Jakarta (ANTARA) – Penyelenggara kejuaraan renang jarak pendek Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES) siap menggelar kejuaraan untuk pertama kalinya pada 4-6 Juni 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk mengembangkan talenta perenang muda Indonesia.
“Kejuaraan kolam pendek atau short course ini digelar dengan konsep pembinaan dengan memberikan kesempatan bagi perenang untuk bertanding lebih banyak melalui babak praeliminasi dan final,” kata Ketua Penyelenggara ISCES Yori Hehanussa dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan kejuaraan tersebut digelar melalui kolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) dengan dukungan tiga sponsor utama, yaitu Chandra Asri, Barito Pacific, dan Barito Renewables.
Yori menyebutkan kejuaraan akan diikuti sekitar 700 atlet yang bersaing pada 26 nomor pertandingan yang terbagi dalam empat kategori usia yaitu U11, U12-U13 dan U14-U15, serta 16 tahun ke atas.
Ia menjelaskan banyak negara yang olahraga renangnya sudah cukup maju telah menggelar banyak kejuaraan renang kolam pendek. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong konsep kejuaraan tersebut menjadi ajang resmi level nasional melalui ISCES.
Dengan hadirnya kompetisi dengan standar penyelenggaraan yang profesional dan berkelas internasional, pihaknya berharap dapat tercipta ekosistem yang mendukung agar para atlet dapat berkembang secara optimal.
Baca juga: Akuatik Indonesia bentuk pelatnas Asian Games 2026 mulai Maret
Yori menambahkan kejuaraan itu juga mendapat sambutan positif dari komunitas atau perkumpulan renang, termasuk para atlet dan pelatih yang sudah menantikan ajang seperti ISCES.
Kejuaraan akan berlangsung dengan sistem pembinaan di mana para atlet bisa mendapatkan kesempatan bertanding lebih banyak melalui babak praeliminasi dan final. Sistem tersebut, kata dia, sangat penting agar para atlet terbiasa ketika mengikuti ajang multicabang pada masa mendatang.
“Jadi di sesi pagi akan ada babak penyisihan dan malam hari ada sesi finalnya,” katanya.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan bahwa cabang olahraga renang memiliki potensi besar untuk mengangkat nama Indonesia hingga ke panggung internasional karena memiliki lebih dari 40 nomor pertandingan.
Oleh sebab itu, kata dia, Indonesia perlu mempersiapkan atlet sejak usia muda, salah satunya melalui kejuaraan renang ISCES.
Marciano mengapresiasi para sponsor yang berkolaborasi untuk memajukan olahraga renang Indonesia karena pembinaan atlet tidak bisa dilakukan sendiri oleh federasi maupun KONI.
Ia berpesan kepada penyelenggara agar menggelar kejuaraan tersebut sebaik mungkin dan memberikan manfaat besar bagi program pembinaan yang dijalankan oleh PB Akuatik Indonesia.
“Dengan meningkatkan kualitas pembinaan seperti ini, saya berharap ke depan, para atlet renang bisa unjuk gigi dari level SEA Games hingga Olimpiade,” katanya.
Baca juga: Renang Indonesia tutup perjuangan SEA Games 2025 dengan perak-perunggu
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.