
HARGA minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) turun ke bawah US$70 per barel pada Kamis, 25 Juni 2026. Pelemahan itu terjadi saat pasar menilai premi risiko geopolitik di Timur Tengah mulai mereda.
Data Trading Economics mencatat harga minyak mentah AS berada di kisaran US$69,5 hingga US$69,8 per barel, turun dari posisi hari sebelumnya. Penurunan tersebut terutama merujuk pada WTI atau crude oil AS, bukan minyak Brent.
Pada saat yang sama, harga Brent masih dilaporkan berada di sekitar US$72 per barel. Karena itu, frasa “di bawah US$70” lebih tepat digunakan untuk menggambarkan pergerakan WTI, sementara Brent masih bertahan di atas level tersebut.
| Instrumen | Level Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| WTI / Minyak mentah AS | US$69,5-US$69,8 per barel | Turun ke bawah US$70 per barel |
| Brent | Sekitar US$72 per barel | Masih di atas US$70 per barel |
Premi Risiko Geopolitik Menyusut
Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan mulai menurun. Premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak menyusut seiring kemajuan upaya damai AS-Iran dan membaiknya aktivitas tanker di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penting dalam perdagangan minyak global. Karena itu, setiap sinyal perbaikan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut cenderung meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi hambatan distribusi energi.
Selain faktor geopolitik, sejumlah faktor lain ikut membebani harga minyak. Faktor tersebut meliputi pelepasan cadangan, lemahnya permintaan China, serta indikasi pasokan berlebih di pasar minyak global.
Dampak ke BBM Tidak Selalu Seketika
Dengan kombinasi faktor tersebut, harga energi global berpotensi bergerak lebih jinak dalam jangka pendek. Namun, penurunan harga minyak mentah tidak otomatis langsung menurunkan harga bahan bakar minyak di tingkat konsumen.
Ada jeda waktu dan sejumlah komponen pembentuk harga yang membuat penyesuaian BBM tidak selalu berlangsung cepat. Komponen tersebut mencakup biaya persediaan, distribusi, pajak, serta margin ritel.
Efek ke Pasar Keuangan
Di pasar keuangan, penurunan harga minyak biasanya memberi sentimen positif bagi sektor yang sensitif terhadap biaya energi, seperti transportasi dan konsumsi. Biaya bahan bakar yang lebih rendah dapat membantu menekan beban operasional perusahaan di sektor tersebut.
Sebaliknya, pelemahan harga minyak dapat menekan saham sektor energi serta negara-negara produsen minyak. Pendapatan emiten energi dan penerimaan negara produsen berpotensi terdampak apabila harga minyak bertahan di level rendah dalam waktu lama.
Ke depan, pasar akan mencermati perkembangan diplomasi di Timur Tengah, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, serta sinyal permintaan dari China untuk menentukan arah harga minyak berikutnya. (Ekonomi Perdagangan/Penjaga/Z-10)