1. News
  2. Mojok
  3. Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate

Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate

jangan-terkecoh,-tutor-bimbel-online-pekerjaan-yang-tidak-cocok-untuk-fresh-graduate
Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate

Seperti yang banyak diperbincangkan, profesi guru memang layak untuk diratapi. Sebagai seorang sarjana pendidikan, menjadi seorang guru adalah sebuah keniscayaan. Tetapi, lagi-lagi, menjadi guru butuh keberanian dan tekad yang teguh. Kenyataan yang dihadapi para sarjana pendidikan dalam proses berburu lapangan pekerjaan, menjadi latar belakang mengapa keputusan menjadi guru adalah keputusan tersulit dalam hidup. Sama halnya dengan yang saya hadapi setelah menempuh pendidikan S1.

Keberanian menjadi guru bermula dari ketika saya lulus kuliah dengan gelar Magister Pendidikan. Karena tidak ingin menganggur lama, saya mencoba peruntungan dengan bergabung menjadi salah satu tutor platform bimbel online. Dari sanalah saya benar-benar menyadari bahwa tutor bimbel online yang mungkin terlihat sepele ternyata bukan profesi biasa, melainkan zona survival yang tidak patut untuk sekadar coba-coba.

Tuntutan meningkat dari educator menjadi edutainer

Di dunia digital, batasan antara belajar dan menikmati konten sangat tipis. Siswa zaman sekarang yang termasuk Generasi Z dan Gen Alpha terbiasa dengan visual yang dinamis dan komunikasi yang cepat.

Sebagai seorang lulusan pendidikan yang masih dalam tahap memperdalam ilmu pedagogi terapan dengan menjadi tutor bimbel, hal ini menjadi perkara serius yang justru merumitkan diri sendiri. Tuntutan sebagai tutor bimbel dan guru pengajar di sekolah tidak jauh berbeda. Pasalnya, tentor juga berkewajiban menguasai dan menyampaikan materi belajar semaksimal mungkin meskipun melalui platform digital. Tuntutan itu tidak cukup sampai di sana. Tentor juga dituntut untuk komunikatif, memiliki pembawaan yang ceria, dan mampu memanfaatkan fitur interaktif agar kelas tetap hidup.

Menjadi tutor bimbel online menuntut saya untuk beradaptasi lebih cepat. Alih-alih sebagai fresh graduate yang perlu bimbingan rekan kerja, saya harus mempelajarinya sendiri dari hari ke hari, dari pertemuan ke pertemuan demi memperbarui kapasitas saya sebagai edutainer. Menjadi tutor bimbel on line membuat saya harus melupakan suasana hati saya yang kurang baik karena saya harus tampil ceria setiap ketika jam bimbel dimulai. Hal ini sudah pasti menguras tenaga dan emosional saya.

Tantangan tutor bimbel online di tengah siswa yang sudah kelelahan layar

Siswa yang mengikuti bimbel online biasanya baru saja menyelesaikan sekolah formal secara daring atau luring sejak pagi. Di sinilah letak tantangan saya sebagai tentor. Menghadapi layar laptop lagi di sore atau malam hari membuat mereka rentan mengalami screen fatigue atau kelelahan layar.

Ketika kelelahan layar itu terjadi pada mereka, saingan saya adalah segala macam bentuk distraksi pada gawai mereka, seperti notifikasi WhatsApp, Instagram, atau tab gim yang terbuka. Jika penyampaian materi terasa monoton bagi mereka, distraksi gawai akan lebih cepat terasa. Mereka akan mudah kehilangan fokus bahkan log in platform bimbel online hanya sebatas formalitas, sementara mereka melakukan aktivitas lain pada gawai untuk menghilangkan kejenuhan.

Untuk mencegahnya, saya harus memutar otak dan mengkreasikan berbagai macam media pembelajaran. Sebagai tentor saya dituntut berpikir cepat dalam memecahkan masalah, jika siswa mulai terlihat bosan atau tidak fokus. Penyelesaian masalah yang dilakukan dari jarak jauh, sering kali tidak sepenuhnya berhasil dalam mengatasi kebosanan siswa.

Hilangnya “ikatan emosional” dan respons real-time

Berbeda dengan guru di kelas tatap muka yang dapat membaca bahasa tubuh siswa, di kelas platform bimbel online yang menaungi saya, siswa diperbolehkan mematikan kamera. Tidak ada peraturan yang melarang siswa mematikan kamera dan mikrofon sehingga ketika saya menerangkan materi, saya merasa seperti “berbicara dengan dinding”. Saya kesulitan mengukur kemampuan mereka secara akurat, sebelum atau setelah kuis diberikan. Kegiatan belajar yang demikian justru terasa sangat kurang berarti terutama bagi guru pemula.

Pembelajaran tatap muka jauh lebih baik karena guru dapat mengetahui respon siswa untuk menilai pemahaman siswa. Selain itu, guru juga dapat membangun ikatan emosional yang baik dengan siswa—sebuah hal yang sulit saya lakukan selama menjadi tutor bimbel on line.

Tutor bimbel online mesti siap terhadap kendala teknis yang menghantui kapan saja

Jika kalian adalah seseorang yang tidak terlalu memahami masalah per-IT-an, menjadi tutor bimbel online jelas tidak direkomendasikan. Pembelajaran yang dilakukan secara daring, tidak menutup kemungkinan gangguan teknis dapat terjadi kapan saja.

Seperti halnya yang pernah saya rasakan saat mengajar bimbel daring. Sedang asyik menjelaskan materi, tiba-tiba saya yang waktu itu mengandalkan Wi-Fimenjadi tidak berkutik karena wilayah tempat tinggal saya sedang diadakan pemadaman listrik bergilir. Parahnya lagi, pemadaman itu berlangsung cukup lama. Sehingga meskipun saya sudah membeli paket data, yang terjadi adalah jaringan internet tetap sangat buruk dan kelas daring saya akhiri lebih awal dengan penugasan mandiri untuk siswa.

Itu jika masalah terjadi pada jaringan. Jika masalah juga terjadi pada perangkat laptop atau ponsel? Tentu kendala teknis itu akan berbuntut panjang, terlebih jika kita tidak bisa menangani dengan baik. Reputasi sebagai pengajar bimbel online akan menurun dan berujung pemberhentian oleh pihak bimbel.

Di balik tantangan menjadi seorang tutor bimbel online, selalu ada dedikasi besar oleh para calon guru atau guru berpengalaman. Meski berdasarkan pengalaman saya profesi pengajar bimbel online terkesan kurang cocok untuk pemula, beradaptasi dengan tantangan teknologi yang terus berubah adalah sebuah keharusan. Para sarjana pendidikan idealnya terus memperbarui kapasitas diri agar lebih siap menghadapi tantangan zaman.

Penulis: Ade Vika Nanda Yuniwan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Menjamurnya Bimbel Bukan karena Pendidikan Kita Ampas, tapi karena Mengajar di Bimbel Memang Lebih Mudah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us