1. News
  2. Liga Olahraga
  3. Menaklukkan kolam Nagoya

Menaklukkan kolam Nagoya

menaklukkan-kolam-nagoya
Menaklukkan kolam Nagoya

Pokoknya saya harus bisa, harus bisa, itu yang selalu ada dalam pikiran saya

Nagoya, Jepang (ANTARA) – Abdil Majid Rahman tak mampu menyembunyikan kegugupan saat hendak memberikan keterangan kepada awak media seusai berlaga pada final nomor Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang.

Atlet para renang itu menundukkan kepala, terdiam selama beberapa detik, seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk merangkai kata-kata.

Tak lama kemudian, ia kembali mengangkat wajah dan menatap lensa kamera ANTARA yang mengabadikan momen bersejarah dalam perjalanan kariernya sebagai atlet para renang Indonesia.

“Maaf mas, saya agak gugup,” kata Abdil sambil tersenyum tipis.

Senyum itu menyiratkan sesuatu yang sederhana sekaligus mengharukan.

Di balik ketenangannya di lintasan kolam, ternyata ada rasa canggung ketika harus berhadapan dengan sorotan kamera dan pertanyaan wartawan.

Abdil mengakui, dirinya belum terbiasa berdiri di hadapan awak media, terlebih dalam sebuah pesta olahraga internasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia.

Namun, hari itu, keadaan berubah. Pemuda yang mungkin sebelumnya tak banyak dikenal publik tersebut mendadak menjadi pusat perhatian.

Bukan karena kegugupannya, melainkan karena prestasi luar biasa yang baru saja ditorehkan dengan meraih emas untuk Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Di lintasan kolam, Abdil menunjukkan keberanian yang berbeda. Ia mengayunkan tangan, menggerakkan tubuh, dan membelah air dengan tekad yang tak surut hingga menyentuh garis finis terdepan.

Catatan waktu 1 menit 20,26 detik mengantarkannya meraih medali emas nomor 100 meter gaya dada putra SB7, sekaligus menempatkan namanya di antara para juara yang mengharumkan Merah Putih di panggung olahraga Asia.

Persaingan yang dihadapinya bukan perkara mudah. Perenang-perenang dari China, Malaysia, Kazakhstan, Vietnam, dan Filipina turut meramaikan perlombaan yang berlangsung ketat tersebut,

Namun, di tengah tekanan dan persaingan yang menguras tenaga, Abdil mampu menjaga ritme, mempertahankan kecepatannya, dan menuntaskan perlombaan dengan hasil yang nyaris sulit dipercaya.

Kemenangan itu bahkan ditentukan oleh selisih yang begitu tipis. Abdil mengungguli Zhang Yilong hanya dengan keunggulan 0,01 detik.

Dalam hitungan waktu yang nyaris tak terlihat, kerja keras, ketahanan, dan keberaniannya menemukan puncaknya. Emas pun menjadi milik Merah Putih.

“Sangat menegangkan,” ujarnya.

Di balik kalimat singkat itu, tersimpan ketegangan yang mungkin masih membekas setelah pertarungan sengit di dalam kolam.

Dari seorang pemuda yang gugup saat berbicara di depan kamera, Abdil telah menjelma menjadi sosok yang berani menghadapi persaingan para atlet terbaik Asia.

Baca juga: Abdil Majid persembahkan emas kesembilan untuk Indonesia

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Menaklukkan kolam Nagoya
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us