Jakarta (ANTARA) – Pemegang tiga sabuk juara dunia kelas berat ringan (79,3kg) WBA, IBF, dan WBO Dmitry Bivol mempertahankan sabuk juaranya seusai mengatasi Michael Eifert dalam pertarungan di Yekaterinburg, Rusia.
“Keunggulan Bivol tercermin sepenuhnya pada kartu skor saat ketiga juri memberikan skor identik 120-107, 120-107, dan 120-107,” demikian laporan laman resmi World Boxing Association (WBA) yang dipantau di Jakarta, Senin.
Bivol kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu juara paling dominan dan komplet dalam dunia tinju setelah menampilkan performa impresif sepanjang pertarungan. Petinju asal Rusia itu memperlihatkan kemampuan taktik, disiplin, dan kontrol ring yang membuat laga berlangsung berat sebelah sejak ronde-ronde awal.
Selain unggul dalam akurasi pukulan, Bivol juga menunjukkan kecerdasan membaca pola permainan lawan. Setiap kali Eifert mencoba mendekat dan melepaskan kombinasi pukulan, sang juara mampu menghindar dengan pergerakan tubuh yang efisien sebelum kembali membalas dengan jab dan hook cepat ke arah kepala maupun badan lawan.
Juara dunia kelas berat ringan 175 pon tersebut mendikte jarak pertarungan melalui pukulan jab andalannya, sekaligus secara konsisten menetralisasi upaya serangan Eifert. Penantang asal Jerman itu kesulitan mengimbangi pergerakan Bivol maupun menekan sang juara secara efektif.
Baca juga: Pemegang tiga sabuk Dmitry Bivol hadapi Eifert untuk pertahanan gelar
Keunggulan teknik Bivol terlihat jelas ketika ia mampu menjaga jarak ideal hampir sepanjang laga. Eifert beberapa kali mencoba memotong ruang gerak lawannya untuk memaksakan duel jarak dekat, namun usaha tersebut kerap gagal karena Bivol mampu bergerak lateral dengan sangat baik.
Eifert menunjukkan semangat juang dan daya tahan yang tinggi dengan mampu bertahan hingga ronde ke-12 setelah mengalami tekanan sejak awal laga. Namun, perbedaan kualitas teknik, kecepatan, dan kecerdasan bertarung terlihat jelas sepanjang pertandingan.
Penampilan solid itu kembali menegaskan status Bivol sebagai salah satu petinju terbaik di divisi kelas berat ringan saat ini. Sejak menjadi juara dunia, Bivol dikenal konsisten mempertahankan performa di level tertinggi saat menghadapi berbagai penantang dengan gaya bertarung berbeda.
Dengan kemenangan tersebut, Bivol semakin memperkuat posisinya di puncak divisi kelas berat ringan sekaligus mempertahankan gelar juara dunia WBA, IBF, dan WBO. Ia juga mempertajam rekornya menjadi 25 kemenangan, dengan 12 kemenangan KO dan satu kekalahan.
Kemenangan mutlak atas Eifert sekaligus memperpanjang konsistensi Bivol sebagai penguasa divisi 175 pon. Petinju berusia 35 tahun itu terus menjaga reputasinya sebagai salah satu petinju dengan kemampuan teknis terbaik di era modern
Sementara itu, Eifert yang datang dengan modal kekuatan fisik dan disiplin taktik gagal merebut gelar juara dunia dan harus menerima kekalahan kedua dalam karier profesionalnya sehingga rekornya berubah menjadi 13 kemenangan, lima di antaranya melalui KO, dan dua kekalahan.
Baca juga: WBA umumkan Antonio Vargas jadi juara dunia kelas bantam
Baca juga: Juarez dominasi Valle untuk pertahankan gelar juara WBC
Penerjemah: Aloysius Lewokeda
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.