1. News
  2. Berita
  3. Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran

Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran

kala-3-pemudi-indonesia-ikuti-kursus-kepustakaan-di-malaysia-pada-1970,-asah-ilmu-di-3-perpustakaan-negeri-jiran
Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran

20 Mei 2026 10.00 WIB • 2 menit

Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran

images info

Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran


Ilmu Perpustakaan adalah salah satu cabang keilmuan yang sudah berkembang sejak lama. Di Indonesia, ada beberapa universitas di berbagai daerah yang menyediakan bidang keilmuan ini bagi setiap mahasiswa yang berminat untuk mendalaminya.

Ketertarikan akan bidang keilmuan perpustakaan ini sudah ada sejak lama di Indonesia. Mundur beberapa dekade silam, tepatnya pada 1970, ada 3 orang pemudi Indonesia yang dikirim langsung ke Malaysia untuk mengikuti kursus ilmu kepustakaan.

Meskipun berasal dari berbagai lembaga yang berbeda-beda, ketiga pemudi ini menjalani pelatihan ilmu kepustakaan di tiga perpustakaan yang ada di Negeri Jiran. Bagaimana momen saat ketiga pemudi tersebut yang dikirim untuk mengikuti kursus kepustakaan di Malaysia pada 1970 silam?

Kursus Kepustakaan di Malaysia

Dikutip dari artikel “3 Siswazah Indonesia Ikun Kurus Perpustakaan” dalam surat kabar Berita Harian edisi 27 Oktober 1970, terdapat tiga orang pemudi Indonesia yang dikirim ke Malaysia untuk mengikuti kursus kepustakaan di Malaysia pada waktu itu. Ketiga pemudi tersebut adalah Halina Hambali, Siti Salbiah, dan Norsini.

Program ini sendiri merupakan rancangan dari tiga lembaga pada waktu itu, yakni Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Yayasan Asia yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Program yang berlangsung selama tiga bulan ini dimulai pada Oktober 1970.

Sebelumnya, ketiga peserta ini sudah mengikuti program pelatihan dokumentasi dan perpustakaan yang diadakan di Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional Indonesia. Program yang dijalani setahun sebelumnya ini juga diadakan selama tiga bulan sejak Oktober 1970.

3 Pemudi dari Lembaga Berbeda

Uniknya, ketiga pemudi yang diberangkatkan ini sebenarnya bukanlah berasal dari satu lembaga yang sama. Halina Hambali diketahui merupakan peserta yang berasal dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Sementara itu, Siti Salbiah merupakan peserta yang berasal dari Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada. Terakhir ada Norsini yang berasal dari Pusat Penelitian Bahan Karet yang ada di Bogor.

Dalam program pelatihan tiga bulan ini, ketiga pemudi tersebut akan disebar ke beberapa perpustakaan yang ada di Negeri Jiran. Di sana mereka akan mendapatkan serta menerapkan ilmu yang didapatkan secara langsung di ketiga perpustakaan tersebut.

Halina Hambali diketahui menjalani latihan kerja di Perpustakaan Universiti Malaya. Sementara itu, Siti Salbiah dan Norsini juga akan menjalani pelatihan di dua tempat berbeda, masing-masing di Perpustakaan Dewan Bahasa dan Pustaka serta Pusat Penyelidekan Getah Jalan Damansara.

Asah Kemampuan di Bidang Perpustakaan

Dalam artikel tersebut disebutkan jika Halina Hambali sebagai salah satu peserta yang terpilih menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena dapat menjalani program tersebut. Halina menyebutkan jika kursus kepelatihan ini bisa menjadi langkah penting untuk perkembangan perpustakaan di Indonesia pada waktu itu.

Tidak hanya itu, Halina menjelaskan jika pelatihan ini juga bisa menjadi kesempatan bagus bagi kedua negara untuk saling berbagi ilmu serta sistem kerja terkait bidang kepustakaan. Dengan demikian, para ahli perpustakaan di Malaysia juga bisa mendapatkan manfaat dari program yang dia jalani tersebut.

“Saya adalah merasa beruntung karena terpilih untuk mengikuti kursus latihan kerja perpustakaan di Malaysian bersama dua teman lainnya,” ucap Halina seperti yang dikutip dari surat kabar Berita Harian.

“Saya akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dalam usaha untuk menambah lagi ilmu pengetahuan perpustakaan yang ada pada diri saya untuk menjadi seorang ahli perpustakaan yang benar-benar berpengalaman di masa akan datang,” tambahnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us