1. News
  2. Adventure
  3. Berniat Pahami Manfaat Air Hujan, Komunitas Yogyakarta Mengabdi Sambangi Sekolah Banyu Bening

Berniat Pahami Manfaat Air Hujan, Komunitas Yogyakarta Mengabdi Sambangi Sekolah Banyu Bening

berniat-pahami-manfaat-air-hujan,-komunitas-yogyakarta-mengabdi-sambangi-sekolah-banyu-bening
Berniat Pahami Manfaat Air Hujan, Komunitas Yogyakarta Mengabdi Sambangi Sekolah Banyu Bening

WartapalaIndonesia.com, SLEMAN – Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Tempursari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, kembali menggelar kegiatan Sekolah Sabtu. Namun, ada yang berbeda dari biasanya. Kali ini, kegiatan tersebut dihadiri oleh komunitas Yogyakarta Mengabdi. Sabtu, 24 Mei 2025.

Yogyakarta Mengabdi adalah sebuah komunitas mahasiswa dari berbagai kampus dan daerah yang memiliki visi meningkatkan kualitas mahasiswa dan masyarakat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa yang tergabung dalam komunitas ini berasal dari beragam daerah seperti Banyumas, Cirebon, Boyolali, Magelang, Purwokerto, Brebes, Klaten, dan Kepulauan Riau, serta mewakili berbagai kampus di Yogyakarta seperti UII, UPN, UT, UIN Sunan Kalijaga, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Politeknik Pembangunan Pertanian, hingga Universitas Tidar.

Perwakilan dari Universitas Mercubuana, Muhni, dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan khidmat dan membawa manfaat yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara ketua pelaksana, Amala dalam sambutannya berharap materi yang disampaikan dapat menginspirasi serta diaplikasikan dalam kehidupan masing-masing.

Materi utama disampaikan founder Sekolah Banyu Bening Sri Wahyuningsih yang akrab disapa bu Ning. Ia mengajak mahasiswa berpikir kritis tentang air hujan, mematahkan mitos bahwa air hujan itu kotor.

Melalui diskusi interaktif, mahasiswa diajak membandingkan air hujan, air tanah, dan air sungai dari segi kebersihan dan sumber polusi. Salah satu mahasiswa dari komunitas, Risma, menyampaikan bahwa air hujan sering kali dianggap sia-sia, padahal memiliki banyak potensi manfaat.

Praktik langsung juga dilakukan, seperti pengecekan kualitas air minum dari berbagai sumber dan simulasi penyaringan air hujan. Bu Ning juga menjelaskan *konsep 5M: *Menampung, Mengolah, Minum, Menabung, dan Mandiri.

Mahasiswa pun diajak menantang diri dengan mencicipi air hujan, membandingkan rasa, daya tahan, dan manfaatnya. Berbagai kesan muncul, mulai dari rasa segar, adem, hingga ketertarikan untuk membawa konsep Sekolah Air Hujan ini ke program KKN mereka.

Secara filosofis, Bu Ning menekankan bahwa air hujan adalah anugerah yang tidak berbayar, berbeda dengan air komersial yang justru sering disalahgunakan. Ia juga menyitir ayat suci Al-Qur’an yang menyatakan bahwa air hujan diturunkan sebagai berkah untuk dikonsumsi manusia. Tak lupa, konflik sosial akibat eksploitasi air tanah juga dibahas sebagai tantangan yang harus diatasi bersama.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat dari Komunitas Yogyakarta Mengabdi dan kuis interaktif untuk mengingatkan kembali materi yang telah disampaikan.

Para peserta menyampaikan kesan yang sangat positif—banyak yang sebelumnya tidak menyadari manfaat air hujan kini justru ingin menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (*).

Kontributor || Ainaya Nurfadila
Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Berniat Pahami Manfaat Air Hujan, Komunitas Yogyakarta Mengabdi Sambangi Sekolah Banyu Bening
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us