Jakarta (ANTARA) – Bhinneka Run 2026 yang akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (4/7), menjadi ajang lari untuk merayakan indahnya keberagaman nusantara.
Mengusung tema besar “Different Stories, One Finish Line,” Bhinneka Run mengajak peserta untuk merasakan sensasi “berlari mengelilingi Indonesia” tanpa harus berpindah kota karena di sepanjang rute, pelari akan disapa oleh berbagai atraksi budaya khas suku-suku tanah air mulai dari tanjidor, jathilan, tortor, hingga seni pertunjukan lainnya di TMII yang disiapkan khusus untuk menyemangati setiap langkah pelari.
“Memang tujuannya dari Bhinneka Run 2026 ini kita ingin memberikan kepada peserta-peserta lari ini adalah aktivitas dan juga pengalaman yang baru, yaitu dengan digabungnya kebhinnekaan Indonesia, keberagaman Indonesia, dan juga pengalaman berlari,” kata Ketua Penyelenggara Bhinneka Run 2026 M Gilang Kartiko pada jumpa pers di Jakarta Selatan, Selasa.
Baca juga: Pancasakti Run 2026 padukan olahraga lari dan aksi penghijauan
Bagi pelari, Bhinneka Run 2026 bisa dinikmati dengan tiga kategori yang bisa dipilih sesuai target, yaitu kategori 10K untuk pelari kompetitif, 5K bagi mereka yang ingin menikmati suasana, dan kategori 3K yang cocok untuk keluarga atau pemula. Tiga kategori ini bisa
Kompetisi tersebut diikuti oleh 3.500 peserta dengan tempat berlari di Plataran Keong Mas, TMII.
Di Bhinneka Run 2026, kenyamanan peserta menjadi prioritas berkat integrasi teknologi RFID dari MyLaps, dimana catatan waktu pelari akan tercatat secara akurat dan bisa dipantau secara live.
Selain itu, teknologi pengenalan wajah dari FotoYu akan memastikan setiap momen berharga peserta selama di lintasan dapat tersimpan sebagai kenangan indah tanpa perlu repot mencari foto secara manual.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, acara ini memiliki tujuan filantropi. Penyelenggara berkomitmen menyalurkan 30 persen dari hasil penjualan tiket dan donasi untuk bantuan nutrisi berupa susu dan buah-buahan, sementara 70 persen lainnya dialokasikan untuk pengadaan buku, sebuah langkah nyata untuk mendukung literasi.
“Untuk donasinya sendiri memang 100 persen dana yang kita terima, 100 persen kami sumbangkan untuk donasi. Dan 70 persennya itu kita sumbangkan dalam bentuk buku untuk anak-anak dan juga remaja. Lalu 30 persennya itu lagi kita sumbangkan untuk susu dan juga buah untuk kita bagikan nanti ke yayasan yang sudah kita tunjuk,” kata Gilang.
Tidak hanya itu, hal menarik di ajang lari ini adalah pelari dengan kostum paling kreatif bertema “Semarak Budaya Nusantara” berkesempatan membawa pulang hadiah uang tunai total Rp15 juta bagi 15 orang pemenang, masing-masing Rp1.000.000 untuk satu pemenang.
Ada juga deretan hadiah kejutan menarik seperti jam tangan pintar, voucher belanja dan hadiah utama berupa satu unit mobil listrik untuk satu peserta yang beruntung.
Baca juga: Berolahraga di bawah dikte lensa
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.