1. News
  2. Adventure
  3. Dukung Gunung Kidul Menjadi Paru-paru DIY, Beberapa Komunitas dan Santri Pesantren Masyarakat Gunung Susang Tanam Ratusan Pohon Ficus

Dukung Gunung Kidul Menjadi Paru-paru DIY, Beberapa Komunitas dan Santri Pesantren Masyarakat Gunung Susang Tanam Ratusan Pohon Ficus

dukung-gunung-kidul-menjadi-paru-paru-diy,-beberapa-komunitas-dan-santri-pesantren-masyarakat-gunung-susang-tanam-ratusan-pohon-ficus
Dukung Gunung Kidul Menjadi Paru-paru DIY, Beberapa Komunitas dan Santri Pesantren Masyarakat Gunung Susang Tanam Ratusan Pohon Ficus

Caption foto : Sebelum dan saat penanaman pohon di Pesantren Masyarakat Gunung Susang, Kabupaten Gunungkiidul. (WARTAPALA INDONESIA / AJ. Purwanto).  

WartapalaIndonesia.com, GUNUNGKIDUL – Dalam upaya nyata menjaga dan melestarikan lingkungan, Komunitas Banyu Bening dan Komunitas Jaka Tarub melaksanakan program penanaman pohon di Pesantren Masyarakat Gunung Susang, Dusun Jarah, Banjarejo, Kec. Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada 9 Desember 2024

Acara ini dibuka langsung oleh pimpinan pesantren, Ustadz Rahman, yang menyambut baik kegiatan konservasi ini. “Program ini dimulai dengan Bismillah dan niat lillahi ta’ala. Tujuannya adalah menjaga dan merawat bumi Allah sebagai bagian dari tugas kita sebagai khalifah di muka bumi.”

Ketua Komunitas Konservasi Jaka Tarub (Jaringan Keluarga Tangan Rakyat untuk Bumi) Udin, menjelaskan bahwa berbagai jenis keluarga ficus seperti pohon beringin yang berbagai jenis, karet kebo (Elastica) dan lain-lainnya yang ditanam untuk mendukung percepatan Gunung Kidul menuju “Paru-paru Daerah Istimewa Yogyakarta”.

“Kami berharap tanaman ini tidak hanya menjadi pelengkap lingkungan, tetapi juga tumbuh bersama-sama dengan pembangunan pesantren yang Go Green,” ujarnya.

Program ini melibatkan semua santri Pondok Pesantren Masyarakat Gunung Susang, warga sekitar dan turut dihadiri oleh Lurah Sambeng Borobudur Rowiyanto dan masyarakat sekitar yang terinspirasi untuk menerapkan program konservasi serupa di wilayah masing-masing, khususnya dalam pelestarian mata air, udara yang segar, sehat dan meminimalisir PRB (Pengurangan Resiko Bencana).

Dukungan juga datang dari IKKJ (Informasi Kedaruratan dan Kepedulian Yogyakarta), R-KomPAS (Rumah Komunitas Pecinta Alam Se-nusantara) yang aktif berpartisipasi dalam acara tersebut.

Sinergi konservasi dan edukasi selain sebagai langkah konkret pelestarian lingkungan, program ini juga diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat sekitar.

Kolaborasi antar komunitas, lembaga pesantren, dan pemerintah desa menjadi model ideal untuk konservasi berbasis komunitas. Perubahan sangat penting dalam satu gerakan Pentahelix empati pada Bumi.

Komitmen Berkelanjutan
Ke depannya, Komunitas Banyu Bening dan Komunitas Jaka Tarub berkomitmen untuk terus mendukung program-program konservasi berbasis pesantren dan komunitas. Pesantren Masyarakat Gunung Susang menjadi contoh nyata bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada kelestarian alam.

Setelah kegiatan penanaman dilanjut Cangkir (Cangkrukan Mikir) dengan mencetuskan ide pemikiran untuk langkah-langkah apa yang sat set wat wet dalam konservasi air, tanah, dan udara agar generasi anak keturunan mendapatkan warisan sebagai bentuk empati pada alam semesta. (ajp).

Kontributor || AJ. Purwanto
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dukung Gunung Kidul Menjadi Paru-paru DIY, Beberapa Komunitas dan Santri Pesantren Masyarakat Gunung Susang Tanam Ratusan Pohon Ficus
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us