IBTE (Indonesia International Toys and Baby Products Exhibition) digelar tanggal 20-22 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIEXPO). Ekshibisi ini menghadirkan lebih dari 1.000 peserta pameran dan menarik lebih dari 40.000 pembeli internasional dari berbagai negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di pasar mainan berbasis IP (Intellectual Property) dunia. Kedekatan budaya dan pola konsumsi antara Asia Tenggara dan Tiongkok menjadikan merek-merek asal Tiongkok berhasil mendominasi pasar. Mereka mengandalkan rantai pasok yang matang serta strategi pemasaran lewat media sosial.
Menurut Southeast Asia Designer Toy Market Research Report 2025, saat ini lebih dari 80% mainan kolektor (designer toy) yang beredar di Asia Tenggara berasal dari Tiongkok. Melihat peluang tersebut, Jason Entertainment—salah satu pemain besar di industri turunan IP—menjadikan Asia Tenggara sebagai target utama ekspansi.
![]()
Jason Entertainment di IBTE / Dok. Cardfun
Sebagai tolok ukur produk turunan IP Tiongkok, Jason Entertainment tampil mencolok dengan deretan IP unggulannya. Booth mereka di area designer toy dipadati pengunjung sepanjang pameran.
Khusus pameran kali ini, Jason Entertainment menghadirkan pengalaman imersif lewat konsep “IP Theme Park”, yang menampilkan kartu koleksi resmi dan berbagai merchandise dari IP populer dunia. Di area penyelenggaraan, para pengunjung bisa menemukan koleksi kartu olahraga Disney All-Star lengkap dengan seri Zootopia, Lilo & Stitch, Toy Story, dan Frozen. Tak ketinggalan merchandise karakter menggemaskan seperti Capybara Kaka dan Nai Long, serta seri kartu dan merchandise dari anime Jepang Sakamoto Days.
![]()
IP Theme Park dari Jason ENtertainment di IBTE / Dok. Cardfun
Dengan mengubah IP anime maupun film menjadi barang koleksi bernilai budaya, Jason Entertainment memperlihatkan daya tarik unik produk turunan IP Tiongkok. Lewat instalasi interaktif seperti “card wall” dan “merchandise wall”, pengunjung bisa merasakan langsung keseruan mengoleksi kartu.
![]()
Card wall dan Merchandise wall dari Jason Entertainment di IBTE / Dok. Cardfun
Jason Entertainment sendiri merupakan grup hiburan dan budaya yang berdiri sejak 2019. Cakupan bisnisnya meliputi lisensi dan operasional IP, investasi konten film dan animasi, hingga desain, produksi, dan penjualan produk turunan IP. Mereka mulai masuk industri lewat kartu koleksi, lalu berkembang dengan membangun brand seperti Card.Fun dan GOODSFUN All Things yang berfokus pada kartu koleksi, merchandise anime, dan figur 3D.
Bersama strategi pengelolaan IP yang menggabungkan produk, konten, kanal distribusi, Jason Entertainment kini tumbuh menjadi salah satu pemain terdepan di sektor produk turunan IP.
Tak hanya di Indonesia, Jason Entertainment juga berencana menjadikan negara asal sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar ke Malaysia dan Thailand. Indonesia dipandang strategis karena jumlah penduduknya besar, didominasi anak muda, serta kelas menengah yang terus bertumbuh. Kondisi ini membuat daya beli konsumen cukup kuat karena pasar mainan kolektor di Indonesia masih punya potensi besar untuk berkembang. Situasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi masuknya rantai pasok produk turunan IP Tiongkok yang sudah matang.
Portofolio IP yang beragam, sistem pengembangan produk yang profesional, serta jaringan global yang luas, Jason Entertainment tak hanya membawa produk berkualitas ke Indonesia, tetapi juga menyesuaikan koleksi mereka dengan IP lokal serta preferensi pasar. Lewat desain dan pengembangan produk yang lebih terarah, mereka berhasil memperluas pasar kartu koleksi dan merchandise di Indonesia.
Seiring dengan semakin gencarnya ekspansi global merek-merek Tiongkok, perusahaan produk turunan IP seperti Jason Entertainment ikut mendorong perkembangan budaya tren dunia melalui produk inovatif dan strategi lokal yang adaptif. Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan kekuatan serta pengaruh industri produk turunan IP Tiongkok di kancah internasional.