Pertengahan minggu ini, Liga Inggris memainkan pertandingan yang membuat greget. Ketegangan di matchday 14 Liga Inggris masih terjadi. Kejutan terjadi di laga Leeds melawan Chelsea, Arsenal masih kukuh di puncak, sampai hasil imbang karena keberuntungan dari Liverpool.
Memang tidak ada yang monumental, tetapi di matchday ini, tim-tim papan tengah dan bawah seperti menemukan kembali nyalinya. Mulai dari bagaimana Fulham berani menantang Manchester City sampai West Ham United dan tentu saja Leeds yang menolak menyerah.
Liga Inggris pekan ini seakan memberikan potret menarik, bahwa setiap laga di liga ini menunjukkan bahwa daya tahan dan fokus menjadi cara untuk bertahan.
Ulasan pertandingan matchday 14
Fulham 4 – 5 Manchester City
Drama sembilan gol di Craven Cottage seperti menjadi klimaks dalam buku cerita di pekan pertandiingan ini. City memelesat jauh lewat Haaland (17′), Reijnders (37′), dan dua gol Foden (44′, 48′), serta “bantuan” gol bunuh diri dari Berge membuat skor menjadi 5-1. Namun, Fulham menolak mati. Smith Rowe (45+2′), Iwobi (57′), sampai Chukwueze (72′,78′) membuat City panik, setidaknya selama 20 menit terakhir. Meskipun menang, Guardiola kembali harus membenahi lini pertahanannya yang mahal. Sementara Fulham, setidaknya memperlihatkan karakter tak mau tunduk sebagai tim medioker. Fulham berhasil melukai catatan gawang dari Donnarumma.
Bournemouth 0 – 1 Everton
Everton meraih kemenangan tipis namun sangat bernilai di Vitality Stadium melalui gol Jack Grealish pada menit ke-78 yang lahir dari serangan balik rapi. Bournemouth sejatinya menguasai sebagian besar ritme, namun buruk dalam final ball. Terlihat dari dominasi penguasaan bola, tapi kalah dalam jumlah tembakan. Ini sesuatu yang dimanfaatkan Everton untuk bermain kompak dan klinis di satu kesempatan penting. Kemenangan ini memberi The Toffees ruang bernapas dalam periode sulit dan naik ke posisi 10. Sementara Bournemouth harus kembali menelan kenyataan pahit bahwa dominasi tanpa penyelesaian hanya menghias statistik, bukan klasemen.
Newcastle 2 – 2 Tottenham
Pertandingan ini berjalan seperti tarik tambang. Newcastle tampil sangat agresif, tetapi Spurs punya mental baja. Christian Romero berhasil membuat gol di menit ke-78 dan 90+5. Setelah terjadi kejar-kejaran gol dari Newcastle yang dicetak Bruno Guimares (71′) dan Anthony Gordon (86′) lewat penalti. Newcastle sempat mengendalikan sebagian besar duel udara dan lini tengah, tetapi penyelesaian akhir membuat mereka gagal menutup laga lebih awal.
Brighton 3- 4 Aston Villa
Villa melanjutkan tren apiknya dengan menumbangkan The Seagulls. Bertindak sebagai tuan rumah, Brighton gagal menang di depan pendukungnya. Namun, balas membalas tembakan ke gawang tidak bisa dielakkan. Kedua tim memiliki jumlah tembakan hingga 2 digit. Ajang ini seakan menjadi tanda kembali tajamnya Ollie Watkisn yang mencetak 2 gol (37′, 45+7′) dan kontribusi penting dari Donyell Malen yang mencetak gol di menit ke-78. Hasil membuat Villa tetiba merangsek naik ke papan atas dalam diam.
Baca juga: Usia Cuma Angka, Ini 6 Pemain Senior yang Masih Eksis di Liga Inggris
Burnley 0 – 1 Crystal Palace
Palace meraih kemenangan tipis lewat satu momen efektif, sebuah pola yang mulai sering mereka ulangi musim ini yaitu kerja sama dua bek mereka. Umpan Guehi yang terukur disambar dengan penetrasi Munoz di menit ke-44. Burnley sebenarnya bermain dengan intensitas dan keberanian, namun selalu kehilangan presisi di sepertiga akhir. Tendangan Bruun Larsen dihalau oleh mistar gawang. Burnley pun disudahi Palace.
Wolves 0 – 1 Nottingham Forest
Forest mencuri tiga poin lewat gol tunggal yang lahir dari serangan yang sangat terstruktur. Wolves sebagai tuan rumah lebih banyak tertekan. Perlawanan mereka disudahi dengan gol dari Igor Jesus di menit ke-72. Gol ini memberikan napas panjang bagi Forest untuk mengarungi Liga Inggris sementara Wolves masih belum bisa lepas dari jurang degradasi.
Arsenal 2 – 0 Brentford
Arsenal tampil seperti tim yang sudah memahami pola naik-turunnya liga: sabar, efisien, dan tidak terjebak ritme lawan. Pertandingan ini juga menjadi titik krusial mereka selama ini, bahwa mereka kendur jelang tengah musim. Namun, Arteta melawan itu dengan dua gol yang lahir dari permainan kolektif yang rapi dan pergerakan tanpa bola yang matang. Saka kembali membuktikan diri dengan memberikan satu assist kepada Mikel Merino (11′) dan cetak gol penutup di menit 90+1. Brentford yang turun tanpa Thiago di awal seakan menegaskan bahwa mereka sudah mengibarkan bendera putih sejak awal laga.
Leeds United 3 – 1 Chelsea
Leeds tampil berani dan taktis. Kalah penguasaan bola, Leeds justru membombardir gawang Chelsea. Sebaliknya tim biru London ini lebih banyak kebingungan menembus Leeds yang tidak ingin mengecewakan pendukungnya. Hasilnya, tiga gol Leeds membungkam dan membuat terdiam pendukung Chelsea. Agaknya, Chelsea belum bisa dimasukkan ke dalam jajaran pengejar juara Liga Inggris. Chelsea masih butuh konsistensi, sebaliknya bagi Leeds hasil ini menjadi bensin semangat untuk keluar dari zona bawah.
Liverpool 1 – 1 Sunderland
Liverpool menguasai jalannya laga, tetapi Sunderland tampil sangat disiplin dan memanfaatkan sedikit ruang untuk menghukum tuan rumah. Skuad super mahal Liverpool justru seperti kebingungan menembus pertahanan Sunderland. Hasilnya, dari 22 tembakan, hanya 6 tembakan dari Liverpool yang menuju gawang. Sementara Sunderland taktis dan efektif. Talbi menghentak Anfield di menit ke-67. Sayangnya, Nordi Mukiele membuyarkan kemenangan Sunderland dengan membuat gol bunuh diri di menit ke-81. The Reds tidak tampil buruk, tetapi sangat tidak kreatif. Sunderland pulang dengan satu poin yang terasa seperti kemenangan.
Manchester United 1 – 1 West Ham United
United kembali membuat pendukungnya gregetan. Bermain di kandang, Setan Merah harus puas pulang dengan satu poin melawan tim penghuni papan bawah West Ham. Permainan United dirusak oleh West Ham dengan transisi cepat dan pressing yang efektif. Hasilnya, United dibuat terdiam dengan gol dari Magassa di menit ke-83, setelah sebelumnya Dalot membuat Old Trafford bergemuruh di menit 58′. Aaron Wan-Bissaka di pertandingan ini seakan menyindir bekas timnya bahwa membuangnya adalah sebuah kesalahan.
Simak cerita lainnya tentang Liga Inggris di podcast Youtube Halftime Break