1. News
  2. Opinion
  3. Ekonom Sebut Penguatan IHSG Bergantung pada Yield Obligasi Pemerintah

Ekonom Sebut Penguatan IHSG Bergantung pada Yield Obligasi Pemerintah

ekonom-sebut-penguatan-ihsg-bergantung-pada-yield-obligasi-pemerintah
Ekonom Sebut Penguatan IHSG Bergantung pada Yield Obligasi Pemerintah
Ekonom Sebut Penguatan IHSG Bergantung pada Yield Obligasi Pemerintah
Ilustrasi(Antara)

HEAD of Research sekaligus Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa pergerakan imbal hasil (menghasilkan) obligasi pemerintah menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan tren positif IHSG sangat dipengaruhi oleh sejumlah indikator makroekonomi yang menjadi fokus investor, terutama nilai tukar rupiah dan gerakan menghasilkan obligasi pemerintah.

“Jika rupiah mampu bertahan menguat dan yield SBN (Surat Berharga Negara) tenor 10 tahun turun secara bertahap dari level puncaknya di atas 7,3% menuju kisaran yang lebih rendah, premi risiko Indonesia akan menurun,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (16/6).

“Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham,” lanjut Rully.

Dalam sepekan terakhir, IHSG menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Pada Selasa (9/6), IHSG berada di level 5.344,69, kemudian naik menjadi 5.744,06 pada Rabu (10/6), meningkat lagi ke 5.899,27 pada Kamis (11/6), mencapai 5.960,27 pada Jumat (12/6), dan ditutup di posisi 6.118,73 pada Senin (15/6).

Menurut Rully, penguatan IHSG saat ini masih didorong oleh faktor technical rebound, yang turut ditopang oleh kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang lebih tegas serta meredanya ketegangan geopolitik global.

Bank Indonesia sendiri telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Kecepatan) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen sejak 9 Juni lalu.

Di sisi lain, kabar meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang dilaporkan telah mencapai kesepakatan damai dan akan menandatangani nota kesepahaman (nota kesepahaman/MoU) pada 19 Juni mendatang, turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

Perkembangan tersebut membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menghasilkan obligasi pemerintah, sehingga kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Meski demikian, Rully memperkirakan pelaku pasar masih akan mencermati dinamika sentimen global, arah kebijakan moneter, serta stabilitas pasar keuangan domestik.

Ia menambahkan bahwa meskipun mulai terlihat adanya perbaikan, investor masih menunggu sinyal yang lebih kuat terkait keberlanjutan penurunan premi risiko dan stabilitas rupiah sebelum kembali meningkatkan optimisme di pasar.

“Arus modal asing masih cenderung selektif,” imbuh Rully Arya Wisnubroto. (Ant/E-4)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Ekonom Sebut Penguatan IHSG Bergantung pada Yield Obligasi Pemerintah
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us