Video Muhammad Lutfi soal sumbangan S$101 juta ke Singapura sedang viral. Faktanya: sah, dari yayasan pribadi, diumumkan 2023, beasiswanya terbuka untuk mahasiswa Indonesia. Tapi 73% harta WNI di luar negeri ada di Singapura, dan 49% sarana SD kita rusak sedang. Kekayaan perut bumi kita, ke mana seharusnya kembali?
Cerita lengkapnya: “Indonesia Dirampok?” → https://youtu.be/GSJboUB2-uM
Sumber: TikTok @mmd.lutfi (dikutip untuk ulasan); NUS News 23 Feb 2023; DJP tax amnesty 2017; Presiden di Kejagung 13 Mei 2026 (Antara); BPS 2024 via Kemendikdasmen; Pidato Presiden Hardiknas 2 Mei 2025 (Sekretariat Presiden). Video sekolah: Antara TV (CC BY). Foto Marina Bay: Dietmar Rabich (CC BY-SA 4.0). Narasi: suara sintetis ElevenLabs.
📊 Sumber statistik & rumus
• Donasi Low Tuck Kwong Foundation S$101 jt ke LKY School of Public Policy NUS (NUS News 23 Feb 2023) ≈ Rp1,1–1,3 T = S$101 jt × kurs Rp/S$ (rentang kurs Feb 2023 s.d. kini); “Rp1,7 T” = klaim video viral
• 73%: Rp751,19 T dari ±Rp1.031 T harta WNI di luar negeri ada di Singapura (DJP, tax amnesty, 29 Mar 2017)
• 49%: sarana SD rusak sedang (data BPS 2024, via Kemendikdasmen 29 Apr 2025)
• “Perlu 30 tahun” memperbaiki sekolah: ucapan Presiden, Hardiknas 2 Mei 2025 (kutipan, bukan hitungan)
#Singapura #BatuBara #SekolahRusak #EkonomiAdalahSenjata #TeoriKonspirasi