Jakarta (ANTARA) – Juara dunia kelas terbang ringan (48,9kg) World Boxing Council (WBC) Shokichi Iwata bertekad untuk tidak gagal lagi mempertahankan sabuk juara dunianya saat menghadapi penantang tak terkalahkan Erik Badillo.
“Terakhir kali saya gagal mempertahankan gelar juara saya sebelumnya, tetapi kali ini berbeda,” kata Shokichi Iwata dalam laman resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Iwata akan mempertaruhkan sabuk juara dunianya saat menjamu Badillo ring di Arena Kokugikan, Tokyo, Jepang, 20 Juli mendatang.
Petinju asal Jepang itu pernah memegang sabuk juara dunia kelas terbang ringan World Boxing Organization (WBO) yang direbutnya pada Oktober 2024 setelah menghentikan Jariro Noriega.
Namun, gelar tersebut lepas pada pertahanan pertamanya setelah kalah angka dari Rene Santiago pada Maret 2025.
Baca juga: Rene Santiago satukan gelar WBO dan WBA setelah bungkam Kyosuke Takami
Iwata bangkit dengan merebut gelar juara dunia kelas terbang ringan WBC pada Maret 2026 setelah menghentikan mantan juara dunia asal Thailand, Thammanoon Noyomtrong.
Kini, dengan membawa rekor 16 kemenangan termasuk 13 kemenangan diraih melalui knockout (KO) dan dua kekalahan, Iwata akan menjalani pertarungan pertahanan gelar pertamanya.
Iwata telah mengevaluasi kegagalan di masa lalunya dan bertekad untuk tidak terulang saat menjamu Badillo.
“Saya telah belajar dari masa lalu, dan saya ingin berhasil mempertahankan gelar WBC ini di hadapan rakyat saya,” katanya.
Iwata menegaskan bahwa ia berada dalam kondisi fisik yang prima untuk menampilkan kekuatan yang mengesankan.
Baca juga: Juara WBC Iwata naik ring hadapi penantang tak terkalahkan Badillo
Di seberang ring akan berdiri Erik Badillo, petinju asal Meksiko yang mendapatkan kesempatan emas untuk merebut gelar juara dunia pertamanya.
Badillo akan datang ke Jepang dengan modal rekor sempurna 19 kemenangan tanpa kekalahan, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi dan kualitasnya sebagai salah satu prospek terbaik di kelas terbang ringan.
Sepanjang karier profesionalnya, ia telah menunjukkan kemampuan teknis yang baik, kecepatan tangan yang mengesankan, serta daya tahan yang membuatnya mampu menjaga intensitas pertarungan hingga ronde-ronde akhir.
Bagi Badillo, pertarungan ini bukan hanya soal memperebutkan sabuk juara dunia, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan dirinya layak bersaing di level tertinggi.
Baca juga: Conor Benn dapat kesempatan pertama rebut sabuk juara dunia WBC
Baca juga: Kadima dan Matovu naik ring untuk kuasai kelas berat WBC Afrika
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.