Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA-3.0.
Jeriken, atau yang lebih sering disebut dengan jerigen, merupakan wadah yang akrab digunakan untuk menyimpan dan mengangkut berbagai jenis cairan, mulai dari air hingga bahan bakar.
Namun, di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan Perang Dunia II. Wadah ini awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan militer Jerman, sebelum akhirnya ditiru dan digunakan secara luas oleh pihak Sekutu.
Latar Belakang Kemunculan Jeriken
Kemunculan jeriken modern berkaitan dengan kebutuhan militer Jerman pada masa pemerintahan Adolf Hitler.
Pada dekade 1930-an, Jerman sedang memperkuat angkatan bersenjatanya, termasuk mengembangkan kendaraan lapis baja dan strategi perang yang mengandalkan pergerakan pasukan secara cepat.
Strategi tersebut membutuhkan pasokan bahan bakar yang memadai. Tank, truk militer, dan kendaraan pendukung lainnya tidak akan mampu bergerak optimal apabila pasokan bensin terhambat.
Karena itu, Jerman membutuhkan wadah yang dapat menyimpan bahan bakar secara aman sekaligus memudahkan pengangkutannya ke medan pertempuran.
Wadah bahan bakar yang digunakan sebelumnya memiliki sejumlah kelemahan, terutama dalam hal ketahanan, kemudahan membawa, dan risiko kebocoran. Situasi tersebut mendorong pengembangan wadah baru yang lebih praktis untuk mendukung operasi militer.
Inovasi Wehrmacht-Einheitskanister
Jeriken modern dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata Jerman, yang dikenal sebagai Wehrmacht. Wadah ini disebut Wehrmacht-Einheitskanister, yang secara umum merujuk pada jeriken standar angkatan bersenjata.
Desainnya mengutamakan fungsi dan efisiensi. Berbentuk persegi panjang dengan sisi relatif datar, jeriken tersebut dibuat dari baja dan memiliki kapasitas sekitar 20 liter. Bentuknya memungkinkan wadah disusun dengan lebih teratur ketika disimpan atau diangkut menggunakan kendaraan militer.
Salah satu ciri khasnya adalah tiga pegangan pada bagian atas. Susunan pegangan tersebut memudahkan seorang prajurit membawa jeriken sekaligus memungkinkan wadah dipindahkan dari satu orang ke orang lain dengan cepat.
Desain ini terbukti sangat berguna saat digunakan dalam situasi perang ketika waktu dan tenaga menjadi faktor penting.
Jeriken tersebut juga dilengkapi penutup yang praktis serta rancangan saluran penuangan yang membantu mengurangi tumpahan.
Ruang udara di bagian atas turut memberikan daya apung ketika wadah terjatuh ke air. Dengan berbagai keunggulan itu, jeriken Jerman menjadi solusi yang efektif untuk persoalan logistik bahan bakar di medan perang.
Sekutu Menyadari Keunggulan Jeriken Jerman
Keunggulan jeriken Jerman mulai menarik perhatian pihak Sekutu ketika mereka berhadapan langsung dengan pasukan Jerman dalam Perang Dunia II.
Sebelumnya, pasukan Inggris dan Amerika Serikat menggunakan wadah bahan bakar yang relatif kurang praktis. Sebagian wadah mudah bocor, sementara proses pengisian dan penuangannya membutuhkan perlengkapan tambahan.
Kelemahan tersebut menjadi persoalan serius, terutama dalam pertempuran di Afrika Utara. Suhu gurun yang tinggi, perjalanan panjang, dan penanganan wadah yang kasar meningkatkan risiko kebocoran serta kehilangan bahan bakar.
Padahal, pasokan bensin sangat menentukan kemampuan pasukan untuk mempertahankan posisi maupun melancarkan serangan.
Ketika menemukan jeriken milik Jerman, pihak Sekutu menyadari bahwa desainnya menawarkan solusi yang lebih baik. Inggris kemudian mempelajari dan mengembangkan tiruannya untuk digunakan oleh pasukan sendiri.
Informasi mengenai desain jeriken juga sampai kepada Amerika Serikat melalui seorang insinyur bernama Paul Pleiss, yang memperoleh contoh jeriken Jerman beserta informasi teknis pembuatannya pada 1939.
Meskipun adopsi awalnya tidak berlangsung seragam, keunggulan desain tersebut akhirnya mendorong produksi dalam jumlah besar. Jeriken menjadi bagian penting dari sistem logistik Sekutu, terutama ketika pasukan mereka bergerak melintasi wilayah Eropa.
Mengapa Disebut Jerrycan?
Nama jerrycan berasal dari dua unsur bahasa Inggris, yakni Jerry dan can. Kata Jerry merupakan sebutan informal yang digunakan pihak Inggris dan Sekutu untuk menyebut orang Jerman, khususnya tentara Jerman dalam konteks peperangan. Sementara itu, can berarti kaleng atau wadah.
Dengan demikian, jerrycan dapat dipahami sebagai kaleng milik orang Jerman. Sebutan tersebut muncul karena wadah ini pada awalnya dikenal sebagai perlengkapan militer Jerman sebelum desainnya diadopsi oleh pihak lawan.
Nama itu kemudian melekat dan digunakan secara luas, bahkan setelah jeriken diproduksi oleh negara-negara Sekutu sendiri.
Istilah tersebut juga memperlihatkan bagaimana sebuah benda dapat memperoleh nama berdasarkan situasi sejarah yang melatarbelakangi kemunculannya. Jeriken tidak hanya dikenal karena fungsinya, tetapi juga karena hubungannya dengan teknologi militer Jerman pada masa Perang Dunia II.
Ketika sampai di Indonesia, jerrycan kemudian menjadi jeriken. Namun pada praktiknya, mayoritas orang Indonesia lebih sering menyebutkan dengan jerigen karena lebih mudah dan nyaman diucapkan.
Warisan Perang Dunia II yang Bertahan hingga Kini
Penggunaan jeriken oleh Sekutu menunjukkan bahwa kebutuhan praktis di medan perang dapat mendorong suatu negara mengadopsi teknologi lawannya. Dalam peperangan, keunggulan tidak selalu ditentukan oleh persenjataan besar.
Peralatan pendukung seperti wadah bahan bakar juga dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kelancaran operasi militer.
Setelah Perang Dunia II berakhir, desain jeriken terus digunakan dan dikembangkan untuk kebutuhan militer maupun sipil. Bentuknya yang kokoh, mudah ditumpuk, dan praktis dibawa menjadikannya berguna untuk menyimpan serta mengangkut berbagai cairan, termasuk bahan bakar dan air.
Kini, jeriken dapat ditemukan dalam beragam ukuran dan bahan, mulai dari baja hingga plastik. Meskipun tampilannya telah mengalami perubahan, prinsip dasar desainnya tetap bertahan: menyediakan wadah yang kuat, mudah dibawa, dan efisien untuk memindahkan cairan.
Sejarah jeriken memperlihatkan bahwa inovasi yang lahir dari kebutuhan perang dapat melampaui konteks awal pembuatannya. Berawal dari kebutuhan logistik Wehrmacht, benda ini kemudian diadopsi oleh Sekutu dan sekarang menjadi perlengkapan yang sangat biasa di berbagai belahan dunia.