1. News
  2. Opinion
  3. Perluas Program Pemberdayaan untuk Wirausaha Penyandang Disabilitas

Perluas Program Pemberdayaan untuk Wirausaha Penyandang Disabilitas

perluas-program-pemberdayaan-untuk-wirausaha-penyandang-disabilitas
Perluas Program Pemberdayaan untuk Wirausaha Penyandang Disabilitas
Perluas Program Pemberdayaan untuk Wirausaha Penyandang Disabilitas
Ilustrasi(Dok PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX))

AKSES terhadap pelatihan keterampilan dan peluang ekonomi yang setara masih menjadi tantangan bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Selain menghadapi hambatan dalam memasuki dunia kerja formal, sebagian penyandang disabilitas juga masih memiliki keterbatasan dalam memperoleh pendidikan, pelatihan pengembangan kapasitas, serta dukungan untuk membangun kemandirian ekonomi.

Melihat tantangan tersebut, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menyediakan program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi) sebagai pengembangan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulannya, yakni Kehidupan Keahlian Pelatihan Tengah (LSTC). LSTC merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi MPMX yang telah berjalan sejak 2015 melalui pemberian keterampilan yang berkaitan dengan keahlian bisnis perusahaan.

Pada awal pelaksanaannya, LSTC diinisiasi sebagai respons atas kebutuhan akan tenaga mekanik. Program tersebut kemudian berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi di MPMRent.

Seiring waktu, LSTC juga diperluas melalui penguatan literasi keuangan dan pengelolaan risiko finansial pribadi dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas, termasuk komunitas pengemudi ojek on linepengemudi taksi on linehingga mahasiswa. Pada tahun ini, MPMX memperluas arah program LSTC dengan menyasar kelompok penyandang disabilitas.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk mendorong kesetaraan akses terhadap edukasi dan peluang ekonomi, sekaligus mendukung terciptanya kemandirian finansial yang lebih inklusif. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembekalan literasi keuangan, pengelolaan risiko usaha dan finansial, literasi keamanan digital, penguatan kepercayaan diri, serta pendampingan usaha.

Bekerja sama dengan Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana, program MPM BISA menyasar 30 wirausaha penyandang disabilitas dari kelompok teman netra dan teman daksa. Para peserta dipilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara untuk melihat kebutuhan, potensi, serta motivasi mereka dalam mengembangkan usaha.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan, MPM BISA dirancang bukan hanya sebagai program pelatihan, melainkan sebagai ruang kolaborasi yang lebih inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari perjalanan bersama untuk tumbuh dan berkembang.

“Kami ingin memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Natalia menambahkan setiap pelaku usaha memiliki potensi besar, dan akses terhadap pengetahuan dapat menjadi salah satu kunci untuk membuka berbagai peluang tersebut.

“Kami percaya setiap pelaku usaha memiliki potensi yang besar, dan akses terhadap pengetahuan dapat menjadi salah satu kunci untuk membuka peluang tersebut,” jelasnya.

Melalui MPM BISA, Perseroan ingin mendukung wirausaha penyandang disabilitas agar memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan kapasitas yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha mereka.

Rangkaian program MPM BISA berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari proses rekrutmen peserta pada Mei dan akan berakhir pada Juli 2026.

Program tersebut mencakup tahapan persiapan dan rekrutmen, pelatihan, penyuburanmentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan. Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, pelatihan secara luring telah dilaksanakan pada 9–10 Juni 2026. Seluruh peserta hadir untuk mengikuti kelas edukasi dan memperoleh pembekalan dengan materi utama yang meliputi literasi keuangan, manajemen risiko finansial, digital keamananetika digital, dan etika bisnis.

Materi tersebut disusun untuk membantu peserta memahami pengelolaan keuangan usaha secara lebih bijak, mengenali risiko finansial, serta meningkatkan kesiapan dalam menjalankan usaha di tengah perkembangan ekosistem digital.

Melalui keterlibatan tersebut, program MPM BISA menjadi ruang belajar dua arah. Tidak hanya menjadi wadah pelatihan bagi peserta, para relawan juga memperoleh pembelajaran berharga mengenai ketangguhan, kreativitas, semangat kewirausahaan, serta cara pandang baru dalam melihat peluang dan tantangan.

Untuk memperkuat dampak program, MPMX memberikan dukungan dana hibah bagi tiga peserta terpilih sebagai modal pengembangan usaha. Penerima hibah akan ditentukan berdasarkan proses penilaian selama program berlangsung, termasuk komitmen, konsistensi, serta kemampuan peserta dalam mengaplikasikan materi pelatihan ke dalam rencana pengembangan usaha mereka. (E-4)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Perluas Program Pemberdayaan untuk Wirausaha Penyandang Disabilitas
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us