1. News
  2. Berita
  3. Lima Guru Besar, Lima Gagasan Besar untuk Indonesia

Lima Guru Besar, Lima Gagasan Besar untuk Indonesia

lima-guru-besar,-lima-gagasan-besar-untuk-indonesia
Lima Guru Besar, Lima Gagasan Besar untuk Indonesia

Komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak kembali ditegaskan oleh Universitas Pelita Harapan melalui pengukuhan lima guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Bertempat di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama Lippo Village, Tangerang, momen ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penegasan bahwa kampus harus menjadi pusat lahirnya solusi nyata bagi bangsa.

Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, menyebut pencapaian ini sebagai anugerah sekaligus tanggung jawab. Dengan total 45 profesor, UPH terus memperkuat fondasi keilmuan untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. Apresiasi juga datang dari Lestari Moerdijat yang menilai kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi “kawah candradimuka” pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Lebih dari sekadar gelar, para guru besar ini membawa gagasan segar dari bidang masing-masing. Di ranah sumber daya manusia, Prof. Ardi menghadirkan pendekatan Self-Mindset Development sebagai strategi antikorupsi yang berfokus pada perubahan pola pikir dan karakter. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui sistem dan hukum, tetapi juga melalui pembentukan integritas individu sejak dini.

Sementara itu, Prof. Juliana menawarkan perspektif baru lewat model CITRA (Collaborative Inclusive Tourism Resilience Architecture) yang mendorong pariwisata berbasis kolaborasi dan inklusivitas. Pariwisata tidak lagi sekadar mengejar jumlah wisatawan, tetapi membangun ekosistem yang melibatkan masyarakat sebagai pencipta pengalaman, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bersama.

Dari bidang politik, Prof. Thomas mengangkat kembali konsep bonum commune atau kebaikan bersama sebagai inti dari kekuasaan. Ia menekankan bahwa kekuasaan bukan alat dominasi, melainkan amanah moral untuk menghadirkan kesejahteraan publik. Gagasan ini menjadi pengingat penting di tengah dinamika demokrasi modern yang kerap kehilangan arah etis.

Di sisi pendidikan, Prof. Khoe Yao Tung menyoroti masa depan pembelajaran berbasis personalized learning yang didukung teknologi kecerdasan buatan. Peran guru pun bergeser menjadi perancang pengalaman belajar yang lebih personal dan adaptif. Sementara itu, Prof. Tanggor Sihombing menegaskan pentingnya audit dan forensic audit dalam menjaga integritas laporan keuangan, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas dan risiko fraud.

Pengukuhan lima guru besar ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan amunisi intelektual dari berbagai bidang, UPH menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak bagi masa depan Indonesia.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Lima Guru Besar, Lima Gagasan Besar untuk Indonesia
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us