1. News
  2. Kombitainment
  3. Rekap Perjalanan Sinergi Suara 2025 di 5 Kota

Rekap Perjalanan Sinergi Suara 2025 di 5 Kota

rekap-perjalanan-sinergi-suara-2025-di-5-kota
Rekap Perjalanan Sinergi Suara 2025 di 5 Kota

Setelah penyerahan karya berlangsung tanggal 30 Oktober-13 November 2025, Sinergi Suara persembahan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Ekraf), Pophariini, dan Langit Musik akhirnya memilih 20 talenta musik asal Makassar, Medan, Yogyakarta, Bandung, Bali, dan sekitarnya untuk mengikuti program mentorship dan showcase tanggal 15-30 November 2025. 

Di kota pertama terlaksananya program ini, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu hadir memberikan kata sambutan di hadapan para peserta Sinergi Suara.

Agustini Rahayu mengaku senang bisa menjalin kolaborasi dengan Pophariini dan Langit Musik dalam program ini, “Tugas Kemenekraf adalah membuka jalur distribusi dan komersialisasi agar teman-teman punya penghasilan. Pengin ajak teman-teman untuk bersama memajukan ekosistem industri musik. Bukan hanya penyanyinya, penciptanya, tapi seluruhnya termasuk misalnya sewa alat untuk konser. Semuanya hidup sejahtera.”

Agustini Rahayu (Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif) / Dok. Ryan Herianto

Setiap kota memiliki cerita yang berbeda. Agustini Rahayu juga sempat mengungkapkan alasan mengapa Medan masuk daftar Sinergi Suara. Tak lain kota ini baginya adalah pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya di Sumatera dengan pasar besar untuk konser, festival, dan konsumsi musik seperti menjadi salah satu lokasi Soundrenaline pada 22 November 2025 yang menandakan bahwa Medan semakin strategis bagi industri.

“Selain itu, Medan memiliki warisan musik yang kaya, dari pop hingga musik tradisi, serta talenta besar yang butuh akses lebih kuat ke jaringan industri nasional. Melalui Sinergi Suara, KemenEKRAF ingin menegaskan bahwa pusat pertumbuhan musik Indonesia tidak hanya di Jakarta atau Pulau Jawa, tetapi juga di kota-kota yang punya energi kreatif kuat dan siap menjadi destinasi ekonomi kreatif,” tutup Agustini Rahayu.

Simak langsung foto-foto Sinergi Suara di 5 kota berikut ini.

Makassar, 16 November 2025 – Vaan In Sky

Suherman Soemardi (COO Mad Haus) / Dok. Ryan Herianto

Adib Hidayat (EVP Digital Music Nuon) / Dok. Ryan Herianto

Penampilan Lily At Summer di Makassar / Dok. Ryan Herianto

Penampilan Natinson di Makassar / Dok. Ryan Herianto

Penampilan Surgir di Makassar / Dok. Ryan Herianto

Penampilan Taman Impian di Makassar / Dok. Ryan Herianto

Medan, 19 November 2025 – Big Papa

Dimasz Joey (Chief of Marketing Officer Mad Haus) / Dok. Surya Immanuel

“Era digital membuka peluang yang sama bagi semua musisi. Jakarta memang pusat industri, tetapi bukan satu-satunya jalan—yang dibutuhkan hanya usaha lebih besar. Contohnya Stecu dari Ternate atau musisi dari Maumere yang bisa menembus perhatian nasional tanpa pindah kota. Yang menentukan bukan keberuntungan, tetapi proses yang bisa dipelajari dan diulang. Medan sedang bergerak, dan Sinergi Suara adalah salah satu buktinya. Dengan identitas kuat, profesionalisme, dan komitmen kerja yang tinggi, musisi Medan punya potensi besar menjadi poros musik penting di Indonesia.” — Chief of Marketing Officer Mad Haus, Dimasz Joey.

Jeffry Feriyanto (Manager Indie & OTT Music Partnership Commercial Nuon) / Dok. Surya Immanuel

Penampilan Psychotic Villager di Medan / Dok. Surya Immanuel

Penampilan Melodi Kursi di Medan / Dok. Surya Immanuel

Penampilan Yoko City Ghost di Medan / Dok. Surya Immanuel

Penampilan Inthesky di Medan / Dok. Surya Immanuel

Yogyakarta, 23 November 2025 – Tilasawa

Dimasz Joey (Chief of Marketing Officer Mad Haus) / Dok. Abykto

Jeffry Feriyanto (Manager Indie & OTT Music Partnership Commercial Nuon) / Dok. Abykto

Penampilan Risti Panjali di Yogyakarta / Dok. Abykto

Penampilan Sweeter di Yogyakarta / Dok. Abykto

Penampilan Angsakara di Yogyakarta / Dok. Abykto

Penampilan Hunian di Yogyakarta / Dok. Abykto

Bandung, 27 November 2025 – Hafa Warehouse

Widi Puradiredja (MALIQ & D’Essentials, CEO Mad Haus) / Dok. Mahesa Ramdhan Putra

“2002 MALIQ memulai karier band reguler. Apakah senang-senang atau mencari uang? Dua-duanya, artinya bersenang-senang tapi menghasilkan uang. Jadi mungkin garis bawah, arti idealisme bagi gue dan MALIQ itu bukan tentang musiknya susah apa enggak. Cuma idealismenya, gue pengin hidup dari apa yang gue suka yaitu musik.” – Widi Puradiredja

Hestaviyasa (Manager Digital Music Partnership Nuon) / Dok. Mahesa Ramdhan Putra

Penampilan Kataswara di Bandung / Dok. Mahesa Ramdhan Putra

Penampilan John Karwati di Bandung / Dok. Mahesa Ramdhan Putra

Penampilan Bala Romantica di Bandung / Dok. Mahesa Ramdhan Putra

Penampilan Basajan di Bandung / Dok. Mahesa Ramdhan Putra

Bali, 30 November 2025 – Berbagi Ruang & Kopi 

Dimasz Joey (Chief of Marketing Officer Mad Haus) / Dok. Putra Baskara

Hestaviyasa (Manager Digital Music Partnership Nuon) / Dok. Putra Baskara

“Gue suka spirit teman-teman musisi di Bali. Industri musik besar dan kami dari Nuon Digital Indonesia (Langit Musik) pengin untuk memfasilitasi teman-teman agar karyanya bisa terdengar lebih luas.” — Manager Digital Music Partnership Nuon, Hestaviyasa.

Penampilan Fluctus di Bali / Dok. Putra Baskara

Penampilan Samara di Bali / Dok. Putra Baskara

Penampilan Satva di Bali / Dok. Putra Baskara

Penampilan Sekala di Bali / Dok. Putra Baskara

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Rekap Perjalanan Sinergi Suara 2025 di 5 Kota
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us