1. News
  2. Opinion
  3. Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Singgung Kasus Tom Lembong sebagai Kriminalisasi

Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Singgung Kasus Tom Lembong sebagai Kriminalisasi

bacakan-pleidoi,-nadiem-makarim-singgung-kasus-tom-lembong-sebagai-kriminalisasi
Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Singgung Kasus Tom Lembong sebagai Kriminalisasi
Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Singgung Kasus Tom Lembong sebagai Kriminalisasi
Terdakwa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dengan emosional membacakan sendiri pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta.(Dok. MI/Usman Iskandar)

MANTANMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019–2024, Nadiem Makarimsecara mengejutkan menyeret nama Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong dalam nota pembelaannya (pleidoi). Nadiem menyebut kasus hukum yang menimpanya merupakan bagian dari rangkaian panjang praktik kriminalisasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem saat membacakan pleidoi dalam persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook (korupsi Chromebook) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Nadiem menilai, perkara korupsi importasi gula yang menjerat Tom Lembong (Menteri Perdagangan 2015–2016) adalah salah satu bukti adanya pola penegakan hukum yang janggal. Ia merasa dirinya bukan orang pertama yang menjadi target dari fenomena yang ia sebut sebagai “gerbong kereta kriminalisasi”.

“Gerbong kereta kriminalisasi sudah dimulai jauh sebelum saya. Pak Tom, Bu Ira, Amsal, Ibam, dan puluhan lainnya yang sampai saat ini belum dibebaskan,” ujar Nadiem di hadapan majelis hakim.

Alarm Keras bagi Penegak Hukum

Dalam pembelaannya, Nadiem menegaskan bahwa kegaduhan atau “gemuruh” publik terkait proses hukum di Indonesia tidak bermula dari kasus korupsi Chromebook yang menjeratnya. Ia menyoroti bagaimana berbagai kasus hukum yang dianggap janggal di tanah air kini telah menjadi sorotan dunia internasional.

Ia juga mengaku terkejut melihat masifnya dukungan dari para aktivis antikorupsi yang secara serentak menyuarakan kritik tajam terhadap aparat penegak hukum saat ini. Fenomena ini, menurut Nadiem, merupakan alarm keras bagi keadilan di Indonesia.

“Saya belum pernah melihat begitu banyak aktivis antikorupsi yang serentak menyuarakan alarm keras bagi aparat penegak hukum di Indonesia seperti saat ini,” imbuhnya.

Nadiem menyatakan bahwa dirinya tidak lagi memandang persidangan ini hanya sebagai upaya membela diri secara personal. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik layar penegakan hukum terhadap orang-orang yang ia klaim sebagai “orang baik”.

“Allah SWT ingin saya berdiri membacakan nota pembelaan bukan sebagai korban, melainkan sebagai saksi atas apa yang sedang terjadi kepada terlalu banyak orang baik di Indonesia,” tegasnya.

Menutup pleidoinya, Nadiem menekankan bahwa kasus dugaan korupsi Chromebook ini bukan lagi soal kezaliman terhadap satu individu. Ia mengaku telah berserah diri sepenuhnya terhadap putusan hukum yang akan dijatuhkan oleh majelis hakim.

“Saya dipenjara atau tidak, saya dimiskinkan atau tidak, itu sudah di tangan Tuhan dan di tangan yang mulia majelis hakim,” pungkas Nadiem. (Ant/H-3)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Singgung Kasus Tom Lembong sebagai Kriminalisasi
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us