1. News
  2. Berita
  3. Yoris Sebastian Masih Baca Koran untuk Kurangi Algoritma Dunia Digital

Yoris Sebastian Masih Baca Koran untuk Kurangi Algoritma Dunia Digital

yoris-sebastian-masih-baca-koran-untuk-kurangi-algoritma-dunia-digital
Yoris Sebastian Masih Baca Koran untuk Kurangi Algoritma Dunia Digital

4 Juni 2026 21.00 WIB • 2 menit

Yoris Sebastian Masih Baca Koran untuk Kurangi Algoritma Dunia Digital

images info

Yoris Sebastian. (Foto: GNFI)


Yoris Sebastian adalah pengusaha yang bergerak di industri aktif selama puluhan tahun. Pada masa mudanya – tepatnya di usia 26 tahun – ia sudah dikenal namanya terlebih ketika ditunjuk sebagai General Manager jejaring restoran musik ternama internasional yaitu Hard Rock Cafe Indonesia.

Sosok kelahiran Makassar pada 53 tahun lalu ini selain sebagai pengusaha menyandang banyak predikat dari mulai penulis, trainer, sampai pembicara publik. Namun, dari sekian banyak predikat tersebut Yoris lebih dikenal akan idenya yang kreatif sehingga sering dilibatkan dalam proyek-proyek tertentu, salah satunya peluncuran album musik.

Yoris sejak 2000-an telah memimpin perusahaan konsultan yang diberi nama Oh My Goodness (OMG) Creative. Melalui perusahaan inilah ia bisa menjual sejumlah ide kreatif sekaligus menemukan banyak pengalaman berbeda terkait industri kreatif yang terus bertumbuh secara dinamis.

Kreativitas Dimiliki Semua Orang

Dalam sebuah perusahaan, mengolah kreativitas untuk melancarkan sebuah target bisnis biasanya dilakukan tim kreatif. Biasanya tim semacam ini pada era teknologi bekerja meliputi mengunggah konten di medsos atau membuat tulisan yang menggoda klien baru.

Akan tetapi, seiring waktu Yoris menemukan bahwa kreativitas bisa dilakukan siapa saja bahkan oleh tim procurement (pengadaan) sekalipun. Dari situ Yoris pun menyimpulkan bahwa kreativitas bisa dibangun oleh siapa saja, tidak terbatas oleh tim kreatif saja.

“Ternyata procurement bisa kreatif. Jadi creativity ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan semua orang,” ucap Yoris.

Mengenai kreativitas procurement sendiri, Yoris merasa kreatif di divisi tersebut dulunya hanya berpatokan dengan urusan jual-beli saja. Perkembangan kreativitas yang lebih mumpuni lantas dilihatnya dari divisi ini di mana penggunaan data hingga algoritma, alhasil membuatnya yakin kreativitas tidak ada batasan.

“Dulu terakhir saya ke beberapa perusahaan procurement-nya sudah sangat advance kreatif menggunakan data segala dan dari seminar workshop saya sangat yakin every person is a creative person,” ungkapnya.

Baca Koran

Era digital memudahkan segalanya menggali informasi. Tinggal cantumkan kata kunci di mesin pencari maka munculah informasi yang kita inginkan itu.

Namun, Yoris sebagai pemikir kreatif tidak ingin selalu bergantung dengan bacaan informasi yang tersedia internet yang menyesuaikan algoritma pengguna. Untuk mengasah kreativitas dan pengetahuannya ia pun masih rajin membaca informasi dari koran.

“Saya sampai sekarang masih baca koran secara digital di tablet. Kenapa? Karena serendipity. Di koran, di majalah walaupun saya terpaksa harus baca secara digital gitu ya, ada yang namanya serendipity, artikel yang tidak masuk algoritma saya,” kata Yoris.

Menurut Yoris, koran telah memberi informasi pengetahuan secara acak. Apa yang diberikan algoritma internet memang bagus, tetapi ia menilai akan menjadi bahaya bila terlalu bergantung sehingga tidak memberikan wawasan baru di luar hal yang diminati.

“Itu yang memperkaya saya. Itu yang bahayanya kalau orang selalu membaca sesuai algoritma doang. Jadi memang kita harus niche, tapi kita juga harus broad walaupun setelah broad kita bawah ke niche,” ucapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Yoris Sebastian Masih Baca Koran untuk Kurangi Algoritma Dunia Digital
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us