk segera memutus hubungan diplomatik dengan Iran.

Pemerintahan Donald Trump dilaporkan melayangkan ancaman serius, mulai dari sanksi ekonomi hingga kemungkinan serangan udara. Langkah agresif ini dipicu oleh penilaian intelijen AS yang menyimpulkan bahwa Oman berencana bergabung dengan Iran dalam memungut biaya (tol) terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang strategis.

Klaim Washington: Presiden Trump dalam rapat kabinet pekan lalu menyatakan kemungkinan memerintahkan serangan udara jika Oman mendukung rencana pungutan kapal tersebut. Meski demikian, Muscat secara konsisten membantah tuduhan itu.

Diplomasi di Atas Tali Tipis

Selama ini, Oman berperan bagai Swiss di Timur Tengah. Di awal perang, Muscat membantu membuka kembali koridor penerbangan bagi negara-negara Teluk melalui jalur belakang ke Teheran. Namun, sikap tidak memihak ini kini dianggap sebagai bentuk permusuhan oleh Amerika Serikat.

Menteri Informasi Oman, Abdulla Al-Harrasi, menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada kebebasan navigasi. “Setiap ancaman terhadap kebebasan navigasi di perairan ini akan merugikan kepentingan komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Ketegangan ini juga mengungkap kerentanan posisi Oman di mata sekutu Baratnya. Berbeda dengan tetangganya seperti Arab Saudi atau Emirat Arab, Oman tidak memiliki pangkalan militer AS yang besar dan memiliki kapasitas ekonomi yang lebih kecil, sehingga kurang memiliki pengaruh kuat di lingkaran kekuasaan Washington (The Beltway).

Tekanan Regional dan Internasional

Sikap Oman yang enggan mengecam Iran secara terbuka juga memicu gesekan dengan sesama negara Arab. Muscat menjadi satu-satunya anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang menolak menandatangani pernyataan PBB yang dipimpin Emiratuntuk mengutuk blokade Iran di Hormuz.

Para pejabat Oman berargumen bahwa menjaga saluran komunikasi tetap terbuka adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang secara permanen. Namun, bagi Washington, kedekatan ini–termasuk ucapan selamat Sultan Haitham bin Tariq kepada Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru–dianggap sebagai sinyal keberpihakan yang berbahaya.

Aksi Oman Respons Amerika Serikat
Menolak mengecam blokade Iran di Hormuz. Ancaman sanksi ekonomi oleh Menkeu Scott Bessent.
Menjaga jalur belakang (back-channel) dengan Teheran. Tuduhan intelijen mengenai rencana pungutan kapal.
Menyediakan bantuan navigasi dan medis di laut. Penyampingan Oman dari proses diplomatik formal.

Kini, Muscat tengah berupaya meredam kemarahan AS melalui serangan diplomasi publik, termasuk bekerja sama dengan PBB untuk memastikan kapal pengangkut bahan baku pupuk dapat melintas dengan aman guna membantu krisis pangan di Afrika. Namun, dengan retorika Washington yang semakin keras, ruang bagi netralitas Oman tampaknya semakin menyempit. (WSJ/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Posisi Netral Terancam, Oman Jawab Peringatan Keras Trump terkait Iran
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us