Kabarmancing.com, Jakarta – Mancing Garong itulah sebutannya. Mungkin untuk para pemancing istilah atau teknik mancing tersebut sering dengar namun tidak tahu cara mancingnya bagaimana apalagi yang belum mengenal sama sekali teknik mancing garong tersebut.
Ya, cara mancing ini secara popular diplesetkan dengan sebutan ‘ngegarong’ karena menggunakan sejenis mancing yang bermata 6 (enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing ‘garong’
Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut dan sebagainya. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran tegek yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya antara 4 meter sampai 6 meter.
Mancing cara ‘garong’ ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti ‘piring terbang’. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran sampai mata pancing hanya 2 meter sampai 3 meter.
Mancing ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak tersedia dibebatuan di pantai. Kadang-kadang orang menggunakan nasi atau kue. Umpan tersebut tidak ditempelkan di pancing tetapi dijepit oleh kenur kira kira 1 – 2 cm diatas pancing. Target yang utama adalah ikan baronang, botana dan terkadang juga ikan kakak tua.
Teknik ini murah tetapi sangat unik, eksentrik dan sebenarnya sangat sulit. Mancing garong tidak memerlukan perahu atau kapal karena dilakukan dari pinggiran seperti dermaga, batu-batu (beton) pemecah ombak atau jembatan di sekitar pantai. Oleh karena itu, teknik mancing yang satu ini dianggap yang paling murah biayanya dan banyak orang sangat menikmatinya dan benar-benar ketagihan. Selamat mancing garong.(ronald/foto dok:arp)
