Dalam laporan yang dipublikasikan APPI, terdapat 24 klub dari empat kompetisi berbeda yang tercatat masih memiliki kewajiban pembayaran kepada 298 pemain. Total nilai yang harus diselesaikan mencapai sekitar Rp15,7 miliar.
Keempat kompetisi tersebut meliputi BRI Super League, Pegadaian Championship, Liga Nusantara, dan Liga 4. Data terbaru itu merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya yang dirilis APPI pada 1 September 2026.
APPI mengelompokkan persoalan pembayaran tersebut berdasarkan tahapan penyelesaiannya, mulai dari korespondensi dengan klub, penanganan melalui National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia, hingga putusan NDRC dan FIFA yang belum dilaksanakan.
Khusus BRI Super League, terdapat dua klub yang masuk dalam pendataan APPI, yakni Persija dan PSM Makassar. Keduanya tercatat memiliki kewajiban pembayaran kepada lima pemain dengan nilai Rp1,165 miliar dan 34.000 dolar AS atau setara sekitar Rp615 juta.
Dalam perincian tersebut, PSM Makassar memiliki satu perkara yang masih dalam proses korespondensi dengan klub, dua putusan NDRC Indonesia, serta satu putusan FIFA yang belum dilaksanakan.
Sementara itu, Persija tercatat memiliki satu perkara dalam tahap korespondensi sebelum akhirnya memastikan penyelesaian kewajiban tersebut pada 6 November 2026.