1. News
  2. Kombitainment
  3. Dari Peron hingga Kelelawar Malam, Menyusuri Hari Ketiga Synchronize Fest 2026

Dari Peron hingga Kelelawar Malam, Menyusuri Hari Ketiga Synchronize Fest 2026

dari-peron-hingga-kelelawar-malam,-menyusuri-hari-ketiga-synchronize-fest-2026
Dari Peron hingga Kelelawar Malam, Menyusuri Hari Ketiga Synchronize Fest 2026

Dari tahun ke tahun, rasanya ungkapan “Synchronize Fest sukses berlangsung selama tiga hari” kerap kami gunakan untuk menggambarkan keberlangsungan festival musik satu ini. Tentu, hal tersebut bukan sekadar omong kosong. Terbukti, pada perhelatannya yang ke-11, Synchronize Fest 2026 tetap mampu mengundang penggemar musik dari berbagai lapisan dan kalangan untuk menyaksikan sajian pertunjukan di berbagai panggung.

Tulisan ini akan berfokus pada hari ketiga, ketika saya sebagai orang yang bertugas ingin melakukan hal paling mendasar yang bisa dilakukan di Synchronize Fest, yaitu menyaksikan penampilan dari panggung terkecil hingga terbesar. Jujur saja, beberapa tahun terakhir, melakukan hal tersebut cukup sulit karena satu dan lain hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Oleh karena itu, tahun ini saya merasa ingin kembali melakukan kegiatan paling mendasar tersebut.

Saya membuka hari dengan menyaksikan unit post-punk asal Semarang, Peron. Tak ada ekspektasi apa-apa terhadap penampilan mereka. Bahkan, saat menuju Gigs Stage, tempat mereka manggung, langkah saya bisa dibilang tanpa tujuan. Sebelum menyaksikan Peron, saya sempat berkenalan dengan beberapa personelnya. Karena belum pernah mendengarkan musik mereka sebelumnya, pikiran saya pun menerka-nerka seperti apa musik yang mereka mainkan. “Apakah mereka band indie rock, atau mungkin indie pop dan sejenisnya?” begitu pikir saya.

Dok. Synchronize Fest 2026

Tak disangka, ternyata mereka menawarkan musik post-punk bertegangan tinggi yang sukses menyihir semua orang di Gigs Stage sore itu. Tahun ini, panggung intim di Synchronize Fest tersebut memang menampilkan band dan musisi hasil kurasi Krapela. Karena itu, siapa pun yang tampil rasanya sudah tak perlu diragukan, baik dari segi kualitas maupun elemen kejutannya.

Mengingat misi yang memang ingin saya jalankan pada hari ketiga Synchronize Fest, saya bersyukur memilih Peron sebagai band pertama yang saya saksikan. Rasanya sudah lama saya tidak mendapatkan referensi musik keren dari festival. Alasannya macam-macam, mulai dari keriuhan yang terkadang menguras energi hingga banyaknya tanggung jawab yang harus dilakukan. Untuk itu, pengalaman menyaksikan Peron menjadi sesuatu yang cukup membangkitkan gairah digging musik baru.

Setelah Peron, saya berpikir untuk menyaksikan musisi yang lebih mainstream di panggung yang jauh lebih besar, sekadar menguji seberapa berbeda nuansa yang bisa dirasakan. Pilihan pun jatuh kepada Vierratale yang tampil di panggung utama, Dynamic Stage.

Meski baru tiba ketika mereka membawakan dua lagu terakhir, tak bisa dipungkiri bahwa lagu-lagu dari Widi, Kevin, dan Raka memang masih menempel di kepala hingga saat ini. Bagaimana tidak, terlepas dari sengaja memutarnya atau tidak, lagu-lagu Vierratale, yang kala itu masih bernama Vierra, sangat sering terdengar semasa sekolah saya. Melihat Vierratale yang hingga kini masih aktif bermusik dengan penampilan fisik yang kurang lebih tidak jauh berbeda dari masa-masa awal mereka membuat saya pribadi merasa tua, tetapi sedikit bangga. Band yang menemani masa pertumbuhan saya dan teman-teman sebaya ini masih mampu mempertahankan penampilan serta keterampilan bermusiknya. Alhasil, menyaksikan mereka pada 2026 terasa tidak begitu asing dibandingkan dengan menonton mereka pada era 2000-an.

Dok. Synchronize Fest 2026

Target pertunjukan berikutnya adalah Swellow Bernyanyi Bersama Bray-Bray di Forrest Stage. Tercatat ada sejumlah kolaborator yang terlibat dalam pertunjukan ini, yaitu Ratta Bill (Bedchamber, Glyph Talk), Techa Aurellia (Pelteras, Amerta), The Cottons, Jo Soegono, Bin Harlan (C’mon Lennon), Henry Foundation (Goodnight Electric), dan Jimi Multhazam (The Upstairs, Morfem, Jimi Jazz).

Dok. Synchronize Fest 2026

Swellow Bernyanyi Bersama Bray-Bray berlangsung dengan sangat menyenangkan. Banyak senyum terukir di wajah para penonton selama mereka memainkan set. Aksi malam itu rasanya menjadi level baru yang dijajaki oleh band pemilik hit “Simpul” tersebut.

Saya menutup hari di Synchronize Fest dengan menyaksikan dua band. Pertama, saya menyaksikan C’mon Lennon. Malam itu menjadi momen perdana saya menonton band tersebut. Setelah selama ini dianggap sebagai band mitos, akhirnya C’mon Lennon kembali ke panggung melalui Synchronize Fest.

Jumlah penontonnya pun cukup di luar dugaan. Ada banyak anak muda berusia awal 20-an yang terlihat di barisan penonton. Jujur saja, saya sempat mengira panggung XYZ, tempat C’mon Lennon tampil, akan dipenuhi teman-teman sebaya para personelnya, yang dahulu biasa menyaksikan mereka ketika masih aktif.

Dok. Synchronize Fest 2026

Momen paling seru terjadi saat “Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A.” berkumandang. Para penonton langsung merangsek ke area panggung, saling berebut mikrofon untuk menyanyikan line legendaris pada bagian chorus lagu tersebut. Harlan Boer selaku vokalis pun hanya bisa tersenyum di dekat drum menyaksikan kejadian itu.

Band terakhir yang saya pilih untuk disaksikan di Synchronize Fest 2026 adalah Kelelawar Malam. Tampil di Panggung Getarrr membuat penampilan mereka dengan busana serba hitam tampak kontras dengan latar panggung yang cenderung warna-warni.

Dok. Synchronize Fest 2026

Para “budak kelelawar” yang hadir malam itu tampaknya juga tidak kehabisan energi untuk menyaksikan band favorit mereka pada jam yang cukup larut. Semuanya tetap bergerak beringas sembari menyanyikan setiap bait dari lagu-lagu Kelelawar Malam.

Seperti yang terjadi setiap tahun, warga-wargi yang hadir di Synchronize Fest pasti akan menghabiskan malam di Oleng Upuk sebagai bentuk pendinginan setelah menyaksikan banyak band tampil sepanjang hari. Hal tersebut juga terjadi tahun ini. Saya sempat bergabung di area itu untuk sedikit menikmati sisa hari di festival tersebut, tetapi akhirnya memutuskan pulang lebih dulu dan membiarkan para warga-wargi menikmati momen menyenangkan mereka.

Dok. Synchronize Fest 2026

Tentu saja, dengan semua pengalaman yang telah saya dan banyak warga-wargi rasakan di Synchronize Fest, bukan tidak mungkin festival ini masih akan menjadi top of mind para pencinta musik sebagai perayaan tahunan. Semoga kita semua masih dipertemukan di Synchronize Fest tahun depan dalam keadaan sehat dan berbahagia!

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dari Peron hingga Kelelawar Malam, Menyusuri Hari Ketiga Synchronize Fest 2026
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us