1. News
  2. Berita
  3. Kue Abug, Jajanan Tradisional Khas Betawi yang Enak Dinikmati saat Hangat

Kue Abug, Jajanan Tradisional Khas Betawi yang Enak Dinikmati saat Hangat

kue-abug,-jajanan-tradisional-khas-betawi-yang-enak-dinikmati-saat-hangat
Kue Abug, Jajanan Tradisional Khas Betawi yang Enak Dinikmati saat Hangat

4 November 2026 08.00 WIB • 2 menit

Kue Abug, Jajanan Tradisional Khas Betawi yang Enak Dinikmati saat Hangat

images info

Kue Abug, Jajanan Tradisional Khas Betawi yang Enak Dinikmati saat Hangat | Wikimedia Commons/Writingtradition


Siapa Kawan di sini yang pernah mencicipi cita rasa kue abug? Kudapan hangat yang satu ini merupakan salah satu jajanan tradisional khas yang berkembang di tengah masyarakat Betawi.

Walaupun hanya menggunakan beberapa bahan sederhana, cita rasa dari kue abug tetap memberikan kenikmatannya tersendiri saat dikonsumsi. Terlebih jika jajanan tradisional ini dimakan dalam kondisi hangat, maka Kawan bisa merasakan cita rasa sempurna dari kue abug khas Betawi tersebut.

Keberadaan kue abug masih bertahan hingga saat ini. Kawan masih bisa menemui jajanan tradisional ini di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Meskipun terlihat sederhana, kue abug ternyata juga memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat Betawi. Terlebih kuliner yang satu ini hadir dalam beberapa upacara adat yang berlangsung di tengah masyarakat.

Hal ini tentu memberikan nilai tersendiri dari kue abug, lebih dari sekadar makanan saja. Lantas bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar kudapan hangat khas Betawi tersebut?

Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Mengenal Kue Abug Khas Betawi

Dinukil GNFI dari buku Kuliner Betawi Selaksa Rasa dan Cerita, kue abug menjadi salah satu kuliner tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Betawi. Jajanan tradisional ini juga dikenal dengan nama kue abuk, hanya berbeda penyebutan di huruf belakangnya saja.

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian sebelumnya, kue abug dibuat dengan menggunakan bahan sederhana. Bahan dasar pembuatan kudapan yang satu ini mirip dengan jajanan tradisional lainnya, yakni putu.

Kue tradisional ini menggunakan campuran dua tepung sebagai bahan dasarnya, yakni tepung beras dan tepung sagu. Nantinya campuran tepung ini akan ditambahkan kelapa muda parut, gula merah, dan garam sebagai bahan dasar lainnya.

Jajanan tradisional ini sendiri memiliki cita rasa manis. Selain itu, ada juga sedikit rasa gurih yang bisa Kawan rasakan dari kelapa parut yang digunakan dalam proses pembuatan kuliner tradisional tersebut.

Erat dengan Tradisi Masyarakat

Kue abug memiliki kaitan erat dalam tradisi masyarakat. Kue tradisional ini biasanya hadir dalam beberapa upacara adat di tengah masyarakat, seperti perkawinan, sunatan, dan momen Ramadan.

Disitat GNFI dari laman Seni & Budaya Betawi, kue abug juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Ngejot. Tradisi ini merupakan salah satu budaya yang berkembang di tengah masyarakat Betawi Depok.

Tradisi Ngejot ini terjadi pada saat malam-malam ganjil di akhir Ramadan. Pada momen ini, masyarakat Betawi Depok biasanya akan saling membagikan makan pada kerabat dan saudaranya.

Makanan yang dibawakan pun juga bervariasi. Biasanya isian makanan yang dibawa dalam tradisi Ngejot adalah nasi, semur daging, emping, serta jajanan, seperti kue abug sebagai pelengkapnya.

Cara Membuat Kue Abug

Terdapat beberapa tahapan yang mesti dilalui untuk membuat kue abug. Dilihat GNFI dari akun Facebook Tastemade Indonesia, adapun resep untuk membuat kue abug adalah.

Bahan

  • Tepung beras (200 gr)
  • Tepung sagu (1,5 sdm)
  • Gula merah (200 gr)
  • Kelapa parut (1/2 butir)
  • Garam (1 sdt)
  • Air panas (150 ml)
  • Daun pisang

Cara Membuat

  • Campurkan tepung beras, tepung sagu, dan garam. Aduk hingga rata.
  • Setelah itu, tambahkan kelapa parut. Aduk kembali hingga rata.
  • Masukkan air sedikit demi sedikit. Aduk adonan hingga kalis.
  • Siapkan daun pisang yang sudah dipanaskan. Ambil satu sendok adonan dan letakkan di daun pisang.
  • Tambahkan isian gula merah di tengah adonan. Setelah itu tutup adonan hingga merata.
  • Lipat dan bungkus adonan dengan daun pisang. Lakukan bertahap hingga semua adonan habis.
  • Kukus adonan kue abug yang sudah dibungkus selama lebih kurang 45 menit.
  • Setelah matang, kue abug bisa disajikan dan dinikmati dalam kondisi hangat.

Ikuti GNFI agar tak ketinggalan kabar baik

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kue Abug, Jajanan Tradisional Khas Betawi yang Enak Dinikmati saat Hangat
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us