Caption foto : Peserta dan panitia Dialog Publik yang diselenggarakan Mapelba Universitas Bina Bangsa. (WARTAPALA INDONESIA / Mapelba).
WartapalaIndonesia.com, SERANG – Dalam rangka merayakan hari jadi yang ke 10 tahun, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Bina Bangsa (Mapelba) mengadakan kegiatan Dialog Publik dengan tema “Peran Pendidikan dalam Mengatasi Krisis Iklim untuk Keberlangsungan Hidup.”
Dialog tersebut menghadirkan dua narasumber yang sangat berkompeten terkait masalah isu-isu lingkungan terutama krisis iklim yaitu, M. Rafly Alfarisi dari Greenpeace, serta Sandi Saputra Pulungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Dialog dimoderatori Rf Goler Wijaya, S.M.
Acara Dialog Publik dihadiri 130 orang lebih dan berlangsung dengan lancar.
Ketua Pelaksana Dialog Publik Sulton Galos Safarudin mengatakan, tema krisis iklim yang diusung pada acara dialog publik ini bertujuan agar generasi muda dapat lebih peka mengenai krisis iklim yamg berdampak kepada kerusakan dan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh faktor manusia.
Dialog Publik lanjut Sulton juga merupakan awal dari rangkaian kegiatan perayaan 1 dekade UKM Mapelba, dimana pada tanggal 13-14 Desember 2024 akan dilanjut dengan kegiatan Lomba Orienteering Tingkat Nasional yang diselenggarakan di sekitar kawasan Kampus B FKIP Universitas Bina Bangsa dan Panancangan.
Di kegiatan Mapelba Orienteering Competition (MOC) 2 tingkat nasional diikuti 79 peserta dari berbagai daerah, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sumatra.
Kompetisi terbagi menjadi dua kategori yaitu untuk usia 18 tahun (M18 dan W18), serta usia 20 tahun ke atas (M20, W20, M21, dan W21).
Dalam kompetisi ini, para peserta ditantang untuk menyelesaikan lintasan sprint sejauh 3 hingga 4 kilometer, dengan menemukan dan melewati 21 checkpoint yang telah ditentukan dengan kecepatan dan ketepatan navigasi.
Ciko, mahasiswa Universitas Negeri Malang yang berhasil meraih juara 1 kategori M20, mengatakan, keberhasilannya ini adalah hasil dari latihan rutin tiga kali seminggu dan perjuangan panjang. meskipun sebelumnya dia sempat gagal lolos ke Pelatnas Fornas NTB.
“Datang jauh dari Malang ke Serang adalah bentuk komitmen saya, dan Alhamdulillah latihan keras ini membuahkan hasil di Mapelba Orienteering Competition,”katanya.
Terkait, Sulton Safarudin mengatakan, meskipun menghadapi keterbatasan, kami berusaha sebaik mungkin menjalankan kegiatan ini, dan kami berharap di kegiatan selanjutnya kampus dan lembaga dapat memberikan dukungan lebih agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi semua pihak.
Ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan orienteering kepada generasi muda sekaligus memupuk semangat kompetisi nasional. Dengan persiapan yang matang dan antusiasme tinggi dari peserta, MOC 2 diharapkan menjadi acara tahunan yang semakin diminati. (ra).
Kontributor || Ratdita Anggabumi T, WI 190039
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)