
SEBUAH penelitian terbaru mengungkap bahwa kesehatan metabolik yang buruk dapat mempercepat penurunan fungsi otakbahkan pada individu berusia muda. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Biologi PLOS ini menantang anggapan umum bahwa penurunan kognitif semata-mata karena prosesnya penuaan alami.
Para peneliti mengidentifikasi dua jalur biologis terpisah yang memengaruhi kesehatan otak. Jalur pertama adalah penuaan, sedangkan jalur kedua, yang bekerja secara independen, adalah kesehatan metabolik. Artinya, seseorang yang masih muda namun memiliki metabolisme tidak sehat dapat mengalami perubahan otak yang merugikan, layaknya otak yang menua lebih cepat.
Studi ini menemukan bahwa proses penuaan dan gangguan metabolik memengaruhi bagian otak yang berbeda. Penuaan alami cenderung menyebabkan penipisan pada lapisan luar otak. Sebaliknya, kesehatan metabolik yang buruk lebih banyak berdampak pada sistem pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke otak.
Gangguan pada sistem pembuluh darah ini menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan otak, sebuah kondisi yang dikenal sebagai penurunan perfusi serebral. Kurangnya suplai darah ini dapat mengganggu berbagai fungsi penting otak, mulai dari kemampuan berpikir, mengingat, hingga mengambil keputusan.
Lebih lanjut, para ilmuwan menemukan korelasi langsung antara kesehatan metabolik yang buruk dengan penurunan kemampuan kognitif. Peserta dengan kondisi metabolik kurang baik menunjukkan kesulitan dalam tugas-tugas yang memerlukan fleksibilitas kognitif, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi dengan perubahan dan beralih antar tugas secara efisien.
Menariknya, penelitian yang menganalisis lebih dari 3.000 hasil pemindaian otak ini juga mencatat bahwa hubungan antara metabolisme buruk dan penurunan fleksibilitas kognitif teramati lebih kuat pada peserta perempuan dibandingkan laki-laki.
Temuan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan metabolik, seperti pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur, tidak hanya untuk kesehatan tubuh secara umum tetapi juga untuk melindungi fungsi otak dari penurunan dini, terlepas dari faktor usia. (Xpress Medis/Z-10)