1. News
  2. Berita
  3. Kisah Ayam Hitam dan Musang, Cerita Rakyat dari Lampung

Kisah Ayam Hitam dan Musang, Cerita Rakyat dari Lampung

kisah-ayam-hitam-dan-musang,-cerita-rakyat-dari-lampung
Kisah Ayam Hitam dan Musang, Cerita Rakyat dari Lampung

Kisah Ayam Hitam dan Musang, Cerita Rakyat dari Lampung | Pexels/Erwin Bosman


Ada sebuah cerita rakyat dari Lampung yang berkisah tentang ayam hitam dan musang. Cerita rakyat ini menceritakan tentang kecerdikan induk ayam dalam menyelamatkan keluarganya.

Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Lampung tersebut.

Kisah Ayam Hitam dan Musang, Cerita Rakyat dari Lampung

Disitat GNFI dari buku Letti S. dan Maman S. Mahayana yang berjudul Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan, diceritakan pada zaman dahulu ada seekor ayam hitam. Dirinya memiliki anak yang selalu ikut ke mana saja dia pergi.

Pada suatu hari, ayam hitam ini pergi ke hutan. Dirinya hendak mencari damar di hutan tersebut.

Seperti biasa, anak-anak ayam hitam ikut bersama induknya. Ketika induknya tengah sibuk mencari damar, anak-anak itu bermain di sekitarnya.

Tanpa terasa, hari mulai beranjak malam. Induk ayam ini pun memanggil anak-anaknya untuk pulang.

Mereka pun berjalan beriringan keluar hutan. Namun sayang, jalan yang mereka lalui sebelumnya tidak terlihat dengan jelas.

Alhasil mereka pun tersesat. Setelah berusaha cukup lama, induk ayam ini melihat sebuah gubuk.

Ternyata gubuk tersebut milik musang. Sudah dikenal sejak lama jika musang adalah predator alami bagi para ayam.

Walau begitu, induk ayam ini tidak memiliki pilihan. Dirinya kemudian mendekat ke gubuk tersebut dan menemui induk musang.

Induk ayam ini meminta izin agar untuk menginap di sana. Musang yang melihat ayam hitam dan keluarganya tentu senang.

Sebab dirinya bisa mendapatkan malam makan gratis. Akhirnya dia mempersilahkan induk ayam ini masuk ke dalam.

Walau sudah dipersilahkan, induk ayam ini tetap waspada. Dirinya tetap yakin jika musang akan berbahaya bagi keluarganya.

Induk ayam ini berterima kasih atas tawaran tersebut. Namun induk ayam itu berkata jika mereka akan tidur di luar saja.

Musang kemudian membangunkan istri dan anaknya. Dia berkata jika mereka akan makan enak malam itu juga.

Alangkah bahagianya keluarga musang tersebut. Namun musang ini berkata agar mereka tenang dan jangan sampai induk ayam khawatir.

Di luar, induk ayam mulai menitipkan pesan pada anak-anaknya. Dia berkata jika nanti anak-anaknya diberi tanda, maka mereka mesti terbang ke pohon yang ada di gubuk musang.

Ketika malam makin tinggi, musang mulai memanggil induk ayam. Dia ingin mengecek apakah induk ayam dan keluarganya sudah tertidur.

Namun induk ayam selalu menjawab panggilan itu. Selain itu, dirinya juga memberi tanda agar anak-anaknya mulai terbang ke atas pohon.

Ketika anak-anaknya ini terbang, terdengar bunyi kepakan sayap. Hal ini tentu membuat musang curiga.

Dirinya kemudian bertanya pada induk ayam suara apa itu. Dengan tenang, induk ayam berkata jika itu adalah suara daun yang berguguran.

Hal ini terus terjadi berulang kali. Hingga akhirnya semua anaknya sudah terbang ke atas pohon.

Kini tinggal induk ayam aja seorang. Dirinya kemudian melihat ada batu asahan tidak jauh dari sana.

Batu asahan ini kemudian dia tutup menggunakan ijuk. Jika terlihat dari jauh, batu asahan yang tertutup itu terlihat seperti induk ayam yang sedang menghangatkan anak-anaknya.

Kini musang kembali memanggil induk ayam. Namun berbeda dengan sebelumnya, tidak ada lagi suara jawaban yang terdengar.

Musang mengira jika keluarga ayam sudah tidur. Dirinya kemudian mengajak istri dan anaknya untuk menerkam bersama.

Begitu melihat bulatan hitam di ijuk, keluarga musang ini langsung melompat. Namun sayang, mereka justru menggigit batu asahan hingga mulutnya berdarah dan meninggal saat itu juga.

Akhirnya keluarga ayam itam berhasil selamat berkat kecerdasan induknya. Saat pagi tiba, mereka pun kembali pulang ke rumah dengan selamat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kisah Ayam Hitam dan Musang, Cerita Rakyat dari Lampung
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us