Wartapalaindonesia.com, Sidoarjo — Sekawan Bumi Foundation kembali menggelar kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Green Ranger Academy pada Minggu (10/052026) di kantor UPT Perbenihan Tanaman Hutan (UPT PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo.
Kegiatan ini menjadi forum diskusi dan pelatihan lingkungan yang diikuti oleh sekitar 50 volunteer dan pegiat lingkungan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan Green Ranger Academy kali ini difokuskan pada sesi FGD (Focus Group Discussion) untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kepedulian generasi muda terhadap isu pelestarian alam, rehabilitasi hutan, konservasi sumber mata air, hingga pengembangan gerakan penghijauan berkelanjutan.
Peserta yang hadir didominasi oleh anak-anak muda usia produktif dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari mahasiswa, pekerja swasta, pelaku usaha, komunitas sosial, hingga pegiat outdoor yang memiliki kepedulian terhadap masa depan lingkungan hidup.
Dalam sambutannya, Didik Triswantara selaku Kepala UPT PTH Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekawan Bumi Foundation atas konsistensinya menjalankan program Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pelestarian kawasan hutan dan sumber mata air di lereng Gunung Penanggungan.
Beliau mengaku salut karena selama ini UPT PTH lebih sering menerima kunjungan edukasi dari siswa sekolah, namun Green Ranger Academy menghadirkan suasana berbeda karena dihadiri oleh anak-anak muda usia 20 tahun ke atas dari berbagai kalangan yang datang dengan kesadaran sendiri untuk belajar dan peduli terhadap lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan Sekawan Bumi Foundation. Ini membuktikan bahwa anak muda hari ini masih memiliki kepedulian besar terhadap alam dan lingkungan.
Kehadiran volunteer dari berbagai latar belakang menjadi energi positif bagi gerakan konservasi di Jawa Timur. Kami siap mendukung dan menjadi partner dalam berbagai program pelestarian alam yang dijalankan Sekawan Bumi Foundation ke depannya,” ungkap beliau.
Beliau juga berharap kegiatan seperti Green Ranger Academy dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melahirkan lebih banyak generasi muda yang aktif menjaga hutan, sumber mata air, dan ekosistem lingkungan lainnya.
Sementara itu, Founder Sekawan Bumi Foundation, Mohammad Gofar R. Wibisana, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UPT PTH Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur yang selama ini konsisten mendukung berbagai program penghijauan dan rehabilitasi hutan yang dijalankan Sekawan Bumi Foundation.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya dalam bentuk penyediaan bibit tanaman hutan, namun juga dukungan moral, edukasi, hingga fasilitasi tempat kegiatan seperti Green Ranger Academy.
“Kami percaya bahwa menjaga alam tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, perusahaan, dan masyarakat umum. Green Ranger Academy ini menjadi langkah awal untuk membentuk lebih banyak Green Ranger atau penjaga alam masa depan yang siap terjun langsung dalam aksi nyata pelestarian lingkungan,” ujar Gofar.
Beliau juga menambahkan bahwa Sekawan Bumi Foundation saat ini terus fokus menjalankan program rehabilitasi kawasan hutan dan konservasi sumber mata air di lereng Gunung Penanggungan, sekaligus mulai memperluas gerakan menuju pelestarian kawasan pesisir dan penanaman mangrove di Jawa Timur.
Pada sesi berikutnya, Ardianto Bagus UP selaku UPT PTH Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan apresiasi atas semangat para volunteer yang hadir dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung kebutuhan bibit mangrove dalam program pelestarian kawasan pesisir yang akan dijalankan Sekawan Bumi Foundation ke depan.
Beliau menilai bahwa gerakan pelestarian lingkungan saat ini harus diperluas, tidak hanya fokus pada kawasan hutan pegunungan, tetapi juga wilayah pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah abrasi.
“Kami melihat semangat volunteer Sekawan Bumi Foundation sangat luar biasa. Kedepannya kami siap mendukung kebutuhan bibit mangrove untuk program-program pelestarian pesisir yang dijalankan Sekawan Bumi Foundation. Harapannya gerakan ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat nyata untuk lingkungan maupun masyarakat sekitar,” jelas Ardianto.
Selain sesi diskusi, peserta Green Ranger Academy juga mendapatkan wawasan tentang pembibitan tanaman konservasi, pengelolaan nursery, rehabilitasi hutan, hingga pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai investasi jangka panjang bagi keberlangsungan sumber air dan kehidupan masyarakat.
Selain itu, Co-Founder Sekawan Bumi Foundation, Fahmi Adimara turut menegaskan bahwa gerakan pelestarian lingkungan harus dijalankan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek keselamatan para volunteer di lapangan. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon maupun rehabilitasi kawasan alam tidak hanya berbicara soal menanam bibit, tetapi juga bagaimana menciptakan budaya kerja lapangan yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
“Kami ingin membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan, bukan hanya dari sisi ekologi tetapi juga dari sisi keselamatan volunteer. Dalam setiap kegiatan penanaman pohon, rehabilitasi hutan, maupun konservasi mangrove, aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) harus menjadi perhatian bersama. Mulai dari penggunaan perlengkapan lapangan, manajemen kegiatan di area alam terbuka, hingga edukasi mitigasi risiko saat kegiatan berlangsung,” ujar Fahmi.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan budaya keselamatan dalam kegiatan lingkungan menjadi penting karena mayoritas volunteer berasal dari berbagai latar belakang dan belum semuanya terbiasa dengan aktivitas lapangan di kawasan hutan maupun pesisir.
Melalui kegiatan ini, Sekawan Bumi Foundation berharap lahir lebih banyak relawan muda yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan di media sosial, tetapi juga siap terjun langsung dalam aksi nyata pelestarian alam.
Kedepannya, Sekawan Bumi Foundation juga akan mulai menginisiasi program rehabilitasi dan penanaman mangrove khususnya di sepanjang kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir, mengurangi abrasi, menahan intrusi air laut, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan habitat biota laut di wilayah pesisir Jawa Timur.
Program tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pihak mulai dari volunteer muda, komunitas lokal, sekolah, kampus, pemerintah, hingga perusahaan melalui program CSR dan kolaborasi lingkungan hidup berkelanjutan.
Sekawan Bumi Foundation juga membuka peluang kolaborasi bagi seluruh masyarakat, komunitas, instansi, maupun perusahaan yang ingin ikut terlibat dalam gerakan penghijauan, rehabilitasi hutan, konservasi sumber mata air, pembangunan rumah pembibitan pohon, hingga program pelestarian mangrove bersama.
Informasi kegiatan dan pendaftaran volunteer dapat diakses melalui Instagram resmi: Instagram Sekawan Bumi Foundation
Karena menjaga alam bukan hanya tugas satu generasi, tetapi tanggung jawab bersama untuk masa depan bumi yang lebih lestari.
Kontributor || Humas Sekawan Bumi Foundation
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)